Thursday, October 27, 2016

NGEBLOG, BERBAGI DENGAN HATI....


Waaah…nggak kerasa sudah hampir 6 bulan nggak update blog.  Ya salaam..lama banget yak..jadi malu ehhehehe… tapi berhubung hari  ini adalah Hari Blogger Nasional jadilah saya menyempatkan diri menulis dan ikutan posting serentak bersama Blogger Gandjel Rel tentang alasan bikin blog biar malunya nggak berkepanjangan.

Saya pertama kali bikin blog sekitar akhir tahun 2012 setelah menikah. Waktu itu alasan saya bikin blog hanya untuk menyalurkan hobi mengosongkan luapan emosi yang kadang naik turun biar nggak baperan dan juga berbagi hal-hal yang bermanfaat lewat tulisan. Tapi, kebanyakan tulisan saya yang baper-baper nggak saya posting kok, hanya sebatas draft yang penting luapan emosi tersalurkan jadi jangan takut mampir karena takut jadi ikutan baper ya!! hehhehehhe. Lalu, suatu hari saya diminta berbagi tips seputar persiapan pernikahan oleh seorang teman yang kala itu hendak menikah. Jadilah saya membuat tulisan seputar pernikahan berdasarkan pengalaman pribadi saya. Lama berselang saya menghilang, melupakan blog saya hingga jamuran dan lumutan (malu) sekitar 2 tahun kemudian saya menemukan sebuah komunitas blogger di kota saya tinggal saat ini, Semarang.  Bersama komunitas ini saya mulai berkembang, jadi rajin nulis dan posting ke blog, plus saya juga jadi punya kenalan baru-keluarga baru, yang ternyata semuanya adalah orang-orang hebat. Saya bangga bisa menjadi bagian dari komunitas ini. Disini, saya jadi ketemu teman saya semasa kuliah yang ternyata sekarang sudah menjadi blogger aktif, tulisannya banyak menginspirasi termasuk saya. Oiya, nama komunitas ini adalah Gandjel Rel diambil dari salah satu makanan khas kota Semarang sendiri.

Sejak gabung Gandjel Rel awal tahun 2016 lalu, saya jadi makin rajin nulis dan posting  lho! Hasilnya? Ternyata banyak yang berkenan, alhamdulillah.  Sejauh ini tulisan saya masih berkutat seputar tips, resep, jalan-jalan, uneg-uneg, dan lomba yang nggak pernah menang hehhehehe..abaikan saja bagian ini. Meskipun begitu saya tetap gembira karena saya yakin diluar sana ada orang-orang yang juga gembira ketika membaca tulisan-tulisan saya. Entah karena menemukan resep baru, info nggak penting seputar jalan-jalan, resep masakan, atau sekedar membaca hal-hal remeh yang saya posting. Ternyata bahagia itu sederhana, cukup dengan berbagi dengan hati. Banyak hal yang bisa kita lakukan dengan berbagi, dari berbagi senyum, berbagi harapan, berbagi cerita, dan masih banyak bagian-bagian lain yang bisa kalian isi sendiri :D. Sebagai orang yang sangat gemar membaca, kadang saya merasa bosan jadi untuk mengusir kebosanan saya itu saya menulis di blog. Alasan lain saya menulis di blog adalah tagline yang saya buat ini “Kala Membaca Tak Lagi Cukup, Menulislah!”. Menulis selain membantu mereduksi hal-hal negatif juga berdampak positif pada sel-sel otak yang terus meregenerasi agar kita terhindar dari penyakit pikun. Asik bnaget kan? Selain menyalurkan hobi, membahagiakan orang lain ternyata menulis juga baik untuk kesehatan! Semoga semakin banyak orang yang gemar menulis dan juga membaca.


Tapi saya pribadi ibarat anak kecil yang sedang belajar merangkak, tertatih mengikuti kemajuan, mencoba menyerap ilmu dari orang-orang hebat di sekeliling saya. Mencari momen yang tepat supaya saya bisa ikut mengalir dan konsisten dalam menulis dan berbagi dengan hati. Saya malu karena semangat menulis saya masih angot-angotan, belum bisa mengikuti ritme manajemen waktu saya sendiri, padahal banyak temen-temen blogger yang jauh lebih sibuk dari saya tapi masih sempat nulis setiap hari. Salut untuk teman-teman semua, semoga saya bisa mengikuti jejak kalian mulai membenahi manajemen waktu sehingga bisa terus berbagi dengan hati lewat narasi. Hasyah….Amin.
Itu tadi alasan saya suka ngeblog, kalau kamu apa gaes?


Anyway, Selamat Hari Blogger Nasional ya….. Semoga Blogger makin eksis!!!!
  

Tuesday, June 7, 2016

ORIKO, CHICKEN NUGGET ALA ARCHA BELLA

ORIKO--Healthy and Delicious!!
Woops setelah sebulan lebih off dari dunia blogging akhirnya bisa juga berbagi kabar gembira untuk kita semua (berasa lagi nyanyi theme song iklan ) please abaikan ini. Oiya, bulan lalu alias mei 2016 saya nyobain HOMEMADE CHICKEN NUGGET buatan seorang teman yang dinamai NUGGET ORIKO. Berhubung saya termasuk penganut aliran emoh ribet dalam nyiapin urusan makan jadilah saya pesan 1 box nugget ayam itu untuk stok sehari-hari. Well, karena itu homemade nugget dan yang bikin juga punya banyak kesibukan (maklum seleb Semarang.. psssttt), saya nunggu dua hari dan akhirnya dianterin ke rumah (makasih banyak ya suaminya mbak Archa,... kiss-kiss---> langsung digetok Mbak Archa). 

Oiya, kebetulan pas nuggetnya dianterin saya lagi keluar untuk belanja, jadilah dititip ke Mak Yah  (ART) yang ada dirumah. 1 Box itu isinya 60 biji, lumayan banyak ya..dibandrol dengan harga 130.000,- dengan ukuran nugget yang cukup besar, bentuknya kotak kalau digoreng mirip jadah. Suami saya aja hampir ketipu, dikira jaddah goreng udah mau nyomot aja padahal dia vegetarian, kocak deh kalau inget ekspresi kagetnya :P. Nah, malamnya saya cobain tuh goreng si nugget oriko sampai agak kecoklatan buat lauk makan malam sama sayur sop. Saya gigit sedikit..hmm...rasanya endeees margondes bo'!! Nampol banget gurihnya...lembut banget dalemnya..dan nuggetnya gendut-gendut. Cihuiiyyy banget deh pokoknya... anak saya juga doyan nyemil ini.


Mirip kan sama Jaddah goreng? :D



Kenapa Nugget Oriko??

Selain senang mencoba hal-hal baru termasuk makanan, saya juga penggemar nugget karena konsep praktis yang saya anut. Laper nggak ada lauk tinggal goreng, tanggal tua kepengen irit tinggal goreng  lagi buat bekal plus saos buat cocolan, daaan yang utama adalah saya tau kualitas rasa juga kandungan gizinya yang terjamin karena bebas pengawet. Lagian seneng juga kan kalau usaha teman kita laris manis?

Pengen nyobain nugget oriko juga? bisa nih pesan via WA kesini 087832220229 atau FB  Archa Bella. Silakan inbox yang bersangkutan untuk tanya-tanya atau pesan langsung. Dijamin nggak akan kecewa deh. Apalagi sekarang lagi musim sahur bisa banget buat stok Ramadhan, kali aja bangun kesiangan jadi nggak takut kelupaan sahur karena nggak ada lauk :).

Selamat nyobain nugget Oriko dan siap-siap ketagihan ya guys :)

Friday, April 15, 2016

MY BLUE BIRD MENCERAHKAN DUNIAKU

Uji Coba Aplikasi My Blue Bird bersama teman Blogger- Dok. Blog Mama Lala
Tanggal 13 Februari 2016 lalu saya berkesempatan ikut blogger gathering Semarang yang diadakan oleh PT. Blue Bird Semarang yang berkantor di Jl. Brigjend Sudiarto No.492 Pedurungan Semarang Timur dalam rangka launching applikasi My Blue Bird. Akhirnya aplikasi ini bisa digunakan di Semarang, Alhamdulillah. Acara ini dihadiri oleh sekitar 30 orang media activist. Saya adalah salah satu perwakilan dari Komunitas Blogger Gandjel Rel Semarang dari 15 orang yang mendaftar. Acara dimulai pukul 10.00 dan saya terlambat sekitar 20 menit dikarenakan jalanan yang padat merayap. Sesampainya di kantor saya mengisi daftar peserta pada bagian nama saya dan berselfie di photo booth yang sudah disediakan Blue Bird. Memasuki ruangan, suasana cukup hening mengingat di depan sudah mulai ditayangkan slide presentasi dari Blue Bird yang disampaikan oleh Bapak R. Nur Wijaya yang merupakan Branch Manager Blue Bird area Semarang. Dan saya pun duduk dibangku baris depan segera mengikuti presentasi mengejar ketertinggalan.

