Saturday, November 30, 2019

Jenis-jenis Karpet Berdasarkan Bahan, Penempatan, dan Kegunaan

November 30, 2019 7 Comments




Karpet menjadi salah satu item yang wajib ada di hampir setiap rumah tinggal karena bisa menambah tingkat kenyamanan para pemiliknya, terlebih jika dipasang di ruang televisi yang menjadi tempat bercengkrama keluarga. Karpet juga bias melengkapi kesempurnaan dekorasi sebuah ruangan lewat varian bahan, warna dan motifnya.

Kendati begitu, sebagian orang terkadang bingung menentukan karpet mana yang harus dipilih untuk menjadi bagian dari hunian mereka. Nah, berikut adalah beberapa jenis karpet berdasarkan bahan, penempatan dan kegunaan, yang bisa kamu gunakan sebagai referensi ketika hendak membelinya.




Karpet Nilon
Karpet lantai berbahan nilon akan sangat cocok bagi kamu yang memiliki anggaran terbatas. Selain dibanderol harga yang relative ramah di kantong, karpet ini juga mudah dalam hal perawatannya karena bisa diganti per bagian jika terjadi kerusakan. Bukan cuma itu, karpet berbahan nilon pun relatif gampang dibongkar-pasang, dipindah-pindahkan, bahkan tidak sulit dicuci karena bahan dasar nilon sendiri terbuat dari plastik. Umumnya, karpet yang terbuat dari bahan nilon digunakan atau ditempatkan di ruangan perkantoran karena segala keunggulannya.


Karpet Polypropylene
Jika kamu hanya memiliki budget minim alias pas-pasan, Karpet berbahan Polypropylene adalah pilihan tepat untuk dibeli. Karpet jenis tersebut terbilang cukup memuaskan karena Polypropylene sendiri terbuat dari bahan sintetis yang mempunyai tekstur sangat halus dan lembut.Selain itu, karpet berbahan Polypropylene juga mudah dalam soal perawatan karena bisa dibersihkan hanya dengan air bersih saja. Sayangnya, benang karpet yang terbuat dari bahan Polypropylene mudah lepas, warna gampang memudar, serta lebih tipis ketimbang karpet dari jenis bahan lainnya.

Karpet Rasfur
Karpet yang terbuat dari bahan rasfur ini juga dikenal dengan sebutan karpetkarakter karena berbentuk dan bermotifkan karakter-karakter tertentu, seperti tokoh-tokoh kartun terkemuka dan logo-logo klub sepakbola. Rasfur sendiri merupakan bahan berbulu halus yang mengundang rasa nyaman, yang biasa digunakan dalam pembuatan boneka.

Karpet berbahan rasfur memiliki dua macam bulu, yakni yang keriting dan lurus. Harga karpet jenis tersebut pun relative lebih mahal ketimbang jenis-jenis lainnya. Bahkan, semakin panjang ukuran bulunya, maka semakin mahal pula harganya. Namun, karpet rasfur sangat cocok untuk menjadi bagian dari dekorasi ruang keluarga, serta pasti sangat disukai anak-anak karena berdesainkan karakter-karakter masyhur nan lucu seperti Mikcey Mouse, Frozen, Spongebob, Hello Kitty, dan lain sebagainya. Selain itu, karpet berbahan rasfur juga sangat nyaman digunakan untuk tiduran, terlebih di kala cuaca sedang dingin atau musim hujan.

Karpet Sutra
Karpet berbahan dasar sutra sudah barang tentu mampu memberikan kesan nyaman dan mewah disalah satu ruangan rumah kamu, sebab selain lembut dan halus, karpet sutra juga memiliki keindahan tersendiri lewat corak warnanya. Karpet ini sangat cocok buat kamu yang punya kepedulian tinggi terhadap estetika kelas elit.

Karpet Wol
Karpet berbahan dasar wol merupakan salah satu karpet yang banyak diproduksi. Karpet wol dikenal memiliki ketebalan baik, serta lebih tahan lama dalam penggunaannya. Selain itu, karpet berbahan wol juga mampu memberikan kesan elegan, hangat, dan nyaman pada sebuah ruangan.Dalam hal perawatan, karpet berbahan dasar wol pun cukup mudah dibersihkan, dimana kamu cukup menggunakan alat penyedot debu.

Demikian beberapa jenis karpet yang umum dijumpai di sekitar kita. Meski segala hal selalu tergantung pada selera, namun pilihlah karpet sesuai dengan kebutuhan dan budget yang ada. Selamat berbelanja dan memilih karpetmu ya..

Tuesday, November 26, 2019

Hemat Energi Dimulai dari Diri Sendiri

November 26, 2019 27 Comments
Krisis Listrik

Wacana krisis listrik Indonesia sudah digembar gemborkan sejak 4 tahun yang lalu sekitar tahun 2015. Sejak saat itu pula kampanye yang mempromosikan perilaku hemat energi mulai digerakkan. Nyatanya masih banyak orang (masyarakat) yang belum paham. Bagi kebanyakan orang, hemat energi semata-mata bertujuan untuk mengurangi jumlah tagihan listrik, padahal lebih dari itu.

