Friday, May 23, 2014

DIENG---- a Short REFRESHMENT in LiL' HEAVEN!!

Well, ini bener-bener late post banget..nget..nget...nget...nget... Secara liburannya kapan dipost-innya kapan.. maapkan ya teman-teman.
Libur Paskah bulan lalu, 18 April 2014 Saya melakukan perjalanan, rencana awal yang tadinya mau ke Malang jadi berubah haluan gegara teman saya yang di Malang malah mudik :D. Jadinya saya putuskan ke Dieng saja, setelah sekian lama nggak pernah kesana terakhir November 2009 setelah saya wisuda dan nganterin grup pertama buat Cultural Trip :D. Iseng-iseng saya colek kawan lama saya, Eka dan Riska untuk liburan bersama ternyata deal dan berangkatlah kita. (dengan iming-iming Sunrise Tour yang mempesona :P)

*NB: Saya sebenernya ngajakin suami buat liburan berdua tapi suami sudah ada agenda lain yang tidak bisa ditinggal jadilah saya meminta ijin untuk jalan-jalan sendiri dan alhamdulillah diijinkan Thanks Ayah :*

Setelah memutuskan destinasi, saya sebagai penggagas ide jalan-jalan ini akhirnya menelpon salah satu kenalan di Dieng sana untuk memesan penginapan. Maklum long weekend takut penuh kalo book dadakan. Setelah menelpon, benar dugaan saya tanggal itu lagi rame hampir semua penginapan penuh jadilah saya minta tolong untuk dicarikan penginapan murah meriah buat 3 orang, saya minta 2 kamar :D. Untungnya kita dapet, kita nginep di Penginapan Asri http://hotelasridieng.com/.
Per malem cuma 100.000,- aja karena saya sekamar berdua jadi cuma 50.000,- per orang.

Kami berangkat dari Semarang jam 06.00 WIB, kumpul di pool bus sukun naik Shuttle busnya Sumber Alam sampai Wonosobo. Harga tiket Rp. 45.000,-
Sebelum memasuki kawasan alun-alun kami diturunkan di pos ojek. Nah dri pos ojek di Wonosobo ini kami naik bus kecil satu-satunya angkutan umum menuju Dieng. Jangan kaget kalo kondisi bus ini seperti tidak layak pakai ya tapi sopirnya handal banget lho..naik bus ini lebih baik kita bayar pakai uang pas aja soalnya waktu saya bayar pake selambar 50.000,- cuma dikasi kembalian 5.000,- padahal kata bapak-bapak di pos ojek tarifnya cuma 10.000,- per kepala. (Noted)

Perjalanan dari Wonosobo menuju Dieng sekitar 45 menit-1 jam. Selama perjalanan mata kita akan dimanjakan dengan berbagai pemandangan indah lahan pertanian, rumah penduduk, bunga liar di sepanjang jalan. Sesaknya bus dan pengapnya udara di dalam bus akan terlupakan sejenak dari pikiran saat kita memandang keluar dari jendela bus :D

Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya sampai juga kami di Dieng. Kami turun dipertigaan Dieng, depan losmen Bu Jono. Dari sana kami ambil jalan ke kiri, mencari penginapan Asri sekitar 150m dari pertigaan, depan masjid Jami Baiturrohman di daerah situ. Setelah check in dan naruh barang, kami segera menjelajah terutama makanan, maklum kami belum sarapan sewaktu berangkat :P. Tujuan makanan yang kami cari untuk brunch ini adalah Mie Ongklok, makanan khas Wonosobo. Akhirnya setelah berjalan kaki kearah berlawanan dari hotel dan bertanya pada orang-oang sekitar kami menjatuhkan pilihan pada Mie Ongklok Nusantara :D. Kami memesan Mie Ongklok ditemani Seporsi Sate Sapi dan rasanya laziiisss.....
Selesai makan kami menunggu adzan dzuhur, setelah lama berselang kami masih ngobrol-ngobrol dan belum ngeh kalo hari itu hari Jum'at setelah sadar barulah kami tertawa dan akhirnya memutuskan untuk menuju kompleks candi Arjuna. Kami menuju candi melalui jalan setapak melewati kebun kentang, banyak petani sedang menggarap lahan mereka dan dalam perjalanan saya dikejutkan dengan pemandangan tak  terduga...jreng..jreng.... Well, saya menemukan bunga Calla Lily...bunga yang saya sukai dan sempet pengen saya pake buat hand bouquet waktu saya nikah :D ga jadi karena mahal dan jarang wkkwkwkwkkw....