Mendengarkan penjelasan dari Pak Wijaya saya jadi tahu pendiri Blue Bird adalah seorang perempuan. Adalah Mutiara Siti Fatimah Djoko Sutono atau yang dikenal dengan Bu Djoko oleh para pegawainya, seorang wanita tangguh yang ada dibalik layar kesuksesan Blue Bird. Menjanda di usia muda tak menyurutkan tekad beliau untuk terus berusaha mencukupi kebutuhan keluarga, mulai dari berjualan telur dan batik. Kesempatan berharga itu datang ketika suami Bu Djoko mendapat pesangon dua buah mobil sedan bekas sebagai penghargaan. Dua buah mobil inilah yang menjadi cikal bakal perusahaan besar Blue Bird, dahulu namanya Chandra Taxi (Nama Anak pertama Bu Djoko).

Mutiara Djokosutono

Kenapa Blue Bird? 


Terinspirasi dari kisah si burung biru yang membawa keberuntungan bagi seorang gadis cilik berdasarkan cerita asal daratan Eropa, Bu Djoko akhirnya memutuskan untuk memberi nama usaha taxinya Blue Bird dengan harapan akan selalu beruntung dalam perjalanannya untuk menjadi semakin besar. Blue Bird berkembang pesat dibawah arahan Bu Djoko yang bertangan dingin, beliau adalah seseorang dengan etos kerja tinggi, disiplin tanpa melupakan unsur kekeluargaan demi kesejahteraan para pegawainya, karenanya Bu Djoko sangat dihormati.  PT Blue Bird Group sangat memperhatikan kesejahteraan para pegawainya yang tertuang dalam beberapa kegiatan Pemberian Beasiswa bagi anak-anak pegawai Blue Bird untuk Jenjang SMA hingga Kuliah, Mengadakan Pelatihan yang dapat menumbuhkan keterampilan untuk berwirausaha bagi para istri pegawai, dan lain-lain. Hingga kini, PT. Blue Bird Group telah melebarkan sayap di bisnis Pengiriman barang, kontainer, dan lain-lain.


Atas komitmennya yang terjaga kepada pelanggan Blue Bird dinobatkan sebagai Taksi dengan Pengembalian Barang terbanyak oleh MURI (Museum Rekor Indonesia) 

Berpegang teguh pada MOTTO ANDAL (AMAN NYAMAN MUDAH PERSONALIZE) Blue Bird Group berusaha meningkatkan pelayanan untuk kepuasan pelanggan semata melalui Aplikasi My Blue Bird. My Blue Bird merupakan penyempurnaan Aplikasi Pemesanan Taxi dari Blue Bird Taxi Mobile Reservation yang sudah digunakan sejak tahun 2011 yang menjadikan Blue Bird perusahaan taxi pertama di Indonesia yang memiliki layanan reservasi via aplikasi mobile. Dengan aplikasi ini pelanggan dapat memesan taxi lebih mudah, aman, dan nyaman. Aplikasi My Blue Bird juga memungkinkan pelanggan dan driver taxi untuk memantau posisi masing-masing, berdasarkan titik lokasi lewat peta digital sehingga dapat memperkirakan waktu kedatangan taksi. Akses ini menjadi poin lebih karena pelanggan dapat memperkirakan perjalanan dengan lebih akurat dan nyaman serta dapat melihat estimasi biaya perjalanan. Selain itu aplikasi ini juga memiliki keistimewaan yang disebut dengan fitur Call Driver. Fitur ini membantu pemesan untuk menelpon driver armada yang akan datang menjemput tanpa harus menghubungi operator karena nomor hp driver sudah tertera. Tapi nomor pemesan tidak akan terlihat, jadi nomor pelanggan tetap aman karena dirahasiakan dengan standar keamanan tinggi.  Asik kan? iya dong... Blue Bird kan selalu ingin memuaskan pelanggannya :D.

Aplikasi ini bisa diunduh gratis di mybb.bluebirdgroup.com di smartphone kesayangan Anda lho via Google Playstore, Apple Store, dan Blackberry App World. Untuk Windows Phone sementara belum bisa semoga pihak Blue Bird Grup akan segera membantu para pengguna Windows Phone untuk ikut menikmati aplikasi ini. Selamat menikmati aplikasi My Blue Bird



Teruntuk Blue Bird, sebagai salah satu pelanggan setia saya sangat menyambut baik aplikasi ini karena terbukti praktis. Pelanggan tidak perlu lagi menghubungi operator yang kadang sibuk ketika ditelepon padahal sedang buru-buru karena aplikasi ini membantu pelanggan untuk berhubungan langsung dengan driver taxi. Saya ingat tahun lalu ketika saya hamil tua, suami sering keluar kota untuk urusan pekerjaan akhirnya saya harus pulang sendiri. Padahal rumah saya tidak dilalui jalur angkot jika sudah sore, akhirnya saya sering menggunakan jasa Blue Bird untuk mengantar saya pulang ataupun bepergian ke tempat yang cukup jauh. Pun ketika saya dan suami harus mengejar penerbangan pertama untuk urusan pekerjaan, Blue Bird selalu menjadi pilihan kami. Ibarat cinta tak kan pindah ke lain hati ehehehe... Saya merasa sangat terbantu dengan keberadaan Blue Bird dengan jaminan kepuasan pelayanan. Apalagi driver-driver Blue Bird sangat ramah, tapi tidak berlebihan sehingga kenyamanan pelanggan tetap terjaga. Saya sendiri termasuk tipe pelanggan yang senang mengobrol jadi tidak masalah jika diajak ngobrol ngalor ngidul. Terima kasih Blue Bird :D.



Tulisan ini diikutsertakan pada My Blue Bird Blogging Competition yang diselenggarakan oleh PT Blue Bird Tbk.

Thursday, April 14, 2016

LAVA TOUR, MENJAMAH SISI LAIN MERAPI


Siapa yang tak kenal merapi? kita sebagai masyarakat Indonesia apalagi yang tinggal di Jawa pastilah mengenal salah satu gunung paling aktif di dunia ini. Apalagi pasca erupsi 2010 lalu, Merapi makin nge-hits :D. Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya bersama rekan kantor mendapat kesempatan untuk mencicipi serunya menjelajah Merapi. Serunya dimana? Seru karena kami diajak berkeliling merapi melalui jalur tidak biasa, lebih tepatnya jalur lahar dingin Merapi yang telah membumi hanguskan ratusan rumah warga dan juga warga itu sendiri. Yup, kami diajak berkeliling merapi dengan mengendarai mobil Jeep Willys untuk off road melalui paket wisata Lava Tour Merapi Kaliadem. Seru kan? Seruuuu dong tapi kayaknya nggak seru deh kalo belum nyobain sendiri hehhehe gaya banget yah mentang-mentang udah nyobain.

bersama Rombongan kantor 

Kami serombongan dari kantor, sekitar 50 orang berangkat dari Semarang menuju Jogja, tepatnya daerah Kaliurang untuk melakukan rehat sejenak dari rutinitas kantor. Kami mengadakan semacam piknik bersama sekaligus sesi motivasi agar kembali semangat dalam bekerja. Kami berangkat selepas sholat Jumat dan sampai di Wisma tempat kami menginap sebelum Maghrib, maklum jalanan di akhir pekan padat merayap. Malam itu kami istirahat.

Paginya setelah sarapan kami diajak untuk olahraga sebentar dan juga melakukan pemanasan lewat beberapa permainan yang membutuhkan tingkat konsentrasi tinggi dan juga kerjasama yang solid dari tim. Permainan berlangsung seru hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 09.00. Waktunya tour... yeay!!

Waktu itu kami dibagi menjadi beberapa kelompok berisi 4 orang karena Jeep hanya muat dinaiki maksimal 5 orang termasuk driver. Cuaca cukup hangat dan langit cerah, kami diajak menyusuri kaliurang lewat jalur yang berbeda, memasuki perkampungan, mendaki perbukitan, dan saling mengejar dengan jeep lain. Menyusuri lautan debu pasir sisa erupsi Merapi bukanlah hal mudah. Medan yang sulit dan rute yang terjal memaksamu untuk terus berpegangan supaya tidak jatuh ketika pengemudi menginjak rem atau memacu gas dalam-dalam. Tapi disitulah letak keseruannya! Adrenalinmu bakal terpacu.

