Thursday, January 31, 2019

HOKBEN MAJAPAHIT PILIHAN TEPAT NONGKRONG HALAL DAN ASYIK

Halo gaes, apa kabar nih? Saya awal tahun sempat lesu nggak ada setoran tulisan, nggak ada tulisan yang mengalir. Akhirnya daripada lesu berkepanjangan saya ikutan kopdarnya Gandjel Rel yang bertempat di gerai barunya Hokben Resto di daerah Majapahit Semarang Timur. Lumayang sweet escape sejenak dari keruwetan kantor. Apalagi di kopdar kali ini kami diajak belajar tentang sertifikat sistem jaminan halal bersama LPPOM MUI Jawa Tengah. Kopdar bergizi nih ceritanya xixixixi...

Berangkat dari Tembalang dianter babang ojol, hampir seluruh peserta yang berjumlah 20 orang sudah datang semua. Acaranya bertempat di lantai dua resto. Oiya Hokben Resto Majapahit ini adalah gerai pertama Hokben Semarang yang stand alone alias berdiri sendiri tanpa sharing counter dengan brand lain seperti di mall ya gaes. Asyik kan... Buat kalian yang tinggal di daerah Semarang Timur nggak perlu bingung kalau misal mendadak lapar di tengah malam tinggal delivery order aja ke 1-500-505. Atau menurut istilah Hokben, ini adalah nomor telpon darurat kelaparan 505 (baca: SOS).


Nah balik lagi ke acara kopdar bergizi kali ini, kami tergelitik dengan isu sertifikat halal yang marak akhir-akhir ini. Kepekaan masyarakat terhadap isu tertentu memicu pro dan kontra, untuk itu kopdar kali ini kami diajak belajar tentang sertifikat halal dan juga teman-temannya. Menghadirkan Oftiana Irayanti Wardani, S.Pd. & Irma Fadlilah, S.Si sebagai pembicara kami pun diajak menjelajahi pengetahuan mengenai proses sertifikasi halal ini.

Apa sih Sertifikat Halal Itu, Bagaimana Prosesnya?

Sertifikat Halal adalah Sertifikat yang didapatkan oleh suatu brand melalui tahapan-tahapan yang sudah ditetapkan dan sudah dipastikan kehalalannya yang meliputi bahan yang diolah, penyedia bahan-bahan tersebut, serta proses pengolahannya pun sudah dipastikan oleh lembaga terkait terutama untuk produk olahan yang sudah tidak bisa dibedakan.

Maksudnya?

Jadi misalnya kita pergi ke pasar mau beli daging, dengan mata telanjang pun kita bisa membedakan mana daging sapi dan mana daging babi. Tapi ketika daging tersebut sudah diolah menjadi produk olahan seperti nugget, sossis, beef teriyaki, dll kita tidak tahu daging apa yang dipakai, halal atau tidak untuk itulah sertifikat halal suatu produk dibutuhkan. Supaya kita tahu produk yang dijual itu baik, halal dari hulu hingga hilirnya.

Bagaimana Prosesnya?

Ada tiga tahapan yang harus diikuti, yaitu:



1. PRE AUDIT


a. Registrasi

Daftar!! Perusahaan harus mendaftarkan diri dulu karena sejauh ini belum ada undang-undang resmi yang mengatur kewajiban perusahaan untuk mendaftarkan produknya. Tapi ini akan menunjukkan sejauh apa perusahaan peduli terhadap opini publik dan kehalalan produknya.
b. Akad Sertifikasi

2. PROSES AUDIT


Ditahap ini dilakukan Pengecekan secara menyeluruh dan mendetail mulai dari Bahan, Produk, Fasilitas, Formula, dll termasuk vendor penyedia barang juka ikut diperiksa lho gaes.


Setelah itu baru ada Verifikasi Implementasi SJH (Sertifikat Jaminan Halal) yang meliputi Kebijakan Halal, Tim Halal, Prosedur, dll.