Memasuki kawasan Candi Arjuna kami dikenai biaya tiket Rp 10.000,- per orang sudah termasuk area Kawah Si Kidang. Selesai membayar kami berkeliling, photo session dibawah bunga terompet lalu menuju kompleks candi, kemudian selfie :P



                                                         Disini selain selfie kami juga berburu bunga dandelion...Dandelion??apaan tuh? Itu lho bunga kecil yang warnanya kuning kalo udah tua dia bakalan bertransformasi jadi warna putih seperti foto disamping ini dan asik banget buat main tiup-tiupan berasa ada salju turun (LEBAY MODE: ON)    
Oiya dikompleks candi Arjuna ini kamu bisa foto bareng teletubise dan beberapa karakter yang ada di cerita pewayangan. Kami nggak sempet foto bareng mereka soalnya hujan keburu turun. Tarif untuk foto bareng karakter sekitar Rp 15.000,-

-----------------------------------------------------------------
Puas poto-poto dan eksplor candi, kami lanjut ke Dieng Theatre skalian sholat. Selesai solat kami naik ke area atas Dieng Theatre dan terjebak hujan yang cukup lama. Untungnya bawa bekal wafer coklat superman dan pilus apa sih nggak penting banget
Satu hal yang nggak bakalan bikin kamu nyesel duduk di area ini adalah bahwa kamu bisa memandang luas kearah perbukitan nan hijau dan desa disekitarnya. Arsitektur masjid di daerah ini mengingatkan kita akan India, Taj Mahal tepatnya. Jadi ketika angin berhembus sedikit lebih kencang, hujan gerimis dan kamu memejamkan mata, menghirup udara dalam-dalam kamu akan merasa seperti berada di belahan dunia lain apalagi disana sini kamu bisa melihat rimbunnya bunga panca warna , chrysant, calla lily, dan berbagai macam bunga dan tumbuhan lain. Rasanya begitu damai.......


Beranjak dari Dieng Theater dan Kompleks candi arjuna, kami melanjutkan perjalanan menuju kawah Sikidang. Sepanjang perjalanan kami berpapasan dengan banyak mobil dari berbagai daerah yang ternyata juga melakukan liburan kesini, bahkan beberapa turis Korea. Menuju kawah Sikidang kami harus melewati sebuah desa, dimana hampir semua warganya menanam bunga mawar dengan warna-warna fantastis yang membuat kami ber AH-OH ria :D, ketika menemukan deretan Calla Lily kami memutuskan untuk mengambil umbi hasil peranakan untuk dibawa pulang untuk ditanam, kami mengambil beberapa dan hidup setelah saya semai dirumah yey!! :D. Perjalanan yang sempat tertunda karena beberapa umbi Calla Lily akhirnya kami teruskan dan jreng-jreng.....
Panas terik semakin membakar suasana yang memang sudah panas berkat uap panas yang keluar dari letupan-letupan dari kawah  super "massive" ini. Terakhir kali kesini hanya sebagian bibir kawah saja yang berpagar, tapi sekarang sudah lengkap semua syukurlah... 

Walaupun panas, pengunjungnya tetep banyak lho :)
Selesai melihat fenomena alam tadi (read: kawah) kami memutuskan melanjutkan perjalanan kembali ke penginapan, tapi kami mampir di pasar Sikidang dulu. Kami melihat-lihat barang dagangan dan juga makan gorengan, maklum perjalanan panjang kami cukup menguras energi dari semangkuk mie ongklok siang tadi :P. Sambil makan gorengan, saya iseng nanya-nanya ke penjual gorengan ini mengenai Sunrise Tour maklum kemarin sebelum berangkat saya sempat nanya kenalan saya yang nyariin kamar penginapan itu katanya per orang harus bayar Rp 150.000,- naik ojek buset....mahal banget yak batin saya. Setelah ngobrol, nanya-nanya harga ojek PP dari penginapan ke Telaga Cebongan berapa akhirnya kami menemukan kesepakatan harga, 50.000,- per orang menuju Sikunir (Telaga Cebongan) untuk menikmati Sunrise Tour. Harga yang lebih masuk akal dan bisa diterima kan acara jalan-jalan ini juga mengkondisikan keadaan kantong kami :P

Kembali ke Penginapan saat maghrib, kamipun segera membersihkan diri dan bbbbrrrrr....airnya sedingin es di frezer. Waktu kumur buat wudhu and gosok gigi aja gigi jadi sedikit ngilu saking dinginnya. Alamak.... apa boleh buat kamar yang kami pilih tidak termasuk fasilitas air hangat enjoy aja deh :D. Setelah bobok cantik, kami bangun jam 03.00 pagi siap-siap mau Sunrise Tour. Bapak-bapak ojek ontime lho jemput kita jam 04.00. Sepanjang perjalanan menuju Sikunir kami berpapasan dengan banyak pengendara motor dan mobil lain yang juga menuju lokasi Sunrise, macet tak terhindarkan, dan saya kaget karena kondisi jalan yang rusak parah. Aspal lepas dari badan jalan, berserakan tak keruan, bagi yang belum mahir bisa terpeleset. Kondisinya sangat jauh berbeda ketika saya datang kesana Bulan Oktober dan November 2009 ketika saya menemani beberapa warga Britania Raya travel around Java nad Bali Island. Bahkan saat itu Sunrise Tour kami lakukan dengan berjalan kaki, jarak tempuh sekitar 15-20 km, kami berangkat pukul 01.30 saat udara begitu dingin menusuk tulang hanya ber 5 menikmati indahnya langit bertabur bintang dan segarnya udara. Tapi disinilah kami sekarang, berbaur dengan ratusan manusia lain yang memadati jalan beradu suara dan pekatnya asap kendaraan meniti tujuan yang sama Puncak Sikunir. Bahkan Telaga Cebongan yang dahulu dikelilingi lahan pertanian, kini sebagian lahan itu harus digunakan sebagai lapangan untuk parkir kendaraan yang jumlahnya terus bertambah. Jalanan macet, dan kami memutuskan untuk berjalan kaki saja langsung menuju Puncak Sikunir, sedangkan pak ojek tertinggal jauh dibelakang, berebut tempat parkir. 
Jalanan terjal dan tebing curam mewarnai pendakian ke bukit Sikunir, berebut jalur mulus. Akhirnya setelah hampir 30 menit mendaki kami sampai, tapi tempat sudah penuh sesak. Maklum musim liburan jadi pengunjung meningkat drastis. Kami mencari celah dan tempat yang dirasa cocok untuk mengabadikan momen. Here we go :D