Sebelum merangsek naik di ketinggian Merapi, kami diajak mampir ke Museum Sisa Hartaku. Museum ini berisikan barang-barang kenangan yang menjadi saksi bisu ganasnya letusan Merapi. Botol kaca yang meleleh, rangka sepeda motor, peralatan memasak yang rusak berat dan berselimutkan debu, hingga kerangka hewan peliharaan. Sebuah jam yang berhenti diangka 00.05 menjadi penanda waktu terjadinya tragedi tersebut. Dari sini perjalanan menuju Merapi semakin meliuk diwarnai kepulan debu dari jeep barisan depan. Kami saling memacu gas, berkejaran menjadi yang terdepan sembari menikmati pemandangan hijau disekitar dan sejuknya angin pegunungan. Kaliadem, yang dulunya kawasan hutan yang cukup asri berubah menjadi lautan pasir. Jejak lain keganasan Merapi. Disini kami menyaksikan kegagahan Merapi dari dekat, mengagumi dan memuja ciptaan-Nya. Selain itu kami juga masuk ke dalam bunker yang dibangun untuk menyelamatkan diri tatkala terjadi erupsi namun tetap ada yang meregang nyawa disana. sebelum meninggalkan Kaliadem kami diajak untuk merenung sejenak, bersyukur karena masih diberikan berkah kehidupan sehingga bisa menikmati dan mengagumi berbagai keindahan ciptaanNya dan mendoakan saudara-saudara yang sudah menjadi korban Merapi. Semilir angin melambungkan doa-doa kami dan meniupkan harapan baru lewat pasir yang berbisik.

Rombongan Jeep dan kepulan debu

Kerangka Hewan Ternak

Jam Legendaris Saksi Bisu Erupsi Merapi

Narsis dikit di lereng Merapi

Beranjak dari Lereng Merapi di Kaliadem, kami menyusuri jalanan yang sama untuk pulang ke penginapan. Namun keseruan belum berhenti sampai disitu. Jeep kami di belokkan menuju arah Kali Kuning untuk bermain air sebentar. Yang paling seru adalah setelah melewati jalanan sempit yang curam dan berkelok Jeep akan digeber dengan kencang masuk ke dalam sungai. Byuur....jeep membelah air dan kami lewat diantara air yang berderak naik, membasahi seluruh tubuh. Meski dingin dan tubuh kotor terkena air serta lumpur nyatanya hal ini membuat ketagihan dan ingin mengulanginya lagi dan lagi. Sayang sekali kami tidak sempat berfoto di sesi ini.

Bagi saya, ini adalah salah satu liburan terseru bersama teman-teman kantor yang pernah saya ikuti. Penasaran dengan keseruannya? Silakan mencoba sendiri bersama keluarga atau orang-orang terdekat dijamin asik. Selamat berlibur.



Wednesday, April 13, 2016

NAPAK TILAS SEJARAH DI MUSEUM KERETA API AMBARAWA

Peron Stasiun Ambarawa

Ambarawa merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Semarang atau Semarang Coret :) yang memiliki pesona tersendiri di industri pariwisata. Sebut saja Rawa Pening, Museum Kereta Api, Kampung Kopi Banaran hingga Goa Bunda Maria Ratu yang tersohor. Namun kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Museum Kereta Api lagi setelah pengalaman pertama saya berkunjung di tahun 2008 lalu dia acara Herritage Walk. Tanggal 27 Maret 2016 adalah momen jalan-jalan lengkap saya yang pertama setelah memiliki anak. Kami berangkat pukul 07.30 dari rumah dan sampai disana pada pukul 08.30 setelah sebelumnya berhenti beberapa menit untuk sarapan. Suasana parkiran masih lengang begitu pula ketika memasuki area lobby loket untuk membeli karcis. Tiket masuk seharga Rp 10.000,- per orang untuk dewasa, dan gratis untuk anak usia 0-3 tahun. Kami menyusuri lorong di belakang loket menuju area stasiun sambil mengamati papan-papan MMT yang berisikan ilustrasi gambar pemuugaran berbagai stasiun yang ada di Jawa Tengah termasuk stasiun Tuntang dan Kedung Jati (Purwodadi). Di seberang hiruk pikuk pengunjung mulai terlihat terutama area peron yang kami tuju untuk membeli tiket kereta rute Ambarawa-Tuntang. Syukurlah antrian tiket tidak begitu mengular, sehingga kami masih kebagian tiket keberangkatan pertama pada pukul 10.00 WIB.

Usut punya usut kereta wisata Ambarawa-Tuntang ini hanya beroperasi setiap hari minggu dan juga tanggal merah. Dalam setiap operasi ada 3x keberangkatan yaitu pukul 10.00, 12.00, dan 14.00. Selain kereta diesel ada juga kereta uap yang bisa di sewa dengan minimal rombongan yang berisi 20 orang. Harga sewanya pun tak main-main Rp. 10.000.000,- untuk kereta uap karena harga kayu jati untuk bahan bakar saja sudah mahal. Kereta diesel pun ternyata juga bisa disewa lho, kapasitas 1 gerbong kereta diesel adalah 40 orang dengan harga sewa Rp. 5.000.000,-. Rute kereta ada dua Ambarawa-Bedono-Ambarawa (Kereta Uap) dan Ambarawa-Tuntang-Ambarawa (Kereta Diesel). .

Hari itu suasana ramai, maklum hari libur terakhir dari rangkaian liburan panjang  dari Jumat s/d Minggu dan kebetulan ada rombongan dari Fakultas Kedokteran (FK) UNDIP yang menyewa kereta diesel rute Ambarawa-Tuntang-Ambarawa, mereka diberangkatkan pada pukul 09.00. Sembari menunggu kereta membawa rombongan FK kembali untuk keberangkatan pukul 10.00 kami pun mengajak si kecil berkeliling. Si kecil sangat gembira dan bersemangat, saking semangatnya dia tidak mau digandeng. Ya sudah kami-ibu dan ayahnya- mengikuti di belakang. Lambat laun suasana semakin ramai, peron penuh dengan pendatang baru dan antrian tiket mulai mengular kami pun bergerak ke tepian melongok area lokomotif dan mendarat dibawah pohon beringin yang rindang. BDi area ini banyak pengunjung yang berselfi dan welfie ria di area ini apalagi ada tulisan I <3 ambarawa yang bisa jadi tempat ciamik untuk berfoto, saya pun tidak mau ketinggalan untuk berfoto ria disana hihi. Banyak pasangan muda-mudi yang mengambil gambar dari lokasi ini sambil bercengkerama riang. Pukul 10.10 kereta diesel yang membawa rombongan FK UNDIP sudah kembali dengan membawa 2 gerbong tambahan. Pukul 10.15 akhirnya kami para penumpang yang sudah antri membeli tiket bisa merasakan duduk manis di gerbong yang melaju pelan melintasi kawasan pinggiran Ambarawa.


Salah satu Lokomotif Tua

Spot I Love Ambarawa

Gerbong penuh, tak ada tempat duduk kosong yang tersisa. Semilir angin menerpa wajah-wajah riang merasakan pengalaman pertama naik kereta model lama ini. Interior yang khas-dari kayu jati tua-yang masih mengilat menambah syahdu suasana serasa kembali ke jaman dulu, ketika kereta ini ada tuk pertama kali. Jendela-jendela kayu dengan desain sederhana menambah kesan kuno yang magis.

Bagian dalam Kereta Diesel

Kereta melintasi area Rawa Pening yang di penuhi tanaman enceng gondok dan juga teratai beberapa penumpang tampak sibuk mengambil gambar pada perahu yang tertambat di tepian dan ber "ah-oh" ria. Tampak beberapa ekor burung bangau blekok yang terbang di atas area persawahan. Suasana hening dan semilir angin membuat si kecil yang sedari tadi sibuk mulai terlelap di pangkuan, pun ketika kereta sudah sampai di stasiun Tuntang untuk berhenti sebentar tak membuatnya bangun.
Kincir angin

Area Persawahan 

Perahu yang tertambat di area Rawa Pening



Stasiun Tuntang adalah gambaran stasiun tua yang cocok untuk syuting film dengan latar tahun 40 an ketika masih banyak noni-noni Belanda yang berjalan dengan payung kain mereka menanti kekasih hati turun dari gerbong. Sayang area toilet disana tidak terawat sehingga mengurangi daya tarik dari stasiun ini.