3. PASKA AUDIT

Pada tahap ini dilakukan rapat auditor, Sidang Komisi Fatwa, Laporan Berkala dari Perusahaan yang menerima Sertifikat Halal setiap 6 bulan sekali, dan juga Pengajuan Ijin Penggantian Bahan jika ada bahan yang ingin diganti.

Jika setelah melalui 3 tahapan proses audit tersebut perusahaan mendapatkan nilai A atau minimal B maka mereka akan mendapatkan Sertifikat Halal yang berlaku untuk 2 tahun. Jika sudah dua tahun bagaimana? ya harus perpanjang lagi. Dan jika dalam proses perpanjangan perusahaan tersebut mendapatkan nilai A tiga kali berturut-turut mereka akan mendapatkan Sertifikat Jaminan Halal (SJH) sebagai bentuk apresiasi atas mutu yang terus dijaga.

Dan SJH ini berlaku untuk 4 tahun. contoh perusahaan yang sudah memiliki Sertifikat Halal dan Sertifikat jaminan Halal ini adalah Hokben, jadi gaes buat kamu yang masih mempertanyakan status kehalalan Hokben sekarang nggak perlu ragu lagi ya.



Oiya kalian juga bisa cek berbagai produk yang betul-betul sudah masuk daftar perusahaan yang mengantongi Sertifikat Halal dari MUI lewat www.halalmui.org atau download aplikasinya di palystore buat kalian pengguna android. Nama aplikasinya adalah halal mui.

Tapi, sebelum melalui tiga tahapan audit yang sudah saya sebutkan diatas ada 11 kriteria yang harus dipenuhi oleh Perusahaan yang ingin mengajukan sertifikasi halal. Apa saja itu? simak daftarnya :

1. Kebijakan Halal
Manajemen puncak harus menetapkan kebijakan halal tertulis yang menunjukkan komitmen perusahaan untuk menghasilkan produk halal secara konsisten. Komitmen ini berlaku untuk semua pihak seperti stakeholder. 

2. Tim Manajemen Halal
Penunjukan Tim Manajemn Halal harus disertai bukti tertulis sepertio surat penugasan atau SK yang diterbitkan perusahaan. Koordinator tim minimal adalah manajer teknis dan diutamakan seorang muslim. 

3. Pelatihan dan Edukasi
Perusahaan harus punya prosedur tertulis tentang pelaksanaan pelatihan untuk semua personel yang terlibat aktifitas ktitis termasuk karyawan baru.

4. Bahan
Bahan meliputi Bahan Baku (raw material), bahan tambahan (additive) dan bahan penolong (processing aid). Semua bahan ini harus dipastikan kejelasan dna kehalalannya.

5. Produk
Produk yang dijual harus didaftarkan smua dan nama dari produk tidak boleh menggunakan nama yang mengandung dan menggunakan alkohol, nama babi atau anjing dan turunannya, tidak menggunakan nama setan, tidak menggunakan kata berkonotasi erotis, vulgar atau porno.

6. Fasilitas Produksi
Fasilitas produksi harus dipastikan halal, perusahaan hanya diperbolehkan menggunakan fasilitas yang memenuhi kriteria.

7. Prosedur Tertulis untuk aktivitas Kritis
meliputi:
- Seleksi Bahan Baru
- Pembelian Bahan
- Pengembangan Produk Baru
- Pemeriksaan Bahan Datang
- Produksi
- Pencucian Fasilitas Produksi
- Penyimpanan dan Penanganan Bahan & Produk
- Transportasi
* Pemajangan (display) dan Penyajian
* Pengembangan Dapur/Outlet baru
* Aturan Pengunjung
* Aturan Karyawan

*khusus restoran dan katering

8. Kemampuan Telusur
Perusahaan harus punya prosedur tertulis yang menjamin ketelusuran produk yang disertifikasi.
Maksud ketelusuran selalu dapat dibuktikan bahwa produk yang disertifikasi berasal dari bahan yang disetujui (termasuk jika ada pengkodean bahan/produk) dan diproduksi di fasilitas yang memenuhi kriteria

9. Penanganan Produk Yang Tidak Memenuhi Kriteria
SOP harus jelas yaitu perusahaan harus memiliki sistem yang bisa mengatur prosedur penanganan produk yang tidak sesuai dengan kehalalan. Prosedur harus memuat definisi yang tepat tentang produk dan cara menanganinya. 

