Wednesday, June 21, 2017

ASUS E202: DUNIA DALAM GENGGAMAN

"Hampir 95,4% pengguna internet di Indonesia membaca konten berita dari smartphone. Sementara itu, 56,5% pengguna internet di Indonesia rata-rata membaca 4-12 artikel per hari."


***



Melihat hasil survey diatas nggak heran kalau penggunaan gawai maupun perangkat elektronik yang memenuhi kebutuhan terutama yang berhubungan dengan teknologi terus meningkat. Gimana enggak, persaingan dimana-mana, kita dituntut untuk lebih produktif dan kreatif apalagi saingan kita adalah generasi Y dan Z yang kemampuannya jangan dipertanyakan lagi. Lengah dikit pasti bablas deh rejeki hehehe makanya ditengah persaingan yang nggak kenal permisi ini kita harus tetep kreatif walaupun terbentur keterbatasan.

Saya sendiri sebagai seorang sekretaris dituntut untuk bisa kerja cepat, kapanpun dimanapun dan hasil maksimal. Atasan kan taunya cuma beres aja, soal kita yang dibawah keteteran ngerjainnya kan urusan kita sendiri. Lah malah jadi curhat, maap ya.. Pernah tuh kapan hari saya sudah standby di venue, mau ada acara pembekalan softskills buat para calon wisudawan/wisudawati sudah mulai gelar lapak daftar kehadiran para pemangku kebijakan di kantor tiba-tiba ketika pak Boss dateng dengan santainya beliau bilang " Miss i already read the speech, very well done but please arrange the slide so". Nah lo, itu 30 menit sebelum acara di mulai lho dan beliau minta dibikinin slide presentasi yang mendukung pidato beliau! terus aku kudu piye? Ya tetep bikinlah..akhirnya saya cuma manggut-manggut dan lari keluar gedung buat balik ke kantor yang untungnya cuma selemparan kolor (baca: sebelahan) and fiuuhh... thank God ketemu atasan baik hati yang minjemin kunci motor biar bisa menghemat waktu jalan kaki bolak balik buat bikin slide. 

Boss saya yang satu itu memang gitu, ide kreatif selalu muncul disaat terakhir padahal saya sudah nanyain sebelumnya butuh dibikinin slide nggak? katanya enggak makanya saya santai lah giliran hari H berubah pikiran! yang ada saya sebagai sekretarisnya yang kelabakan. Disitu kadang saya merasa sedih.. kalau lagi ketemu moment urgent kaya gini pasti deh muncul pikiran "seandainya aku punya notebook simpel, canggih, dan gaya yang siap sedia disaat genting". Sayangnya nggak punya, sebenernya ada sih cuma laptop saya yang lama dipakai adek yang nggak kerasa sekarang sudah hampir lulus SMA, kemudian dua tahun lalu beli lagi eh sekarang dipakai suami buat kerja. Jadi kalaupun saya mau pakai biasanya harus nanya dulu laptop nganggur nggak soalnya bisa rebutan apalagi kalau sama-sama lagi dikejar date line  kantor maupun hobi :(. 

Akhirnya sekarang saya mulai nabung biar bisa beli notebook impian eh syukur-syukur ada yang mau kasih saya gratisan, akan saya terima dengan senang dan sepenuh hati. Masa iya rejeki di tolak hehehe. Daripada kebanyakan gaya karena keseringan berkhayal, mendingan saya browsing jenis notebook yang sekarang menjamur dari merk hingga specs yang mumpuni. Seolah menjawab doa-doa saya sebagai seorang konsumen kece yang butuh dan senang akan sesuatu yang ekonomis dan dinamis ASUS mengeluarkan notebook seri E202 yang hanya berukuran sebesar kertas A4 dan menggunakan prosesor Intel Hemat daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam dan dapat diisi ulang dengan cepat lewat port USB 3.1 Type-C. Keren kan? Harga? jangan ditanya ramah dikantong juga dong. Jadi sepertinya upaya mengencangkan ikat pinggang yang saya lakukan tidak akan memakan waktu terlalu lama karena dana yang dibutuhkan sangat reasonable. Selain itu ASUS E202 ini menghadirkan warna yang meriah semeriah hari bahagiamu eaaa....