Peron Stasiun Tuntang

Secara keseluruhan saya menikmati perjalanan singkat dengan kereta diesel ini, namun jika boleh menambahkan akan lebih menyenangkan bila ada guide yang menjelaskan sejarah dari stasiun Ambarawa-Tuntang serta kereta yang membawa kami semua selama perjalanan. Selain menambah wawasan, suasana hangat pun akan terbangun dalam napak tilas singkat yang sarat akan makna tersebut. Selamat berlibur dan mencicipi syahdunya derak roda yang beradu dengan rel di pinggiran Ambarawa :D.

Saturday, March 12, 2016

Mencicil Masa Depan bersama Manulife Reksa Dana

Courtesy of Mas Jo Info Tembalang


Tanggal 6 Maret 2016 kemarin menjadi hari yang cetar membahana bagi saya dan juga seluruh anggota Komunitas Blogger Gandjel Rel. Kenapa? Karena itu merupakan kopdar perayaan ulang tahun yang pertama Gandjel Rel dan acaranya seru abis, bertabur bintang dan hadiah dan kebetulan saya juga kecipratan. Alhamdulillah, rejeki anak sholeha :D

Kopdar sekaligus syukuran kali ini diadakan di Lantai 6 Riverview Cafe di kawasan Simpang Lima yang juga menggandeng Manulife Reksa Dana sebagai Sponsor :D. Asik kan....makanya banyak keseruan dan juga hadiah bertebaran. Tak hanya kali ini lho Gandjel Rel digandeng oleh brand-brand kenamaan Semarang yang semakin membuktikan eksistensinya walaupun baru seumur jagung. Pokoknya hari minggu di tanggal 6 maret lalu, jadi moment indah menyambut bulan maret. Thank you founder Gandjel Rel yang sudah membuat acara seru dan juga menerima saya jadi bagian Gandjel Rel yang penuh kehangatan. Peluk satu-satu Mbak Uniek, Mbak Rahmi, Mbak Dedew, Mbak Wuri, and Taroo :*.

Acara seru ini dipandu olah MC kondang Gandjel Rel, yup cik mei-mei alias Mbak Archa Bella dengan suaranya yang medok khas dan banyolan-banyolannya--piss (:. Acara ini tak hanya dihadiri anggota Gandjel Rel saja namun ada juga perwakilan dari komunitas lain biar acara makin seru, dan terbukti. Total peserta yang hadir sekitar 25-30 orang dengan euforia penuh keceriaan yang kental. Acara dibuka dengan sambutan renyah dari ketua founder Gandjel Rel Mbak Rahmi Aziza yang mampu mengakrabkan suasana. Maklum semua yang hadir belum tentu saling kenal :P. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi asik tentang Investasi dari Manulife oleh Mas Surya yang ternyata sedang menunggu kelahiran anaknya. Anggota Gandjel Rel yang rata-rata adalah emak-emak diajak untuk melek investasi biar masa depan nggak terombang-ambing. Taglinenya aja "Cicil Masa Depanmu dari Sekarang" seru kan? :D.

Kenapa harus Nyicil Masa Depan?
Kata mas Surya tingkat ekonomi orang Indonesia sudah semakin membaik, tapi ingat inflasi tetap mengintai. Walaupun kita punya banyak tabungan dan juga anak-anak yang (mungkin) akan membantu menopang dan menjamin hari tua kita (kalau di hitung dari sekarang) jangan lupa kalau nilai uang kita akan terus turun seiring berjalannya waktu dan lagi harga kebutuhan juga akan ikut meningkat. Yakin gaji kita akan terus cukup membiayai hari tua? Yakin anak-anak mau nanggung hidup orang tuanya? Kalau enggak gimana dong? Yang ada kita cuma bisa gigit jari menyesali ketidaksigapan merencanakan masa depan. Tapi tenang aja Manulife Reksa Dana punya solusi, tiga jurus jitu yang harus kita praktekkan dengan tekun.  Dan tiga jurus jitu ini dikenal dengan istilah 3i, penasaran kan? Yuk intip bocorannya.

Courtesy of Manulife Reksa Dana FB


1. INSYAF

alias Kesadaran ini harus kita tumbuhkan dari sekarang. sadar tentang mahalnya biaya pendidikan, tentang harga kebutuhan pokok yang terus meroket, juga inflasi yang mengintai setiap tahunnya. Kita boleh kok "nrimo ing pandum" perihal kehidupan kita tapi kalau bisa berusaha ke arah yang lebih baik kenapa tidak :D.

2. IRIT

Irit itu beda dengan pelit lho ya, tolong dicatet! Irit itu bisa memilah mana prioritas dan laper mata hehe. Irit itu ketika kita punya uang terus liat baju kok ada yang pas dihati tapi nggak langsung beli karena inget dirumah masih ada banyak baju bagus. Nah kalau pelit itu baju udah pada bolong dimakan ngengat tapi nggak mau beli baju karena takut uangnya berkurang padahal uangnya banyak. Nah lo... beda jauh kan? :D

Jangan lupa irit itu dimulai dari diri sendiri. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membatasi uang yang dibawa di dalam dompet supaya tidak lapar mata, mencatat kebutuhan yang akan dibeli sebelum pergi berbelanja biar nggak kalap dan over budget :), bawa bekal makan siang sendiri biar lebih hemat karena kebanyakan jajan, dan masih banyak lagi. Masih bingung biar bisa irit? coba baca komiknya mak irit untuk referensi *senyum dulu ah

3. INVEST

Yang ketiga adalah investasi. Yups, investasi itu penting banget biar nggak besar pasak daripada tiang alias Lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. Berdasarkan survei, rata-rata yang terjadi dalam masyarakat kita adalah menghabiskan uang untuk membayar tagihan belanja, sekolah, dan kalau ada sisa baru ditabung. Padahal kalau terus terjebak pada rutinitas tersebut yang ada kita nggak akan pernah nabung karena tidak ada uang sisa. Nah lo!

Tapi karena sekarang sudah insyaf dan irit, jadi kebiasaan juga berubah kan? Iya dong, makanya setiap terima gaji hal pertama yang harus dilakukan adalah menyisihkan uang untuk menabung baru setelah itu sisanya boleh dihabiskan untuk bayar tagihan juga belanja kebutuhan. Gampangkan?

Investasi sendiri ada banyak macamnya, selain menabung di bank, menaruh uang di dalam stoples, amplop atau bawah kasur (tabungan konvensional) ada juga investasi berupa asuransi, logam mulia, deposito, obligasi, juga saham yang kita investasikan akan terus berkembang atau tumbuh ke atas yang membuat pundi-pundi uang semakin gendut :D. Mau nggak punya investasi jangka panjang yang menguntungkan? Mau kan pastinya..kebetulan Manulife menawarkan produk Reksa Dana Kas II yang oke banget dan insyaallah aman.

Keunggulan Manulife Reksa Dana Kas II:

Tanpa Biaya
Berbeda dengan menabung di Bank yang dikenakan biaya administrasi bulanan, disini bebas biaya :)

Terjangkau
Investasi bisa dimulai dari Rp. 100.000,-

Flexibel
Dana mudah dicairkan, tidak harus menunggu bulanan bahkan tahunan. Asik kan :D

Aman dan Dipantau
Kita tidak perlu cemas dengan investasi Reksa Dana Manulife, karena selain dikelola oleh manajer keuangan profesional, investasi ini berada dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi bisa tidur pulas tanpa harus memantau sendiri setiap saat :)

Gimana, tertarik untuk berinvestasi di Reksa Dana Manulife? Syaratnya gampang kok tinggal bawa fotocopy KTP ke kantor Manulife di kotamu yang pasti bakalan dibantu dengan sepenuh hati oleh mas dan mbak petugas yang ramah dan kompeten. Apalagi Manulife sudah bekerjasama dengan tiga bank untuk melakukan autodebet bagi para nasabah setia yang mungkin terlalu sibuk untuk datang langsung menyetor yaitu BNI, Mandiri, dan BCA.

Untuk informasi lebih lanjut bisa klik kesini:

https://reksadana-manulife.com/

juga datang ke kantor perwakilan yang ada di kotamu, untuk semarang bisa kesini ya:

Manulife Cabang Semarang
Jl. Pandanaran No. 16-18 Semarang 50241
Telp (024) 8416982


Udah jangan kebanyakan mikir, pokoknya kalau tertarik langsung cuss aja ke TKP biar masa depan kita aman karena sudah mulai dicicil dari sekarang!