Sementara pasokan listrik yang ada sekarang belum dapat memenuhi kebutuhan seluruh rakyat Indonesia dan permintaan listrik dari konsumen terus meningkat setiap tahun. Baik untuk kegiatan rumah tangga, perkantoran maupun industri. Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi krisis listrik ini?


Pic by google


Tanggap

Permasalahan ketersediaan dan penyediaan listrik ini bagaikan mata rantai yang saling terkait dan menanti celah yang bisa ditembus sehingga mampu menghadirkan solusi. Pemerintah sebagai penyedia harus mulai memprioritaskan program untuk melakukan eksplorasi dan produksi energi yang memadai dna merata. Paling tidak memastikan ketersediaan berbagai energi, termasuk energi baru dan terbarukan dan menerapkan tata kelola yang baik.

Lalu dari sisi permintaan, pemerintah harus mengajak konsumen untuk mulai menerapkan perilaku hemat energi sehingga dapat menjamin ketersediaan atau penghematan energi di masa depan. Sudahkah kita siap? berikut adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai upaya atasi krisis listrik, kalau bukan kita yang mulai siapa lagi?!


3 Langkah Hemat Energi:
1. Matikan Listrik Jika Tidak Digunakan
Salah satu cara yang paling mudah dilakukan  sebagai upaya menghemat listrik yang dapat dilakukan adalah dengan cara mematikan lampu atau alat-alat listrik yang tidak digunakan. Agar tidak lupa bisa lho tempel stiker pengingat di bebrapa tempat dekat sumber listrik.

2. Gunakan Lampu Hemat Energi
Gunakan lampu hemat energi (LHE) dan kurangi pemakaian lampu bohlam/pijar. Lampu LHE harganya memang lebih mahal tapi lampu jenis ini menggunakan energi 80% lebih sedikit dan berumur 10 kali lipat dibandingkan lampu bohlam biasa. Tetap jauh lebih hemat.

Buka tirai jendela di siang hari agar sinar matahari bisa menerangi ke bagian dalam rumah bisa jadi salah satu solusi masalah penerangan rumah lho. Lebih hemat dna sehat tapi harus dipastikan dulu rumah atau ruangan memang memiliki jendela.

Oiya menggunakan banyak titik lampu dengan daya rendah akan lebih hemat energi dan baik untuk kondisi mata dibandingkan dengan menggunakan 1 titik dengan daya besar.

3. Jadikan Hemat Energi sebagai Gaya Hidup
Nah ini yang paling penting, perilaku hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup. Minimal kita mampu mempertanggung jawabkan hal-hal yang kita lakukan. Misalnya kita men-charger HP jika memang sudah penuh jangan lupa mencabut kabel charger dari sumber listrik karena jika kita hanya mencabut HP dari charger aja itu sma aja bohong. Kenapa? karena konsumsi listrik masih terus berjalan. Begitu pula dengan TV jangan cuma matikan TV dari remote, itu tombol power  jangan lupa di pencet dan kabel power juga di cabut.

Ribet? awalnya mungkin iya tapi kalau itu memang bisa membantu kita menghemat listrik di masa depan, kenapa tidak? Yuk mulai dari diri sendiri sambil ajak orang terdekat kita untuk ikut menjadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup mereka.

Thursday, November 21, 2019

SAPARAN, TRADISI KEBERSAMAAN YANG TAK LEKANG OLEH WAKTU DI SUMOGAWE

November 21, 2019 22 Comments

Tanggal 28 Oktober lalu saya bersama beberapa teman blogger diajak main oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang ke Desa Sumogawe, Salatiga. Kegiatan ini bukannya tanpa tujuan melainkan untuk mengenalkan kami akan tradisi unik yang ada di desa Sumogawe. Hari itu bertepatan dengan perayaan Merti Deso atau biasa disebut saparan yang merupakan agenda wajib setiap tahun dan jatuh di hari senin legi, kami disambut iringan kirab warga Sumogawe.

Perayaan Merti Deso atau Saparan ini sudah ada sejak nenek moyang pendiri desa Sumogawe sebagai bentuk rasa syukur warga kepada Tuhan atas limpahan rejeki selama setahun sebelumnya dan berharap limpahan rejeki akan terus berlanjut hingga setahun ke depan. Sebut saja sebagai Syukuran Hasil Bumi.

Oiya, ada sejarah dibalik nama Desa Sumogawe lho gaes.. ternyata nama Sumogawe berasal dari nama Sumokerti yang menikah dengan Nyai Gawe dan jadilah nama desa Sumogawe yang merupakan gabungan dari dua nama tersebut. Mereka adalah cikal bakal para penduduk yang menghuni desa tersebut.