Jadi, apa saja sih yang bikin saya selalu jatuh hati sama ASUS? terutama yang satu ini...

1. UKURAN. Yep ukuran yang ergonomis alias mudah dibawa-bawa karena beratnya yang pas untuk ditenteng kemanapun kita pergi. Jadi kalau kita butuh gerak cepat nggak perlu lagi khawatir dengan tentengan yang bakal menghalangi langkah kita karena desainnya yang super tipis. Hari-hari kita bakalan lebih cihuyy karena beratnya nggak kerasa. Bye bye bad hair day... 

Hidup sudah berat gaes, cukuplah liat timbangan yang jarumnya makin ke kanan nggak perlu ditambahin beban lain yang bisa bikin tambah sedih.

Jadi, raihlah dunia dalam genggaman dimulai dari perangkat yang satu ini :)




2. DAYA TAHAN. Ini penting banget ya gaes punya perangkat andalan yang punya daya tahan baterai maksimal. Jangan sampai saat kita lagi asyik dan serius ngerjain project penting eh keok ditengah jalan. No way... bisa-bisa gagal semua usaha kita.



3. NYAMAN. Pengen kan punya notebook yang walaupun mungil dan bandel tapi juga nyaman di pakai karena selain enteng, touchpad besar dan juga nggak berisik karena fanless yang bakal bikin hari-hari ceria. Sudah cukup denger perintah di kantor yang bikin berisik telinga dan hati :D.




4. WARNA. ASUS emang paling ngerti sama kita para konsumennya yang kadang boring dengan warna yang itu-itu aja (baca: hitam atau putih). Nah, ASUS E202 ini tersedia dalam berbagai pilihan warna semarak seperti Silk White, Dark Blue, Lightning Blue, dan Red Rouge dengan fitur Windows 10 yang dijamin bakalan bikin hari kamu ceria karena performa dan warnanya yang bisa bangkitin mood kamu untuk tetap semangat.



Dan semua kriteria yang saya sebutkan diatas ternyata juga mewakili pemikiran sebagian besar konsumen tentang produk tekhnologi yang baik lho. Bahkan sudah diadakan survey khusus mengenai ini.


So, udah tau kan kenapa saya cinta mati sama ASUS? yep. karena ASUS merupakan brand terpercaya yang mampu mewujudkan keinginan konsumen. So, buat kalian-kalian yang lagi bingung cari produk bagus dan berkelas jangan sampai lupa buat ngelirik produk yang satu ini.


Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com

Tuesday, June 20, 2017

PARTNER IN CRIME

“Sahabat sejatiku hilangkah dari ingatanmu di hari kita saling berbagi... dengan kotak sejuta mimpi aku datang menghampirimu kuperlihatkan semua hartaku..kita slalu berpendapat kita ini yang terhebat, kesombongan di masa muda yang indah”

Sepenggal lirik lagu sahabat sejati milik Sheila on 7 ini mengingatkanku pada sosok yang mengisi hari-hariku selama 11 tahun terakhir sejak di bangku kuliah. Dialah Eka, my partner in crime in these couple of years. Partner in crime? Kok istilahnya gitu banget sih memangnya kamo sering melakukan kejahatan? Hehehe ya enggaklah masa iya anak baik-baik nan kece kaya saya melakukan tindakan kriminal.. no way.. itu cuma istilah kok karena banyaknya hal yang sudah kami lakukan bersama. Saat kuliah kami tergabung dalam satu organisasi yang sama yang menjadi awal persahabatan kami. Kami sama-sama anak pertama yang lahir di keluarga yang di dominasi oleh perempuan, ya dia adalah anak tertua dari lima bersaudara yang semuanya adalah perempuan. Saya pun demikian, hanya saja saya Cuma empat bersaudara. Bisa dibayangkan banyak kisah dalam hidup saya dan Eka yang kurang lebih sama dan  itu lebih memudahkan kami untuk saling mengerti. Oiya, kami dulu juga ikut les bahasa belanda bersama-sama karena tempat organisasi kami bernaung adalah sebuah lembaga budaya indonesia belanda yang merupakan cabang Erasmus Huis di Semarang yang setiap tahun memiliki agenda-agenda kece seperti konser piano, biola, grup band yang memang didatangkan langsung dari negeri kincir angin sana, piknik serta pemutaran film dan agenda-agenda tersebut selalu melibatkan kami. So, wajar kan kalau kami merasa keren saat itu karena sering terlibat di event nasional maupun internasional?