Cherio :*

Monday, February 29, 2016

RITUAL SAKRAL BAGI SANG WALET

Debur ombak memecah keheningan, menerjang batu karang yang kokoh di tepian. Memecah buih ke buritan. Mendongak kulihat beberapa burung mengepakkan sayapnya menjauh, hilang diantara tebing-tebing curam. Cantik, batinku seraya menyerap seluruh energi dan keindahan yang ada di sekitarku, kuhirup nafasku dalam-dalam mencoba mengisi paru-paruku dengan oksigen sebanyak-banyaknya. Hari itu aku berada di pantai Karangbolong, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah di pesisir selatan. Disinilah tempat penghasil sarang burung walet yang tersohor di Kebumen sehingga burung walet dijadikan ikon kota Kebumen, dibuat tugu lawet di dekat alun-alun Kabupaten Kebumen. Burung walet ini tinggal di lubang-lubang gua atau dinding karang yang ada di bibir laut Karangbolong. Kata suamiku yang memang asli orang Kebumen, ada sebuah ritual unik yang harus dijalani ketika akan memanen sarang walet, berawal dari mitos dan berlanjut menjadi tradisi. Kakeknya sering bercerita mengenai asal mula prosesi itu dan sekali waktu mengajaknya untuk melihat langsung ritual tersebut.

Sejarah

Dikisahkan, ada seorang utusan dari Kerajaan Mataram Kertasura, untuk mencari obat penawar bagi permaisuri yang sakit parah sampai ke pantai Karangbolong. Disana ia bertapa mencari wangsit, Kiai Surti namanya dan mendapatkan wangsit dari Dewi Suryawati anak buah Nyi Roro Kidul. Sang Dewi memberikan petunjuk bahwa obat yang dicari adalah sarang burung walet yang ada di tebing goa Karangbolong. Namun sebelum mengambil sarang burung walet tersebut Kiai Surti harus melakukan beberapa ritual dan ketika masuk ke dalam goa dilarang menoleh ke belakang agar selamat. Seusai memetik sarang burung walet tersebut Kiai Surti kembali ke istana untuk menyerahkan obat penawar tersebut lalu sembuhlah sang permaisuri. 

Sejak saat itu Kiai Surti menikah secara batin dengan Dewi Suryawati dan kembali ke daerah Karangbolong bersama abdinya dan menjadi pemetik sarang burung walet untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah berkali-kali mengambil sarang burung walet suatu hari kedua abdi Kiai Surti melanggar pantangan Dewi Suryawati yaitu menoleh ke belakang. Merekapun jatuh ke laut dan tewas seketika. Sejak saat itu Dewi Suryawati tidak mau membantu Kiai Surti untuk memetik sarang burung walet.

Keadaan ini memaksa Kiai Surti meminta bantuan pada bekel setempat yang bernama bekel Napsiah untuk membuatkan tangga yang nantinya digunakan untuk menuju goa tempat sarang burung walet berada. Selang beberapa tahun timbul keserakahan dalam diri bekel Napsiah untuk menguasai goa tempat sarang burung walet berada dengan cara mencoba meracuni Kiai Surti namun usahanya gagal karena isteinya sendiri menghianatinya dengan menceritakan niatnya pada Kiai Surti. Namun keserakahan telah menguasai bekel Napsiah sehingga diapun melanjutkan usahanya untuk menyingkirkan Kiai Surti. Ketika Kiai Surti sedang memanjat tebing menuju goa Ki Napsiah mendorong tubuh Kiai Surti dari tebing dan ketika Kiai Surti mencoba menyelamatkan diri tubuhnya ditebas oleh Ki Napsiah. Sebelum meninggal Kiai Surti sempat berujar " Akan kubalas kau Napsiah".

Kabar tewasnya Kiai Surti terdengar sampai telinga Raja Mataram yang menjadi marah karena perbuatan jahat Bekel Napsiah. Raja pun memerintahkan untuk mengambil alih pengelolaan sarang burung walet di Karangbolong. Kemudian Raja menjual lokasi sarang burung walet pada Belanda dan setelah merdeka pengelolaan sarang burung walet yang dikembalikan pada penduduk setempat diambil alih oleh Pemda Kebumen. Namun karena hanya mementingkan keuntungan kondisi sarang burung yang belum siap panen terabaikan sehingga banyak burung walet muda yang mati karena kehilangan sarangnya dan omset menurun drastis, sejak saat itu pengelolaan dikembalikan pada penduduk setempat.

Pemanenan Sarang Walet hanya berlangsung 4 kali setahun yaitu di mongso kaloro (Agustus), kapapat (Oktober), kapitu (Januari), dan kasongo (Maret). Namun menurut penanggalan Jawa waktu yang paling tepat untuk memanen sarang walet adalah mangsa kasongo. Menurut kepercayaan sarang burung walet di pantai Karangbolong adalah milik Nyi Roro Kidul, untuk itu sebelum memanen harus meminta ijin dulu dengan melakukan serangkaian ritual adat agar selamat dan terhindar dari musibah. 

Proses Ritual
Ritual dilakukan secara bertahap, yaitu:

1. Selamatan di pendopo kantor Dipenda Karangbolong dipimpin oleh Kepala Unit Dipenda Karangbolong
Selamatan yang dilakukan selepas dhuhur berlangsung sederhana hanya doa bersama sesepuh paling tua dan diakhiri dengan makan bersama.

2. Pementasan di Goa Contoh yang di pimpin oleh Dalang
Goa Contoh terletak sekitar 1,5 km dari kantor Dipenda Karangbolong, Pementasan Wayang di Goa Contoh hanya berlangsung singkat sekitar dua jam di siang hari dan setelah itu Dalang akan memimpin prosesi laung sajen ke laut. 

3. Melarung Sesaji di pantai Karangbolong dipimpin oleh Dalang
Larung Sesaji dilakukan setelah pementasan wayang di Goa Contoh. Sesaji yang harus dilarung ada beberapa macam seperti kembang telon, kelapa muda, jenang abang putih dan Kepala Kerbau.

4. Kenduri (selamatan) di rumah mandor pengunduh sarang burung walet dipimpin oleh sang mandor pemetik sarang burung walet
Kenduri berlangsung selepas maghrib. Pada prosesi kenduri di tempat mandor harus ada 66 jenis sesaji yang disiapkan dan harus lengkap atau proses pengambilan sarang burung walet akan berjalan tidak lancar. Acara berupa doa bersama yang di akhiri dengan makan tumpeng dengan lauk daging kerbau yang kepalanya dilarung ke laut.

5. Pementasan Wayang di Pendopo Dipenda Karangbolong dipimpin oleh Dalang
Pementasan dilakukan di malam hari selepas kenduri di rumah mandor. Pada saat pementasan ini dalang harus memainkan semua tokoh tanpa ada yang mati, dan dilarang berbicara yang saru dan sembrono meskipun sedang memainkan adegan lawak, jika ada maka biasanya akan ada korban saat pengunduhan berlangsung.

6. Selamatan di pos penjagaan sarang burung walet juga dipimpin oleh sanga mandor pemetik sarang burung walet
Ritual ini berlangsung pagi harinya . Kegiatan berupa doa bersama memohon keselamatan selama proses pengunduhan berlangsung dan melakukan pengecekan terakhir terhadap peralatan yang akan digunakan. Setelah itu diadakan rapat sekali lagi untuk menentukan waktu yang tepat.

7. Tayub
Salah satu kesenian tari yang terkenal dari Kebumen ini menjadi penutup kegiatan ritual Pengunduhan Sarang Burung Walet. Seluruh warga dihibur kesenian Tayub di Pendopo Dipenda, dan dengan dipentaskannya kesenian tari Tayub maka berakhirlah ritual Pengunduhan Sarang Burung Walet. Acara ini dilakukan di malam hari selepas maghrib.


Makna dan Nilai Budaya

Seluruh proses ritual yang dilakukan sebelum pengunduhan sarang burung walet dilaksanakan memberikan pemahaman akan pentingnya nilai-nilai luhur yang dapat dijadikan acuan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai luhur itu antara lain Kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan doa dan makan bersama demi keselamatan bersama, Ketelitian yang tercermin dalam prosesi ritual itu sendiri.  Sebagai suatu proses, upacara ritual tersebut membutuhkan persiapan baik sebelum maupun sesudahnya, yang mencakup keseluruhan; seperti peralatan upacara, tempat upacara, pemimpin upacara, dan juga peserta yang harus disiapkan dengan matang sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar. Dan semua itu butuh ketelitian. Gotong Royong yang tercermin dari banyaknya pihak yang terlibat dan saling bahu membahu, membantu demi kesuksesan upacara ritual. Religius tercermin dari doa bersama yang dilakukan untuk memohon keselamatan serta perlindungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Ritual mengunduh sarang burung walet di Karangbolong, Kebumen merupakan warisan budaya, adat istiadat, dan mitos yang patut dilestarikan sebagai pengingat untuk senantiasa bersyukur pada Tuhan sang penguasa alam.