Tema yang diangkat pada perayaan Merti Dusun atau Saparan kali ini adalah “Dengan Kirab Budaya Kita Perkokoh Tali Presaudaraan dan Keluarga”. Tradisi Saparan ini lebih meriah dari tradisi syawalan disaat lebaran lho, tutur Pak Yapto selaku Ketua Panitia kegiatan Merti Deso ini. Orang desa Sumogawe yang merantau pasti menyempatkan diri untuk pulang saat saparan, tapi belum tentu pulang saat lebaran.

Acara saparan kemarin memang ramai, kami diajak berkunjung ke rumah warga dan disetiap rumah yang didatangi mewajibkan kami untuk makan. Bayangkan kami yang waktu itu sudah makan siang harus makan lagi saat masuk ke rumah warga. Jadinya makan siang kami nggak cuma double tapi triple bahkan lebih. Kebayang kan gimana rasanya? Berasa kena jebakan batman gitu hahaha kalau nggak makan kita dikira tidak menghargai tapi kalau makan juga perut sudah sakit karena kenyang. Tapi so far seru sih... hampir sama dengan tradisi saat lebaran di kampung suami di Kebumen sana.

Oiya ada satu fakta menarik dari desa Sumogawe nih gaes bahwa ternyata Desa Sumogawe adalah salah satu suplier susu untuk Perusahaan susu di Bandung dan Jakarta, sebut saja Frisian Flag juga Indomilk. Bahkan ada merk susu lokal yang sudah terkenal, namanya Susu Murni Nasional yang merupakan produksi desa Sumogawe, varian rasanya banyak rasanya juga enak.

Berdasarkan data tahun 2018, Desa Sumogawe mempu menghasilkan 25.000 liter susu per hari. Hal ini dikarenakan rata-rata penduduk Sumogawe memiliki 6-7 ekor sapi perah tiap rumah dan 1 sapi mampu menghasilkan 30 liter susu diperah tiap pagi dan sore. Desa Sumogawe terdiri dari  1 Pokdarwis yang menaungi 14 dusun dan memiliki 4 KUD Besar penampung susu untuk membantu para penduduk mendistribusikan susu dengan harga yang layak. Jadi nggak salah kalau tagline dari desa Sumogawe adalah "Ken Nyusu" karena merupakan desa penghasil susu. Keren ya Desa Sumogawe...

Puas makan siang berkali-kali kami pun diajak main ke KUD Wahyu Agung salah satu Koperasi Warga yang terbesar. KUD Agung adalah suplier untuk Indomilk dan setiap hari harus mengirim 15 ribu liter susu untuk Indomilk. Wow, banyak banget ya gaes..di KUD Agung ini juga terdapat banyak sapi perah. Sempat ada kejadian lucu saat kami memasuki area peternakan sapi ada salah satu peserta yang jalan duluan dan tiba-tib alari karena dikejar soang (angsa). Kami tertawa lepas saking lucunya melihat peserta tersebut lari ketakutan dikejar dua soang yang kelihatan marah kerena teritorinya diganggu.

Lepas main dari KUD Wahyu Agung kami diajak mampir ke salah satu Dusun yang masih berada 1 pokdarwis dengan Desa Sumogawe yaitu Dusun Magersari. Dusun yang memiliki tarian khas "Prajurit". Tari Prajurit ini merupakan warisan dari para pengikut Pangeran Diponegoro lho katanya. Jadi menurut cerita turun temurun penduduk  sekitar di tahun 1825-1830 saat Pangeran Diponegoro ditangkap banyak pengikutnya yang mengasingkan diri

Ada 3 orang yang mengasingkan diri bersama di Sumogawe. Mereka adalah Kertonegoro, Tambaknegoro dan Sumonegoro. Mereka memberdayakan warga sekitar dengan melatih mereka prajuritan dan akhirnya menjadi tarian yang turun temurun diajarkan dan menjadi tarian khas dusun Magersari yang biasa ditampilkan saat acara-acara tertentu.

Balik lagi ke acara kunjungan kali ini, di dusun Magersari kami diajak untuk belajar membuat keju Mozarella yang meler kalau kena panas dan juga icip-icip salah satu roduk olahannya yang bernama Mozarella Stick Bread. Seru bnaget, kami diajari oleh Ibu Tri yang memang punya usaha pembuatan keju lokal.

Seneng deh semakin banyak produk lokal berkualitas dan semoga makin bisa bersaing dengan produk lain terutama impor yang sudah ada. Semoga pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Desa Sumogawe dna sekitarnya bisa terus berkembang dna memberikan banyak manfaat serta saling menguntungkan kedepannya nanti. Mungkin bisa dibuat kelas-kelas kreatif cara pengolahan susu murni, cara pembuatan keju sehingga bisa menarik lebih banyak wisatawan.

Terima kasih untuk Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang yang sudah ngajakin jalan-jalan, bersyukur bisa merasakan keramahan serta keunikan Desa Sumogawe.

Penasaran dengan keramahan Desa Sumogawe? Silakan jalan-jalan langsung ke daerah Salatiga menuju Kopeng ya gaes...

Follow Us @soratemplates