Selama sebelas tahun persahabatan kami ada tahun-tahun yang membuat kami harus sering bepergian karena organisasi yang kami ikuti, terutama saya. Tapi, ada satu perjalanan bersama Eka yang membekas di hati saya. Tahun 2008 kami harus melakukan perjalanan ke barat untuk mencari kitab suci menghadiri acara festival film yang berlangsung di IKJ. Kami berangkat bertiga saya, Eka dan Nina naik kereta api ekonomi yang dulu cuma seharga tiga puluh enam ribu rupiah sekali jalan dengan fasilitas seadanya dimana banyak penumpang gelap yang tidur dibawah bangku kami dan para pedagang makanan sibuk lalu lalang menjajakan dagangan. Kami tidur bergantian karena sudah diwanti-wanti kalau di kereta ekonomi itu banyak copet jadi untuk berjaga-jaga kamipun tidur bergantian walaupun pada prakteknya dua teman saya itu bablas tidur :D. Kami sampai di stasiun pasar senen jam dua pagi, suasana belum terlalu ramai dan kami pun bergegas menuju mushola untuk numpang ke kamar mandi, sembari menunggu waktu subuh. Mushola kecil itu jadi tempat singgah banyak orang, kami harus berbagi ruang yang sempit untuk sekedar duduk menunggu adzan subuh. Tak lama berselang suara adzan berkumandang, kami pun solat setelah itu bergegas keluar mushola untuk mencari bus jurusan stasiun gambir P20. Perjalanan ke stasiun Gambir ternyata tidaklah lama, kami bertiga takjub melihat megahnya ibukota sampai hampir kelewatan untuk turun di Gambir untungnya saya pas nengok ke arah kanan dan melihat tulisan besar “Stasiun Gambir” saya pun langsung teriak ke kondektur “Bang, kiri bang” dan bus pun melambat agar kami bisa turun. Eh dasar nasib sesampainya di Gambir maksud hati penegn numpang mandi ternyata kamar mandinya lagi direnovasi alhasil kami balik kanan dan jalan kaki menuju Istiqlal yang jaraknya berkali-kali lemparan kolor. Syahdu banget deh pokoknya masa-masa itu. Saya sering ketawa-ketiwi kalau inget kejadian ini betapa konyol dan membahagiakannya kala itu. Kata Bapak saya itu namanya modal dengkul alias nekat :D. 

Begitulah yang namanya anak muda, penuh semangat dan tak kenal takut apalagi kalau bisa menjelajah rame-rame. Dan tidak terasa sebelas tahun sudah persahabatan kami terjalin hingga saat ini. Kami masih sering jalan bareng lho sampai sekarang, entah nonton atau sekedar makan bareng. Saya berharap persahabatan kami akan berlanjut selamanya. Kalau kamu gimana? punya sahabat asyik kaya saya juga? yuk ah cerita..oiya makasih banyak buat mbak Tina dan mbak Nunung yang sudah memilih tema ini untuk arisan periode ketiga. See you on the next post ya gaes :* selamat libur lebaran... bye  