Bagaimana dengan budaya di daerahmu?

Wednesday, February 24, 2016

SANTAI MURAH MERIAH ALA SAYA



Berkutat dengan jadwal yang padat merayap dalam mengurus rumah, baby, suami dan juga kerjaan memicu stress dan juga ketegangan yang tiba-tiba melanda. Apalagi kalau lagi banyak dateline, baby rewel, rumah berantakan. Duh, kebayang kan gimana stressnya?
Tau sendiri kan sebagai seorang Ibu, mengurus rumah, anak, suami itu wajib disamping pekerjaan sendiri (buat ibu-ibu pekerja) dijamin deh capeknya berlipat-lipat. Padahal sebagai seorang Ibu kadang kita juga butuh "me time" yang sering kali bisa membantu mood merangkak naik dikala bad mood melanda.

Terus gimana dong caranya biar urat saraf yang udah keburu tegang bisa ditenangkan kembali? Sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan, nggak perlu yang mahal tapi bisa bikin kita happy :D

Bagi saya sendiri, bekerja dibawah tekanan sudah jadi hal biasa namun terkadang bad mood tak urung datang jua. Di rumah bisa uring-uringan, apalagi liat cucian kotor dan setrikaan yang menggunung; di kantor bisa nggak konsen kerja nah kalau begini sih udah gawat karena bisa bikin kerjaan morat-marit dan itu nggak boleh sampai terjadi. Tapi kalau sudah terlanjur datang ya mau apa lagi biasanya saya melakukan beberapa hal yang bisa membantu memperbaiki mood.

1. Mendengarkan Musik
Mendengarkan musik terutama musik favorit atau yang menenangkan cukup ampuh bagi saya. Melafalkan lirik lagu sambil ikut berdendang bisa membantu mengurangi mood jelek. Anggep aja karaoke gratis hihihi




2. Menyeduh Teh
Menyeduh teh dan menyesapnya ketika masih hangat suam-suam kuku bisa menenangkan saraf yang tegang. Apalagi ada temennya, sambil ngeteh sambil ngobrol pasti rasa penat bisa sedikit terangkat. Apalagi sekarang ada berbagai macam teh beraroma yang bisa jadi pilihan asik dan cihuy.



3. Makan
Selain jadi kebutuhan utama, nyatanya menyantap makanan kegemaran atau yang sedang melintas di pikiran bisa merangsang hormon endorfin (hormon kebahagiaan) yang bisa membantu melepaskan ketegangan dan membuat kita lebih menikmati setiap detik yang kita lewati. Mungkin bisa hangout bareng teman-teman kantor saat jam makan siang, apalagi kalau si boss lagi ke luar kota makin asik deh :D. Kalau pun nggak bisa kongkow bareng teman, sepotong coklat juga tak kalah ampuh mengusir bad (hair) day :)




4. Jalan-jalan
 Siapa yang nggak suka jalan-jalan? ayo angkat tangan! Sebagian besar orang pasti seneng jalan-jalan kan ya? Iya dong, apalagi kalau jalan-jalannya sambil shopping dan dibayarin siapa yang sanggup nolak? hihihi jalan-jalan kan nggak melulu belanja yang penting bisa ganti suasana dan cari inspirasi biar lebih semangat.







5. Tidur
Kalau misalnya udah bete parah kemungkinan besar tidur adalah solusi terampuh ini tidak hanya berlaku buat saya lho, ternyata banyak teman di kantor juga mempraktikkannya. Selain saraf yang tegang bisa mengendur, stamina juga bakalan pulih setelah bobo cantik. Setuju kan? :D




6. Mandi
Udah kebayang kan gimana segarnya air yang mengguyur seluruh tubuh? Ceeesss....seger bener...apalagi kalau mandinya sambil nyanyi-nyanyi pasti makin seru dan see you next time bad mood :P




7. Membaca
Membaca yang merupakan hobby saya selain jalan-jalan dan masak, jadi ritual tak terelakkan sehari-hari. Alhamdulillah dengan membaca pikiran-pikiran kusut berangsur membaik. Saya bisa melarikan diri sejenak dari rutinitas menuju dunia baru di luar keruwetan saya sendiri :D.




Itu tadi beberapa ritual yang biasa saya praktekkan ketika sedang suntuk dan butuh mood booster. Kalau kamu punya ritual seru apa nih? Yuk dibagi...


Monday, February 22, 2016

GANDJEL REL ITU SERUUU!!!


Tanggal 7 Januari 2016 lalu jadi momen yang menyenangkan bagi saya, kenapa? Karena tepat di tanggal itu saya untuk pertama kalinya ikut kopdar dengan rekan-rekan blogger semarang Gandjel Rel dan IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) yang super kondang di dunia maya dan juga ranah penerbitan nasional :D. Nggak tanggung-tanggung acara kopdar kali ini diadakan di luar kota dan propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta! Benar-benar istimewa. Apalagi kami berkunjung ke dua penerbit kondang di Jogja, Bentang Pustaka dan Stiletto Book pokoknya nggak rugi deh, selain mengenal teman baru juga banyak ilmu bermanfaat yang bisa dipetik langsung baik dari temen-temen blogger sendiri juga penerbit. Acara berlangsung seru dan meriah terutama jadwal tidak begitu molor sehingga tidak mengganggu acara, apalagi saya waktu itu membawa batita kebayang dong gimana repotnya :D. Acara kopdar ini sekaligus sebagai ajang pelarian saya dari rasa penat yang menggelegak dari rutinitas pekerjaan di kantor. Untung Pak Bos ACC jadi saya pun melenggang dengan tenang setelah membereskan berbagai macam pekerjaan. Jadi selama sisa hari itu saya menikmati jalan-jalan ala blogger di Jogja. Seru-seruan main games di dalam bus, ngocok undian biar dapet jatah buku gratis dari Bentang Pustaka, cepet-cepetan jawab pertanyaan dari Tim Stiletto Book dan nongkrong asyik di Mirota Batik (padahal cuma numpang makan dan sholat :D). Pokoknya hri itu bener-bener jadi sweet escape buat saya, apalagi si kecil juga ikutan happy...dia asyik memandangi kendaraan yang bersliweran dari jendela bus. Unforgetable moment :D



Komunitas Gandjel Rel (GR) ini berhasil mencuri perhatian saya, maklum Gandjel Rel setau saya adalah nama kue jadul yang dijual di beberapa toko oleh-oleh di Semarang tapi ternyata ini jadi sebuah nama komunitas blogger keren asal Semarang terang saja saya langsung tertarik untuk bergabung. Dan untungnya saya diterima, Alhamdulillah... Maklum saya sendiri masih pemula dan amatiran tapi kepedean luar biasa dalam menulis makanya saya kepengen berguru langsung pada emak-emak keren dan kece ini. Sebenarnya saya sudah punya blog hampir tiga tahun yang saya biarkan ndongkrok dipojokan karena saya masih kurang motivasi dalam menulis (tutup muka sambil nyengir). Berawal dari kopdar akhirnya saya mulai rajin setor tulisan di blog dan di share ke grup GR di FB dan makin gila ikutan lomba nulis, lumayan kan selain mengasah bakat menulis juga iseng-iseng berhadiah, siapa tau :D. Selepas kopdar di jogja akhirnya saya masuk di grup WA GR juga..wuih tiap hari hand phone rame notif dari emak-emak blogger mulai dari ngomongin makanan, kuis, jualan sampe jadwal kopdar selanjutnya dan event yang lagi ngehits dan wajib dikunjungi. 