Produk yang tidak memenuhi kriteria dapat diidentifikasi dari audit internal, audit pemasok, pemeriksaan mutu produk rutin atau analisis laboratorium. 

10. Audit Internal
Perusahaan harus memiliki tim audit sendiri yang memastikan segala sesuatunya berjalan dengan lancar. Tim khusus ini harus dimiliki oleh perusahan untuk menunjukkan keseriusan mereka dalam menjaga kualitas dan kehalalan produk mereka. Perusahaan juga harus memiliki SOP tertulis audit internal, audit internal dilakukan dua kali setahun.

11. Kaji Ulang Manajemen
Kaji ulang berkala yang dilakukan oleh Tim LPPOM MUI ini bisa dilakukan sewaktu-waktu lho gaes macam sidak mendadak gitu dan outlet yang dipilih juga acak. Bisa juga berpura-pura menjadi konsumen biasa yang memesan makanan untuk dibawa pulang agar bisa diuji kembali kehalalannya.

Nah itu dia pengetahuan bergizi yang saya dan juga teman-teman blogger Gandjel Rel dapatkan saat kopdar bersama LPPOM MUI Jateng di gerai Hokben Baru di daerah Majapahit. Semoga sedikit pengetahuan ini bisa memberikan pencerahan ya gaes. Mau makan di Hokben sudah tidak ragu lagi kan? karena Hokben sudah mengantongi Sertifikat halal dan juga Sertifikat Jaminan Halal. 

Di acara ini kami juga difasilitasi makan siang oleh Hokben dan nyobain fasilitas drive thru sebelum pulang. Ini dia menu makan siangku. Pengen? langsung cuss kesini aja ya...




More Info:

HokBen Majapahit
Jl. Brigjen Sudiarto 326B Palebon, Pedurungan, Kota Semarang 50192
Website: www.hokben.co.id
Instagram: @HokBen_id
Twitter: @HokBen
Facebook: Hoka Hoka Bento
Youtube: HokBen

Wednesday, January 30, 2019

BAN(K)G SAMPAH

Pagi itu mendung, semendung hatiku yang sedang kecewa berat karena berita yang ku terima. Proposal Project pengelolaan sampahku yang kuajukan ke kampus ditolak mentah-mentah oleh dosen pembimbingku, betapa menyakitkan. Padahal aku sudah membayangkan banyak hal dan juga produk yang akan dihasilkan dari proyek ini. Sayang sekali...

credit to google

Aku termangu menatap jendela kamarku saat hujan rintik mulai turun, menguarkan bau tanah ke udara saat air menimpa permukaannya. Ku hela nafas seraya berkata dalam hati “Jeda” . Ya, sepertinya aku butuh jeda dari semua kepenatan ini, aku butuh pergi. Kuraih ponselku dari tempat tidur dan ku tekan nomor yang sudah ku hafal di luar kepala.

"Ma, Alya minta ijin mau menyepi sebentar ya mumpung kuliah lagi libur" pintaku dengan lembut 

“Terserah kamu Nak, mama cuma pesen jaga diri baik-baik dan jadilah orang yang bermanfaat dimanapun kamu berada” 

“Siap Jendral” sahutku riang. 

Pagi itu aku bergegas mengepak beberapa baju ke dalam ransel kesayanganku, mandi lalu sarapan setangkup roti terakhir di kamar sembari memesan ojek online menuju pool bus. Perjalanan kali ini akan panjang, tapi aku yakin semua akan indah pada waktunya.

********************************************************************************

“Jombor - Kota Jombor - Kota turun sini” teriakan kondektur menyadarkan tidur panjangku. 