Monday, June 5, 2017

KANGENKU PADA MIHUN

Yuhuw..... sudah masuk puasa ke-9 aja nih masih semangat kan ya? walaupun cuaca sudah mulai menunjukkan tanda-tanda memasuki musim kemarau. Tapi cuaca sekarang nggak bisa diprediksi, sebentar panas, sebentar hujan bikin puyeng. Oiya, alhamdulillah di bulan puasa ini saya dipercaya lagi sama Allah untuk jadi rumah bagi calon anggota baru keluarga kecil kami. Yap, akhirnya setelah dua tahun lebih sedikit saya hamil lagi ehehehe...Alhamdulillah ya Allah terima kasih untuk nikmat ini meskipun awal kehamilan saya yang sekarang tidak jauh beda dengan yang pertama, mual. Trimester pertama saya selalu diwarnai dengan mual yang mengakibatkan saya hampir selalu muntah di pagi hari, kadang malah sampai pahit tapi ya di bikin enjoy aja..kalau kita semangat dan penuh energi positif insyaallah si dedek dalam perut juga ikut happy :D.

Si kakak juga seneng dan untungnya sudah berhenti nenyen tanpa drama...gampang banget berhentiinnya, saya sangat bersyukur. Walaupun kadang suka ga tega juga kalau lagi liatin si sulung tidur nyenyak disamping saya, habis doi anaknya gitu...nggak neko-neko :D. Suami alhamdulillah juga seneng jadi semoga kehamilan kedua ini akan berlalu dengan menyenangkan hingga waktunya tiba utuk bertemu langsung dengan si dedek. Pun rewang saya juga ikut bahagia, jadi untuk sementara kayaknya everything's gonna be alright ya.

pic: google


Ditengah kabar membahagiakan ini ada satu hal yang masih jadi ganjalan di hati, sudah sejak sebelum hamil saya pengen banget makan mihun alias mie pentil atau ada juga yang bilang mie lethek karena warnanya emang gitu ga kinclong hehehe. Apaan sih mihun ini? itu mie kenyal yang dijual di pasar di Jogja, dibungkus daun jati, ditaburi brambang goreng dan ada sambel uleg mentah. Rasanya? jangan ditanya...buat saya sih itu enak banget salah satu jajanan favorit dari kecil. Saya selalu nitip ini kalau simbah ke pasar soalnya rasanya otentik banget dan ngangenin apalagi bau daun jati yang dijadikan bungkus menambah kenikmatan setiap kali menyantapnya. Tapi apa daya sekarang kan harus ikut suami yang berarti mudik ke Kebumen dan belum tau apakah tahun ini bisa mampir Jogja juga atau enggak. Semoga aja ya lebaran kedua atau ketiga nanti masih ada waktu libur yang akhirnya bisa bikin saya sekeluarga menyambangi Jogja juga amin. Soalnya udah kepengen banget makan itu mie, selain itu biar bisa kumpul keluarga Jogja juga yang punya tradisi piknik bersama di setiap lebaran meski cuma main ke pantai dengan membawa bekal sendiri. Utamanya sih kumpul dalam kebersamaan hangat keluarga yang tidak didapatkan di hari-hari biasa. 

Pernah pas lebaran tahun 2014, jaman saya awal hamil si sulung saya ikut pulang ke Jogja. Lebaran kedua kami ada acara arisan trah keluarga pawiro radono (simbah buyut saya) ke daerah Nglipar Gunung Kidul. Jam 13.00 sudah selesai acaranya, akhirnya perjalanan pulang kami mampir dulu ke Pantai Ngobaran dan Nguyahan yang suasananya kaya di Bali. Pantainya cantik, bahkan di pantai Nguyahan kita bisa menemukan bintang laut bertebaran yang bisa kita ambil dan ajak foto hehehe. Pasirnya putih dan ombaknya bersahabat, duh jadi pengen berkunjung kesana lagi deh ngajakin anak dan suami juga biar anak saya kenal laut. Biar nggak takut kalau liat ombak hehehe..

Nah itu tadi hal yang paling aku kangenin saat ini, mihun dan juga kebersamaan bareng keluarga saat lebaran yang menjadi tema arisam blog ketiga gandjel rel. Makasih buat mbak Aley dan mbak Rizka yang berhasil narik arisan putaran ini. Semoga tulisan saya nggak bikin baper yang lain ya karena nyerempet ke makanan juga ehehhee.. selamat berpuasa dan tetap semnagat ya gaess... sampai jumpa di putaran arisan selanjutnya :D.