Salah satu event yang saya ikuti baru-baru ini adalah Launching My Blue Bird Application di kantor Blue Bird Semarang. Acaranya seru banget, disini kami diberikan penjelasan oleh pihak Blue Bird tentang berbagai hal, mulai dari sejarah Blue Bird yang ditayangkan dalam sebuah video pendek yang apik dan menyentuh hati, visi dan misi, sampai CSR yang dilakukan Blue bird terutama bagi kesejahteraan karyawannya, juga berkunjung di ruang operator. Kami juga dipandu untuk mencoba aplikasi my blue bird diawali dari mendowload menu play store untuk android, mengaktifkan, dan memulai pemesanan. Ruangan riuh rendah diselingi gelak tawa karena ada yang berhasil namun ada pula yang gagal, saya salah satunya maklum ternyata hand phone saya tidak memenuhi syarat untuk mendownload applikasi ini, terlalu jadul sepertinya. Tidak apa-apa ini bisa jadi motivasi saya untuk melecutkan niat serta semangat menabung supaya bisa ganti hand phone yang lebih canggih dan memadai untuk kepentingan pekerjaan dan hobi menulis amin.. kok malah jadi sesi curhat ya. Saatnya tutup muka sambil ngedarin kotak amal dari kardus bekas snack barangkali ada yang mau nyumbang hahhahaha (otak setan). Ternyata yang mengalami nasib kurang beruntung bukan cuma saya, ada mbak Marita yang tidak bisa mendownload aplikasi My Blue Bird juga. Namun bukan karena hp yang terlalu jadul melainkan beliau menggunakan windows phone, kami berdua tertawa frustasi karena nggak bisa ikutan praktek tapi ya sutralah yang penting sudah tau langkah-langkahnya jadi sewaktu-waktu hp memenuhi syarat bisa langsung cuz ke tkp eh aplikasi maksudnya. Tak sampai disitu, keseruan terus berlanjut apalagi ada band kondang seantero blue bird (karyawan blue bird yang hobi dan jago ngeband) yang manggung dan menghibur kami disesi rehat coffee break dan juga diskusi seru dengan dua pelanggan setia blue bird yang sudah mencoba aplikasi My Blue Bird. Selesai diskusi dan mendengarkan penjelasan serta hiburan, tiba saatnya untuk praktek langsung booking taxi via aplikasi untuk pindah tempat ke Strada Cafe di Jl. S. Parman 47A Semarang untuk makan siang dan setiap taxi diisi 4 orang dengan satu ketua yang bertugas memesan dan membayar taxi melalui aplikasi dan voucher pembayaran senilai 50 ribu. 


Launching Blue Bird Application


Begitu taxi pesanan datang, kami menempuh perjalanan sekitar 20 menit menuju lokasi makan siang dan membayar dengan voucer sebelum turun. Sesampainya disana kami dihibur dengan kuis yang dimeriahkan oleh peserta pertama Mak Rahmi Aziza yag dibombardir dengan beberapa pertanyaan sebelum si MC rela menyerahkan hadiah dan menyindir kami yang katanya tampang gratisan tapi emang iya sih, siapa coba yang nggak mau dikasih gratis? Apapun itu pasti mau kan? :P  setelah itu barulah kami didaulat untuk menuju meja prasmanan untuk mengambil makanan, yeay finally we’re totally hungry man :D Selesai makan kami dihibur dengan games lagi dan juga penjelasan mengenai Strada Cafe yang fokus pada penjualan kopi dari seluruh penjuru negeri selain makanan tentunya. Kami juga melihat aksi para barista yang memperlihatkan cara meracik kopi mulai dari membakar kopi sampai kopi siap dihidangakan dalam cangkir, seru deh. Setelah itu ada pengumuman mengenai beberapa pemenang live tweet yang diadakan selama sesi penjelasan di kantor Blue Bird, ada Mak Dedew, Cik Memei, Mbak Unik, Mbak Wati, Mbak Inung, Mbak Norma, Soviana, Arina, Mbak Muna, Mas Nuno, dll. Terus saya dapat apa dong? Eits tenang sebelum pulang semua peserta mendapatkan kenang-kenangan dari Blue Bird berupa Tumbler biru yang lucu, lumayan buat bekal minum di kantor atau mbolang hehehe. Oiya sebelum meninggalkan Strada Cafe wajib dong hukumnya foto dulu bareng teman seperjalanan J. Keluar dari Strada Cafe kami diajak kembali ke Kantor Blue Bird, kebetulan kami meninggalkan kendaraan disana sekalian menghafalkan langkah memesan taxi via aplikasi dan bayar pakai voucher di luar kepala. Sesampainya di kantor Blue Bird kami segera melenggang menuju kerumunan untuk berpamitan pulang, cipika cipiki dengan sesama blogger dan foto sebentar. Melanjutkan perjalanan dan mengukir memori indah bersama hari itu selamanya. 

Pokoknya selama gabung sama Gandjel Rel saya jadi makin happy dan tambah wawasan juga link pertemanan. Beruntung banget bisa gabung sama emak-emak kece dan hits seantero Semarang dan Nasional. Saya jadi semangat nulis lagi walaupun tulisan masih semrawut...acak-acakan alias belum fokus tapi saya tetap cinta menulis :D

Well, di ulang tahunnya yang pertama ini semoga Gandjel Rel makin eksis dan makin sering diundang ke berbagai acara seru biar kami emak-emak lincah dan kece ini tidak kehabisan agenda gratisan (maklum kami kan pecinta gratisan) hehehe. Para anggotanya mampu dan terus berkarya dalam segala bidang yang diminati, utamanya menulis, semoga Gandjel Rel juga bisa bikin event seru yang tidak hanya diikuti oleh anggotanya tapi juga khalayak ramai. Selamat ulang tahun yang pertama ya Gandjel Rel makin eksis dan ciamik dengan anggota dan prestasi yang berlimpah! Ditunggu event-event seru lainnya Yeay.... Mmmmuach....



“Artikel ini diikutsertakan kegiatan posting serentak dalam rangka ulang tahun Gandjel Rel ke-1” 
Happy Blogging :D

Friday, February 19, 2016

5 FAKTA UNIK TENTANG CAPUNG


Capung, termasuk salah satu jenis serangga selain nyamuk, kupu-kupu, lalat, belalang, kepik, lebah, dsb yang digemari anak-anak. Selain bentuknya yang menarik, warnanya juga beragam sehingga menarik minat anak-anak untuk sekedar mengejar bahkan menangkapnya. Pernah punya pengalaman serupa? pasti menyenangkan ya kalau diingat :D

Ngomong-ngomong soal capung ternyata hewan satu ini punya beberapa sisi yang unik dan menarik lho. Mau tau apa aja keunikannya? Jangan kemana-mana ya...

1. Karnivora
Capung diklasifikasikan sebagai karnivora. Mereka biasa memakan nyamuk, rayap, semut, ngengat, lebah, kupu-kupu, dan lebah. Capung juga memakan larva, berudu, dan ikan kecil. Nimfa capung(tahap pertama setelah menetas) suka memakan nyamuk. Sedangkan capung dewasa bisa memakan sekitar 50 nyamuk dalam sehari saat terbang sehingga berperan sebagai pengendali nyamuk secara biologis.

2. Sayap dan Kemampuan Terbang
Capung memeiliki 2 pasang sayap yang tidak mengharuskan untuk mengepakkan sayap secara bersamaan. Mereka mengepakkan sayap sekitar 30 kali per detik dengan kecepatan terbang yang bisa mencapai 100km/jam. Cara terbang capung mirip helikopter, mereka bisa terbang maju, mundur, ke atas dan ke bawah. Capung juga mampu terbang melayang karena otot terbang yang kuat dan sayap yang bisa bergerak secara independen.

3. Penglihatan
Berdasarkan penelitian, capung mampu membedakan antara cahaya warna, ultraviolet, bahkan cahaya terpolarisasi. Kemampuan ini memungkinkan capung bisa mendeteksi refleksi dalam air. Setiap mata majemuk capung mengandung sekitar 30.000 lensa individu. Selain itu mereka memiliki sudut pandang penglihatan karena  360º posisi mata mereka. Tuhan menmang hebat ya, dengan menciptakan makhluk yang luar biasa ini!

4. Kebiasaan Kawin
Seperti kebanyakan jantan dalam kerajaan hewan, capung jantan terkenal sangat teritorial. Mereka mengklaim wilayah tertentu di tepi sungai, kolam, dan badan air lainnya. Seringkali terlihat dua capung slaing mengejar satu sama lain untuk memperebutkan wilayah teritorial. Ketika kawin capung akan melalui serangkaian proses yang kompleks, salah satunya adalah badan akan saling melekat satu dengan yang lain sambil terbang pada saat yang sama. Keren...bener-bener nggak takut jatuh ya? :D

5. Capung dan Air Bersih
Capung biasanya ditemukan di dekat badan air, seperti kolam, danau, sungai berarus lambat, dan tanah basah lainnya. Serangga ini menyukai badan air yang bersih dan sehat sehingga dianggap sebagai indikator sumber air yang baik. Badan air yang memiliki vegetasi memberikan perlindungan bagi serangga ini karena mereka menghabiskan sebagian besar hidup dibawah air sebagai nimfa dalam tahap larva mereka.


