Monday, December 4, 2017

GURU, INSPIRASIKU...

Illustrated by google

Hai gaes apa kabarnya di penghujung akhir tahun 2017 ini? Semoga sehat selalu ya..amin. Nggak kerasa udah masuk musim hujan ya..hampir setiap hari hujan turun mulai dari pukul 12.00 ke atas... antara seneng dan sedih. Seneng karena cadangan air berlimpah tapi sedih juga karena cucian jadi lama keringnya. Aduh ini kok emak malah curhat :D.

Anyway di akhir bulan November lalu Indonesia baru saja merayakan Hari Guru lho, tepatnya di tanggal 25 November 2017. Waaah seru ya..selain diperingati dengan upacara khusus hari guru di beberapa daerah juga ikut dimeriahkan dengan acara jalan sehat atau lomba untuk para guru sebagai wujud apresiasi. Selamat Hari Guru ya untuk seluruh Guru yang ada di Indonesia, semoga bisa membantu mencetak dan mewujudkan generasi yang bisa memajukan bangsa kelak! Amin.

Guru, kata orang jawa adalah kepanjangan dari “digugu lan ditiru” maksudnya adalah seseorang yang bisa dipercaya baik perkataan maupun perbuatannya dan bisa dijadikan panutan untuk hal-hal yang baik tentunya. Di keluargaku sendiri profesi guru sangatlah membumi dimana pakde, budhe, om tante bahkan kedua orang tuaku sendiri berprofesi sebagai guru. Alamak.. jadi profesi ini seperti profesi utama di klan keluarga besar simbah hehehe tapi entah mengapa dunia mengajar tak menarik minatku, tapi tetep aja ujung-ujungnya dapet jodoh pengajar juga walaupun levelnya lebih tinggi..pengajar mahasiwa :P. Lah jadi curhat lagi...

Memiliki keluarga yang di dominasi oleh profesi guru pernah membuatku agak tertekan juga ketika tiba saatnya untuk melanjutkan jenjang pendidikan di universitas. Aku sempat berdebat sengit dengan kedua orang tuaku. Mereka ingin aku menjadi guru, tapi itu bukanlah panggilan hatiku. Mereka ingin aku masuk jurusan pendidikan bahasa inggris tapi aku maunya sastra inggris. Berkali-kali kucoba yakinkan mereka bahwa peluang kerja untuk lulusan sastra inggris juga banyak termasuk menjadi pengajar kalau mau. Akhirnya mereka pun luluh dan membiarkanku mengambil jurusan yang aku pilih dengan catatan aku akan menanggung segala resikonya dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Sebagai anak pertama dalam keluarga, aku dituntut untuk selalu menjadi teladan yang baik untuk adik-adikku. Beban yang cukup berat untuk ditanggung, namun support keluarga menjadikan semua itu tak terasa sebagai beban. Untungnya aku memiliki orang tua yang berpandangan terbuka, terutama soal pendidikan anak-anaknya. Selama menempuh pendidikan tuntutan orang tua soal prestasi kadang bikin sakit hati ataupun sakit gigi tapi nyatanya tuntutan itu pula yang mengantarkan kesuksesanku. Terima kasih ya Pak, Bu sudah mau mengerti keinginan anakmu yang satu ini.

Oiya selain punya keluarga yang selalu support, aku juga punya beberapa guru keren yang penuh inspirasi. Salah satunya adalah dosenku semasa kuliah dulu. Beliau termasuk salah satu dosen yang sangat disiplin terutama soal waktu, Ibu Christine namanya. Beliau sudah sepuh tapi jangan ditanya soal disiplin..beliau jagonya. Kuliah jam 07.00 pagi, tapi jam 06.50 sudah stand by di ruangan sambil menunggu mahasiswanya yang datang tergopoh-gopoh karena takut terlambat, termasuk aku wkwkwk ketahuan deh :P.

Well, meskipun ibunya super disiplin tapi menurutku beliau ini sangat asyik. Beliau punya logat khas ketika berbicara dan beliau senang berbagi pengalamannya ketika tinggal di beberapa negara saat masih kecil hingga remaja yang banyak menginspirasi dan lagi beliau juga suka membaca dan beberapa pengarang favorit beliau juga merupakan pengarang favoritku. Kami sering bertukar pikiran dan setelah lulus pun kami kadang masih saling berkirim salam karena kebetulan beliau mengajar di beberapa jurusan tempatku bekerja. Terima kasih Bu Christine karena telah berbagi begitu banyak pengalaman yang bisa saya ambil hikmahnya dan menjadikan saya orang yang berdedikasi terhadap apa yang saya tekuni.

Nah, itu dia sepenggal pengalaman bersama guru-guru kehidupanku yang sangat berharga. Terima kasih juga untuk mbak icha dan mbak yuli yang sudah mengangkat tema pengalaman berkesan bersama guru dalam rangka memperingati hari guru dan juga tema arisan ke 16 Blogger Gandjel Rel. Semoga berkenan ya..

Kalau kalian sendiri punya pengalaman berkesan bareng guru semasa sekolah dulu nggak gaes?



5 comments:

  1. Sastra inggris juga yaak. Salim aah... aku juga anak sastra yg jadi guru. Alhamdulillah 😉

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi iya mbak rahma..wah mbak rahma alumni sasing juga ya? salim juga ah....

      Delete
  2. Wah senangnya mb masih bisa silaturahiim dg guru..aku lost ki mbk. Btw mb dani brrt sejurusan sama mb arina yaa? :)

    ReplyDelete
  3. Wah senangnya mb masih bisa silaturahiim dg guru..aku lost ki mbk. Btw mb dani brrt sejurusan sama mb arina yaa? :)

    ReplyDelete