“Hmmm” aku mengerjapkan mata seraya dengan enggan menggeser posisi duduk untuk berdiri, menuju antrean panjang penumpang yang akan turun. 

Aku berjalan menyeberangi flyover menuju halte bus yang akan membawaku ke pusat kota. Bus yang kutunggu akhirnya datang juga. Aku melangkah masuk, turun di halte sorowajan dan mulai mengeluarkan ponsel untuk memesan ojek onlen untuk meneruskan perjalanan ke rumah tanteku di Bantul. 

Halaman lengang ketika aku sampai di rumah tanteku, tak kulihat sosok yang kucari. Mungkin dia sedang keliling mengambil sampah. Aku berjalan menghampiri gazebo, melepas lelah sambil mengamati puluhan botol berisi cairan kuning kecoklatan dan tumpukan sampah yang menggunung di samping garasi. 

ilustrasi


ilustrasi
Mas Abid, sepupuku sudah 2 tahun ini gencar mengumpulkan sampah plastik dan kertas serta memberikan pendampingan pada masyarakat di sekitar rumah dalam pengolahan limbah rumah tangga untuk diolah menjadi pupuk dan juga Pengelolaan Bank Sampah. Sampai-sampai dia dijuluki Ban(k)g sampah oleh penduduk sini :). 

Bank Sampah disini sudah cukup maju karena bisa membiayai pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu. Keren deh masku yang satu ini.. Tiba-tiba lamunanku terganggu. 

“Lho Al, kapan datang? Kok nggak ngabarin tahu gitu kan bisa mas jemput tadi” cerocos mas Abid sambil menepuk pundakku .

“Hehehe kan mau kasih kejutan makanya nggak bilang-bilang” timpalku saraya nyengir. 

“Ayo masuk maaf habis keliling tadi” 

“Dapet banyak nggak mas?” tanyaku penasaran. 

“Lumayan, nanti ibu juga pas pulang bawain tambahan dari kantornya” 

“Oh iya di kantor tante pasti banyak ya mas kan nyetak tiap hari” 

“Iyo” jawab mas Abid sambil mencuci tangannya di bak cuci piring. 

“Eh yuk makan dulu, pasti kamu laper to “ ajak Mas Abid sambil mengambilkan piring untukku.

“Hehehehee, mas Abid tau aja kalau aku laper” jawabku sambil cengengesan.

Kami pun makan seraya ngobrol ngalor ngidul dan jadi ketahuan deh kenapa tiba-tiba aku dating ke Jogja tanpa pemberitahuan. Akhirnya kutumpahkan seluruh uneg-unegku tentang proyek pengelolaan sampahku yang ditolak mentah-mentah itu. Mas Abid mendengarkan dengan seksama keluh kesahku sampai akhirnya. 

“Oh, dadi ngono tho, yawes nanti kita bahas bareng sambil kamu liburan disini..nanti kita cari formula lagi biar proyekmu lolos” tandas Mas Abid. 

“Okelah” jawabku masih ogah-ogahan. 

“Wes tho rasah manyun wae, tenang…” goda Mas Abiid sambil nowel hidungku dan memainkan alisnya.

Aku pun tertawa dibuatnya.

Hari-hari berlalu dengan cepat, selama di Jogja aku membantu Mas Abid mengumpulkan sampah dan memberikan penyuluhan tentang pengelolaan sampah juga pembuatan pupuk cair pada penduduk setempat dan juga penduduk tetangga. Tak terasa sudah seminggu aku di Jogja, melakukan banyak hal positif.
ilustrasi
Ilustrasi

Aku diajak menjual kertas serta kardus bekas yang kami kumpulkan pada para pengepul, uangnya dimasukkan ke kas untuk biaya pendidikan anak-anak yang kurang mampu. Oiya, keluarga yang tidak mampu tersebut juga punya buku tabungan lho, jadi tabuangan akan bertambah jika mereka membawa sampah yang nantinya akan dijual dan jadi saldo tabungan mereka. Dari sana aku belajar banyak hal dan mulai menyusun strategi untuk memperbaiki proposal projectku. Aku optimis kali ini akan berhasil. 

