Thursday, April 26, 2018

HOW TO DEAL WITH AUDIENCE



Manusia sudah diberikan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain sejak hari pertama dilahirkan ke dunia. Salah satunya adalah kemampuan untuk berbicara yang kita tahu tidak dianugerahkan kepada makhluk lain seperti binatang misalnya. Ngeri nggak sih kalau misal binatang di sekitar kita bisa ngomong? selucu-lucunya mereka buat saya akan terasa tetap lucu kalau mereka tetap diam alias nggak bisa ngomong. Dan saya nggak kebayang gimana reaksi orang-orang kalau liat binatang pada bisa ngomong :P.




Mengelola anugerah spesial dari Tuhan ini ternyata juga gampang-gampang susah lho gaes. Kok bisa? ngomong kan tinggal ngomong aja, apa susahnya? Kalau ngomong biasa alias yang nggak butuh otak untuk mencerna omongan kita sih oke-oke aja. Tapi kalau ngomong di depan orang banyak? kan nggak bisa sembarangan, itu ada ilmunya.

Sebagai seorang pekerja kantoran yang sering dan harus handle serta berkoordinasi dengan banyak orang dalam satu waktu, mengharuskan saya punya skill lebih terutama dalam hal berkomunikasi. Selain bergaul dengan orang-orang yang bisa menularkan ilmu dalam berkomunikasi saya juga harus belajar. Untungnya beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan belajar tentang public speaking bareng Akademi Bicara yang digawangi oleh Nessa Ghozal dan Adi Siswowidjono yang merupakan mantan penyiar radio kondang di Semarang.

Di acara ini saya dan peserta lain dibukakan wawasan baru tentang pulic speaking atau kiat-kiat berbicara di depan umum. Pasti banyak diantara kita yang masih kesulitan berbicara di depan umum walaupun sudah biasa bertemu dengan banyak orang juga. Melalui Akademi Bicara saya jadi tahu tips jitu untuk menghalau panik saat bicara di depan orang banyak. Mau tahu apa aja tipsnya? Baca sampai akhir ya...

PANIC MANAGEMENT

1. Kenali tanda-tanda panik pada tubuhmu 
tanda-tanda kepanikan berbeda pada setiap orang misanya mual, keringat dingin, gemetar hebat atau malah makin banyak ngomong. Kalau sudah tahu tandanya kamu harus mencari metode yang cocok untuk menenangkan diri. Salah satu yang bisa dilakukan adalah menulis apapun yang terlintas di kepala, utamanya untuk transfer energi negatif agar mengurangi kecemasan yang ada. 

2. Siapkan diri untuk dinilai dan ditatap
Berani bicara di depan banyak orang berarti kita juga harus siap mental untuk minimal ditatap lalu dinilai. Baik dari segi penampilan, performa ataupun yang lainnya. Pokoknya kita harus legowo terhadap apapun penilaian orang tentang kita. Take it easy...

Terus kalau panik sudah teratasi berarti tinggal stage performance dong sekarang? Dalam berbicara pasti ada tujuan yang pengen diraih dong? tujuan dari berbicara adalah maksud tersampaikan, agar maksud tersampaikan kita harus bisa meraih kepercayaan audience kita. Gimana caranya?

1. SENYUM
Senyum adalah senjata rahasia yang paling ampuh untuk memecah ketegangan, dan menceriakan suasana. Tapi senyumnya harus tulus ya jangan palsu. Kalau ketahuan palsu bukannya mendapatkan perhatian dan kepercayaan dari audience yang ada ntar kita malah dicuekin. Duh jangan sampai deh!

2. KONTAK MATA
Jaga kontak mata dengan audience atau lawan bicara, tapi jangan terkesan sedang memelototi ya supaya yang diajak bicara tidak takut. Seperti kata pepatah dari mata turun ke hati begitu juga dengan komunikasi. Apalagi mata adalah jendela jiwa, isilah mata kita dengan hal-hal positif yang bisa mengundang orang yang melihatnya untuk masuk lebih dalam.

3. ATTITUDE
Omongan yang meyakinkan juga harus diimbangi dengan perilaku yang mendukung supaya audience semakin percaya. Intinya sih harus percaya diri, jangan takut salah karena yang tahu itu salah atau enggak kan hanya kita sendiri. Usahakan agar audience tidak tahu kan kita aktornya hehehe. 


credit to mbak Ika

Nah, itu tadi tips jitu yang saya dapat dari akademi bicara. Terima kasih untuk mbak Nessa dan Mas Adi yang sudah berbagi ilmu berharga yang harus dikuasai oleh semua orang. Dan terim akasih juga untuk titik tengah partnership yang membuka kesempatan para perempuan semarang untuk semakin maju.








2 comments:

  1. Intinya sih tetep jadi diri sendiri ya. Senyum, menatap dengan bersahabat, dan percaya dengan kemampuan diri kita

    ReplyDelete