Nah itu tadi beberapa fakta unik tentang capung yang perlu kita ketahui, termasuk isu air bersih yang katanya bisa ditentukan dengan keberadaan capung. Dan ternyata itu bukan cuma mitos belaka :D

Happy reading ya guys :D

Monday, February 15, 2016

Pssst.... Bisnis Online Kena Pajak Lho





Pagi itu melirik kalender meja saya, hari kamis..yah hampir weekend lagi batin saya. Weekend-weekend enaknya ngapain ya selain bikin-bikin kue di rumah biar nggak bengong? Belanja online enak kali ya mumpung masih tanggal muda dan lagi banyak diskon hehehe dasar otak wanita! Lengah dikit pasti mikirnya soal belanja :D Memang susah kalau mau ngejauhin wanita dari yang namanya hasrat untuk belanja, apalagi ibu-ibu rumah tangga yang dihadapkan pada super sale alias diskon gede-gedean mana tahaaaannnn cyiiiiin. Apalagi sekarang belanja nggak perlu keluar rumah tinggal duduk manis atau tiduran juga tetep bisa belanja dan kebagian diskon gede. Enak kan? Iya enak banget kalau udah kenal layanan online shopping alias belanja online. Pasti pernahkan embak-embak, ibu-ibu, emak-emak cantik yang baca ini ngelakuin belanja online walaupun cuma sekali? Hayoo ngaku..tenang aja nggak bakalan saya laporin kok soalnya banyak temennya hehhehehe…

Ngomong-ngomong soal belanja online, ternyata Indonesia merupakan pangsa pasar e-commerce terbesar dunia, yaitu mencapai 38%. Pada tahun 2015 lalu diperkirakan menembus angka 53%. Tidak menutup kemungkinan kalau tahun ini kian meningkat. Wow angka yang fantastis ya ditengah krisis yang katanya sedang melanda bangsa kita ternyata konsumerisme jalan terus :D. Ternyata bisnis e-commerce yang pesat tersebut sudah diatur di dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Disana sudah diatur bahwa setiap pelaku usaha yang memperdagangkan barang dan atau jasa dengan menggunakan sistem elektronik, wajib menyediakan data secara lengkap dan benar. Setiap pelaku bisnis online dilarang memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak sesuai dengan data dan atau informasi di atas. Data dan atau informasi tersebut adalah identitas, legalitas pelaku usaha sebagai produsen atau distributor, persyaratan teknis barang yang ditawarkan atau kualifikasi jasa yang ditawarkan, harga dan cara pembayaran, serta cara penyerahan barang. Tau sendiri kan maraknya kasus penipuan bisnis online? Makanya sebagai konsumen kita harus selektif karena sudah jadi hak kita sebagai pembeli untuk diperlakukan dengan baik dan mendapat fasilitas yang terbaik. Kan kita udah bayar.. setuju kan? Jadi antara pelaku dan konsumen sama-sama terlindungi apalagi barang yang kita beli itu kena pajak. Hal tersebut berlaku bagi toko online yang berbentuk orang perseorangan atau pun berbadan hukum. Jadi anggapan tidak adil karena hanya bisnis offline yang dikenakan pajak sudah tidak berlaku lagi ya guys karena baik pebisnis offline mau pun online sama-sama dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) atas transaksi yang terjadi sekaligus melaporkannya pada dinas pajak.

Wah kebetulan banyak teman-teman saya yang memiliki online shop di media sosial, ini bisa saya
Zeti Arina
sebarluaskan sebagai pengetahuan dan kesadaraan untuk taat pajak.
Sayangnya, banyak diantara pebisnis online yang menyambut hal ini dengan rasa gusar. "Yang dikenakan pajak penghasilan adalah wajib pajak yang secara subjektif dan objektif dari pelaku usaha online, yang telah memenuhi syarat sebagai wajib pajak," kata Zeti Arina seorang Konsultan Pajak sekaligus ketua IKPI Surabaya. Walaupun bisnisnya online tapi kan tetap menghasilkan uang sama sama seperti bisnis offline, karenanya dikenakan pajak.

Penghasilan kena pajak pun ada aturannya, yaitu cukup menghitung berapa peredaran usaha dalam satu tahun pajak. Berhubung pajak bisnis online berupa pajak penghasilan, maka bila omzetnya setahun kurang dari 4,8 milyar dikenai pajak 1% dari omzet. Bagaimana dengan pelaporannya sendiri, bukankah bisnis online sendiri hampir seluruh kegiatannya menggunakan media online mulai dari pemesanan hingga pembayaran, baik lewat Whatsapp, email, BBM, Messenger, Instagram, bahkan sms. Jangan bingung, kata Bu Zeti Arina “Cara pembayaran menggunakan bukti setoran pajak dan dibayarkan melalui bank serta dilaporkan ke kantor pajak. Perhitungannya sesuai berapa kali transaksi yang dikalikan 1%, bila masuk kategori UMKM yang omzetnya kurang dari 4,8 milyar”.

Saya berikan contoh perhitungannya, misal penghasilan kotor kita selama 1 tahun adalah 50.000.000 maka pajak yang harus saya setorkan adalah 1% x Rp 50.000.000 = Rp 500.000 per tahun.

Gimana? Gampang kan… semoga sedikit informasi ini bisa saling mengingatkan kita untuk tetap berada di jalur aman ya teman-teman, jangan sampai karena mangkir pajak yang tidak seberapa berakibat pada kelancaran bisnis. Dan semoga pemberlakukan pajak bisnis online ini tidak memberatkan pelaku bisnis online dan teman-teman sekalian. Jangan lupa untuk sering mampir ke laman http://www.pajak.go.id/ untuk info-info terbaru tentang pajak dan semoga dagangan kalian makin Berjaya. Amin…


Happy Shopping
Senyum dulu ah…

Wednesday, February 10, 2016

1st BIRTHDAY

Hari ini, tepat setahun yang lalu Ibu melahirkanmu ke dunia yang penuh warna nak..tak hanya hitam putih seperti di kandungan. Ibu masih ingat jam, menit, dan detik-detik menegangkan itu. Perjuangan kita...Kamu, Ibu juga Ayah dan semua orang yang membantu persalinanmu. Disaat Ibu melemah, ayahmu yang menguatkan, memberi semangat, bahwa perjuangan itu harus dipertahankan. Dan, hasilnya sepadan. Kami mendapatimu menangis lirih setelah disedot oleh Bu Bidan karena kamu meminum air ketuban sedangkan temanmu sudah menangis kencang setelah dimandikan. Ah nak, betapa cepat waktu itu berjalan tak terasa kamu sudah satu tahun, sudah lulus S2 ASI :D. Alhamdulillah meskipun dari awal Ibu sudah ngos-ngosan karena ASI Ibu nggak sebanyak Ibu-ibu yang lain tapi Ibu berusaha. Semoga bisa lanjut sampai S3 ya mas Akmal :* Nak, di usiamu yang pertama ini Ibu berharap kamu semakin lincah dengan semua kosa kata barumu dari ta-ta-ta-ta-ta-ta-...puu..maem-maem-maem...mak.. akan bertambah dengan panggilan buk dan ayah :D ; sehat selalu, semakin murah senyum ketika ada yang menyapa, juga tetap cerdas, sholeh dan cepet jalan sama lari ya naaak....amin... (semua doa terbaik untukmu)

Selamat Ulang Tahun yang Pertama ya Nak...

Ibu dan Ayah sayang Mas Akmal :*


Wednesday, February 3, 2016

EARLY BIRTHDAY WISH

Hari ini tanggal 3 Februari 2016, beberapa jam menuju tanggal 4 Februari. Hari yang sangat spesial terutama untuk suamiku, Mas Purwono.


Nggak kerasa ya mas sudah tiga setengah tahun kita hidup bersama, melewati suka dan duka. Ada tangis dan juga tawa yang mewarnai hari-hari kita. Apalagi sekarang, sudah ada si kecil "our little Mamal". Anak yang riang seperti Ayah dan Ibunya. Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk terus bersama saling menguatkan satu sama lain ketika ada yang merasa terpuruk. Saling berbagi cerita baik sedih ataupun gembira. Bertukar pikiran, berbagi impian layaknya sepasang anak kecil yang berbagi rahasia. Betapa bahagianya....

Mas Purwono, selamat menantikan tanggal dan bulan kelahiranmu ya mas, semoga diusiamu yang ke 30 tahun nanti dirimu bisa menjadi Pribadi yang lebih baik dan hebat mas, mampu mengamalkan ilmu yang mas miliki dan berbagi dengan yang membutuhkan, Menjadi suami dan ayah yang selalu sayang keluarga, dan siap siaga. Diberikan berkah sehat, selamat dan manfaat ya Mas... Aminn  Jadi inget perjuangan kita waktu anak kita mau lahir ya mas...menggebu-gebu layaknya mesin yang menderu. Sungguh syahdu :D


Once again happy early birthday wish Mas Purwono :*

We Love You Ayah....