Sampah, siap-siap aku olah ya!!! mantapku dalam hati. 



Monday, January 14, 2019

KULINER FAVORIT DARI KAMPUNG HALAMAN

credit to google
Hari ini, minggu tanggal 23 Desember 2018 akhirnya saya bisa pulang kembali ke rumah Bapak dan Ibu setelah sekian bulan terkendala waktu. Mumpung ada libur cuti bersama hari Natal, saya bujukin suami biar mau nganterin mudik daripada cuma gluntang gluntung di rumah. Alhamdulillah mau, biar anak-anak main ke rumah neneknya juga hehehe.

Padahal motif utama pulang kampung adalah biar bisa puas makan masakan ibu. Pokoknya masakan ibu itu yang terbaik. Lumayan bisa menghabiaskan 3 hari 2 malam di rumah Bapak Ibu. Kabar baiknya lagi saya jadi bisa kulineran makanan yang memang ada di kampung halaman. Yeay... elus-elus perut karena dedek bayi di dalam melonjak kegirangan. Akhirnya ada satu lagi daftar makanan request si dedek yang bisa dicoret.

Alhamdulillah mengakhiri liburan natal di tahun 2018 ini saya bisa berkumpul bersama keluarga. Memang kembali ke rumah orang tua itu selalu terasa berbeda. Mumpung mereka masih sehat juga, harus sering-sering ditengokin jangan sampai ada rasa sesal karena mengabaikan orang tua. Ini sebagai reminder buat diri saya sendiri juga sih yang kadang terlalu sibuk sama kerjaan. Hiks... maaf ya pak, buk...

Dah ah cukup buat sedih-sedihannya, sekarang mendingan balik lagi ke kuliner favorit di kampung halaman. Di tempat kalian ada nggak sih kuliner enak yang selalu ngangenin dan wajib banget untuk disambangi ketika mudik? Kalau di rumah ibu tuh banyak kuliner enak meskipun bukan kuliner khas ya.. Penasaran apa aja kulinernya? Yuk pantengin!

1. Nasi Goreng Batas Kota
Ada yang pernah denger nasi goreng legendaris dari desa Sukorejo, Kendal? Ya, namanya Nasi Goreng Batas Kota atau dikenal juga dengan nama Nasi Goreng Mak Sam. Nasi Goreng Babatnya adalah yang paling terkenal karena rasanya yang endes dan aromanya yang khas. Duh bikin air liur menetes nih kalau ngebayangin rasa dan aroma nasi goreng batas kota ini. Plat luar kota banyak yang sering berkunjung ke warung Mak Sam ini lho..

2. Cap Cay Tridoyo
Kalau yang ini warung makan aneka macam menu, terletak di sebelah timur Bunderan Sukorejo dengan ikon ayam bertelur yang terkenal itu. Warungnya kecil tapi jangan salah pelanggannya oye! Sayur lodeh dan opornya matep banget dan yang pasti kalau favorit saya sih si cap cay gorengnya. Seporsi 17 ribu rasanya jangan ditanya, enak banget.. Tiap pulang wajib beli ini tapi sayang mudik natal ini saya nggak bisa menikmati lezatnya si cap cay karena warung tutup :(. Lain kali kalu mampir ke Sukorejo jangan lupa cobain ini ya gaes..

credit to google


3. Es Dawet Ayu Banjarnegara
Mau atau butuh yang seger-seger? ada nih es dawet ayu khas banjarnegara yang segar dan manisnya pas di lidah. Es Dawet Ayu Banjarnegara ini sudah ada lama banget lho gaes, sejak saya SD sudah ada bahkan mungkin lebih lama dari itu ya. Mereka juga sering diundang untuk jadi pengisi menu saat nikahan. Rasanya nyuss..

credit to google


4. Mie Ayam Son Haji
Mie ayam yang satu ini ada di area ruko di Bunderan juga gaes, sudah terkenal dari dulu. Malahan ini jadi tempat nongkrong favorit jaman sekolah dulu, terutama saat ada yang ulang tahun. Yup traktiran ulang tahun jaman dulu itu ya seputar bakso dan mie ayam. Nggak kaya sekarang yang sudah banyak cafe atau pilihan tempat makan yang lebih asyik dan gaya. Tapi esensi sejati dari makan kita mnikmati makanan tersebut bukan hanya soal suasana. Betul?