Golden Sunrise at Sikunir

Selfie ditengan jalan, ganggu para pendaki lain :P

Telaga Cebongan dari atas

                Dari sini kami kembali ke penginapan untuk ganti kostum, menuju destinasi terakhir -----> Telaga Warna. 
Kami menempuh perjalanan sekitar 10-15 menit karena kami berjalan pelan-pelan sembari menikmati pemandangan dan menunggu loket tiket buka :P
----------------------------
Harga tiket hanya Rp 2.000,- per orang berhubung kami tidak punya uang kecil kami hanya bayar Rp 5.000,- untuk tiga orang. Makasih ya Bapak-bapak penjual tiket... salah sendiri nggak punya kembalian LOL
--------------------------------------------

Memasuki halaman Telaga Warna, kami bertemu rombongan SMA Kuningan yang sedang mendengarkan penjelasan guide. Kami berjalan sendiri dan menemukan pohon tumbang yang menjorok ke telaga sangat cocok untuk spot foto :) Pemandangannya indah...
------------------------------------------------------------
Dari sini kami melewati beberapa gua yang memiliki sejarah masing-masing bahkan ada beberapa yang masih dijaga oleh juru kunci. Suasana sunyi menambah kesan magis saat melewati deretan gua-gua ini tapi anehnya juga menenteramkan. Berbelok ke kiri kami menemukan spot bagus untuk menangkap pemandangan yang layak diabadikan, birunya air berpadu dengan hijaunya rumput dan pepohonan sekitar menciptakan efek pantulan bayangan yang sempurna, cantik!!

Telaga ini disebut Telaga Pengilon karena airnya mampu merefleksikan objek sekitar layaknya cermin. Dalam bahasa Jawa Cermin disebut Pengilon :)
-------------------------------------------------------------

Lelah dan puas menjelajah selama 2 hari 1 malam di Dieng, kami memutuskan untuk kembali ke Penginapan untuk berkemas dan mengejar bus menuju Wonosobo untuk kembali keperaduan- Semarang. Kami Check Out pukul 10.00 berpamitan pada pemilik penginapan sekaligus meminta bibit bunga mawar berwarna Oranye, semoga liburan yang akan datang mawar itu akan tumbuh subur dan berbunga dengan cantiknya . Mengenyahkan lapar kami menepi sejenak memesan hidangan terakhir kami di Dieng tercinta ini. Nasi Goreng Jamur porsi jumbo, dengan rasa bawang yang kuat. Ini cuma Rp 14.000,- :D

               
                  Dengan berat hati kami harus meninggalkan liburan singkat yang begitu menyenangkan  ini, semoga bulan agustus bisa kembali lagi kesini menikmati rangkaian acara Dieng Culture Festival 2014. Menurut Bapak ojek yang nganterin saya event ini biasanya akan dihadiri oleh banyak tourist mancanegara karena akan ada ritual potong rambut gembel, dan katanya lagi.....bulan Agustus biasanya turun es di Dieng. Jadi ketika pagi-pagi kita keluar rumah hamparan putih menutupi lahan pertanian disini. Jadi penasaran seperti apa pemandangan yang katanya memukau itu. :)
      Menyusuri jalur perbukitan, kami turun menuju kota Wonosobo, mengejar shuttle bus lagi menuju Semarang. Turun di alun-alun kota Wonosobo, kami berjalan kaki menuju arah Plaza. tak jauh dari perempatan Plaza kami melihat tanda Sumber Alam, disanalah kami membeli tiket dan langsung diberangkatkan dengan mobil cadangan karena Shuttle jam 13.00 sudah penuh. Jadilah kami bertiga diantar ke Semarang naik 1 buah Shuttle, dan ini beneran shuttlenya isinya ciuma kita bertiga doang!! What a life

Jadi, sampai ketemu di petualangan berikutnya ya.... any idea for the next destination guys? I'm looking forward to it :)

XOXO






No comments:

Post a Comment