5. Rujak Cik Mintu
Siapa yang suka rujak? cung... Ini adalah salah satu rujak legendaris penjualnya Cina namnya Cik Mincu. Dagangannya selalu laris manis yang jadi andalan adalah rujak dan aneka bubur. Rujaknya seger dan enak memang tapi porsinya sedikit untuk ukuran harga yang harus dibayar memang. 

Yak itu dia beberapa kuliner vaforit yang ada di kampung halamanku. Bagaimana dengan Mbak Ade dan Mbak Tanti ada kuliner khas juga kah di kampung halaman kalian? Share dong :).

Saturday, January 12, 2019

3 ALASAN SAYA JATUH CINTA SAMA SEMARANG

credit to uniekkaswarganti.com
Hai gaes, lama tak jumpa selamat tahun baru masehi 2019 ya... semoga di tahun yang baru ini kehidupan kita semakin baik. Entah dari kesehatan, ekonomi, cinta, dan juga cita-cita semoga diberikan kemudahan dan kelancaran dalam meraihnya, amin.   

Oiya setelah tahun lalu di tutup dengan keseruan marathon ngeblog yang diadakan oleh Blogger Perempuan Network, awal tahun 2019 ini juga ada agenda tak kalah seru lho. Selain 30 hari bercerita yang di mulai per 1 Januari 2019, saya juga sedang mengikuti agenda seru yang diadakan oleh Komunitas Blogger Perempuan Semarang, Gandjel Rel.

Penasaran kan agenda serunya apa?

Jadi bulan Februari nanti Gandjel Rel bakalan merayakan ulang tahunnya yang ke 4 gaes, nah dalam rangka menyambut ultahnya Komunitas Gandjel Rel mengadakan "Road to 4th Gandjel Rel" dengan mengadakan lomba nulis blog tiap minggunya dimulai dari tanggal 7 januari sampai 2 Februari 2019. Juga posting video berdurasi 1 menit pada tanggal 22 Februari 2019 tentang Gandjel Rel. Seru kan? :)

Well balik lagi ke tema postingan pekan ini yang mengulas tentang Semarang, saya ingin menuliskan tentang alasan saya jatuh cinta pada kota ini.

1. SUASANA

Bagi saya yang bukan warga asli, Semarang memiliki ruang khusus di hati saya. Semarang itu unik dengan segala keanekaragaman budaya dan masyarakatnya yang berhasil berbaur dan menyatu dengan indah. Tahu kan kalau di Semarang itu budaya yang kental ya budaya Jawa, Cina, dan Arab juga beberapa sisa peninggalan Belanda yang kece. Jadi kalian bakalan dimanjakan dengan gaya arsitektur campuran dari Jawa, Cina, Arab dan Eropa. Coba jalan-jalan aja ke kawasan Kota Lama Pecinan dan Pekojan dijamin betah.


Itu baru dari sisi suasana kota, hal positif lain yang juga membuat saya jatuh cinta adalah komunitasnya. Meski geliat komunitasnya tidak seheboh di kota sebelah yang tiap malam ada agenda seni atau komunitas, tapi komunitas disini banyak dan tak kalah produktif lho. Kalau kalian rajin cari info, di daerah Kota Lama atau pecinan sering ada event kece yang patut di sambangi. Dulu jaman kuliah saya termasuk salah satu aktivis kampus yang giat di acara budaya :). Ah jadi kangen masa-masa kuliah, kapan bisa napak tilas ke kenangan lalu itu ya gaes.

2. KULINER

Ngomongin suatu daerah nggak boleh ketinggalan untuk mencicipi wisata kulinernya. Semarang memiliki beberapa ikon makanan terkenal yang wajib dicoba dan tak boleh dilewatkan saat kalian berkunjung kesini. Oiya kuliner di Semarang juga merupakan perpaduan budaya Jawa, Cina dan Arab. Salah satu makanan yang merupakan hasil perkawinan antara budaya Jawa dan Cina adalah Lumpia.

Oiya, saya dan boss saya selalu mengenalkan lumpia kepada para kolega kami yang berasal dari luar negeri sebagai makanan khas Semarang. Dan mereka menyukai rasa lumpia dan tertarik dengan bahan yang digunakan saat kami memberi tahu mereka bahwa isi lumpia adalah bambu :)

Ikon kota Semarang, selain lumpia ada juga wingko babat, tahu gimbal, tahu pong, aneka soto dan juga nasi ayam, nasi pecel, nasi padang dan warteg (yang hanya ditemukan di Semarang dan Jakarta) yang bisa jadi pilihan lezat untuk disantap.


Oiya selain lumpia ada juga kue Ganjel Rel atau yang juga dikenal dengan nama kue Gambang karena bentunya mirip alat musik gambang. Lho kok namanya sama kaya Komunitas Blogger Perempuan Semarang? iya memang karena Komunitas Gandjel Rel terinspirasi dari nama salah satu kuliner legendaris warisan Belanda ini.

Selain ingin mengangkat ikon kuliner tradisional, Gandjel Rel juga mengambil filosofi dari kue unik satu ini yaitu "Ngeblog Sik ben rak Ngganjel" yang artinya Ngeblog dulu biar plong alias nggak ada uneg-uneg atau ganjalan. Pokoknya kalau main ke Semarang harus nyobain kue ini karena rasanya yang unik, perpaduan adonan cokelat dan juga kayu manis yang kaya dan juga rasa manis dari gula aren menghasilkan cita rasa unik di lidah. Oiya ada taburan wijen juga diatasnya. Hmm yummy....

Soal kuliner tak usah khawatir lah pokoknya, karena menu western juga sudah banyak ditemui lewat cafe dan juga restaurant yang kian menjamur di Semarang. Soal harga juga masih relatif terjangkau, so don't worry be happy.


3. KOTA YANG NYAMAN

Meskipun termasuk kota metropolitan, Semarang termasuk kota yang nyaman dan layak huni. Saking nyamannya, saya sendiri sampai beralih menjadi warga Semarang hihihi. Maklum dari kuliah, kerja, sampai ketemu jodoh semua terjadi di Semarang gimana saya nggak cinta coba :D. Memiliki kontur perbukitan dan juga lautan membuat Semarang memiliki daya tarik tersendiri.

Semarang dikenal sebagai kota bisnis yang tidak memiliki destinasi wisata sebanyak kota lain namun tetap ngangenin. Semarang juga memiliki warisan bangunan-bangunan tua yang berpusat di Kota Lama. Malahan sekarang ada paket wisata keliling Kota Lama dengan Sepeda onthel cukup membayar Rp 75.000,- saja. Asyik kan...



Selain itu ada juga Lawang Sewu yang menjadi landmark kota Semarang yang menarik wisatawan dari luar daerah. Tak ketinggalan Sam Poo Kong, sebuah klenteng yang dibuat sebagai monumen pengingat Laksamana Cheng Ho yang pernah berlabuh di Semarang. Kawasan Simpang Lima juga masih jadi favorit karena dikelilingi aneka kuliner yang memanjakan lidah, ada tahu petis prasojo, pecel mbok sador, pecel yu sri, dan masih banyak lagi.

Jika ingin menikmati suasana kota yang lebih santai, kalian bisa pergi ke daerah Semarang atas. Disana kalian bisa menikmati kerlip lampu kota dan pelabuhan di kejauhan sambil menikmati jagung bakar atau nongrong asyik di cafe.

Gimana masih penasaran dengan kota Semarang? Silakan datang kemari dan buktikan sendiri semua yang sudah saya tuliskan tadi :)