Thursday, January 28, 2016

Bertanya Bukanlah Alpa


Pernah dengar peribahasa "Malu Bertanya Sesat di jalan" kan guys? Yup, peribahasa ini sudah kita kenal sejak di bangku sekolah dasar alias SD. Peribahasa ini punya maksud atau pesan terselubung lho beberapa diantaranya adalah Janganlah kita malu menanyakan sesuatu kepada orang yang bijaksana atau Jika segan bertanya kita akan rugi sendiri karena masalah yang dihadapi tidak ada jalan keluarnya. Memang benar maksud peribahasa tersebut, saya sendiri pernah mengalami hal memalukan dua belas tahun yang lalu, masih membekas hingga sekarang menjadi pelajaran berharga dalam hidup saya.

Jumat pagi di suatu bulan di tahun 2000, Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Sukorejo terlihat ramai..hiruk pikuk siswa yang asyik mengobrol dan mempersiapkan barang-barang bawaan mereka terdengar menggema sampai ke sudut-sudut sekolah. Hari itu sekolah kami akan mengadakan acara berkemah selama dua hari di daerah Plantungan, lokasinya di dekat Lembaga Pemasyarakatan di tepi Kali Lampir (Kali=Sungai), masih di wilayah Kabupaten Kendal. Kami berangkat seusai sholat jumat, dan menempuh 1 jam perjalanan menggunakan Truk. Truk yang biasa digunakan untuk mengangkut pasir atau sapi kali ini penumpangnya adalah kami, siswa siswi SMPN 1 Sukorejo :). Kebayangkan gimana keadaan kami di dalam truk? kami harus berdesak-desakan diantara sesama teman dan barang bawaan kami, tungku, wajan, tenda, tongkat. Satu jam berlalu kamipun sampai di tempat tujuan, cuaca cerah dan udara tetap segar meskipun matahari cenderung terik. Turun dari truk, kami mulai mengeluarkan barang bawaan kami dan saling membantu bersama kelompok masing-masing dan berebut memilih lahan untuk membangun tenda. Kami mendapat lahan disisi kanan agak di tengah, kamipun mulai membangun tenda. Tak terasa hari sudah sore ketika kami selesai mendirikan tenda, beberapa diantara kami sudah menyalakan tungku dan mulai menanak nasi dengan dandang dan juga menaburkan garam disekeliling area tenda untuk menghindari ular. Akhirnya kamipun tiba di penghujung hari, saatnya mandi, banyak diantara kami yang memutuskan untuk menumpang mandi di rumah penduduk. Saya dan juga dua orang teman lain juga mengikuti jejak teman-teman lami, mencoba peruntungan untuk meminta ijin menumpang mandi di salah satu rumah penduduk.

Rumah itu besar, dengan halaman yang cukup luas untuk menampung berbagai macam jenis tanaman dalam pot. Dicat dengan  dominan putih, di hiasi warna abu-abu dan putih, rumah itu terlihat sepi, kami mengetuk pintu yang terbuka dan mengucapkan sapaan "Selamat sore". Si empunya rumah keluar sambil menggendong anaknya, sambil menanyakan maksud kedatangan kami. Kamipun menjawab hendak meminta ijin untuk ikut menumpang mandi dan diijinkan, kamipun segera masuk ke dalam rumah dan mencari sendiri letak kamar mandi. Sebetulnya kalau diingat lagi, disinilah awal dari kejadian memalukan tersebut. Kami tak menyangka bahwa rumah kami pilih tersebut sangatlah besar. Kamipun tersesat. Di dalam rumat terdapat banyak ruangan yang sayangnya tidak didukung pencahayaan yang memadai. Suasana spooky pun menyergap kami, membuat bulu kuduk kami berdiri saking takutnya. Ketika pikiran buruk mulai menghantui, saat itu barulah kami sadari bahwa kami lupa menanyakan letak kamar mandi pada si empunya rumah ketika nyelonong masuk tadi. Akhirnya kamipun memutuskan untuk kembali ke ruang depan tadi untuk meminta maaf pada si empunya rumah dan menanyakan letak kamar mandi yang boleh kami pakai.  Namun rupanya si empunya rumah sudah terlanjur tersinggung dan memarahi kami karena ketidaksopanan kami tadi. Rupanya ketika meminta ijin tadi kami terlalu tergesa-gesa sehingga ketika si pemilik rumah hendak menjelaskan letak kamar mandi, kami sudah keburu ngeloyor masuk ke dalam rumah. Mungkin sempat terbersit di pikiran si empunya rumah, kurang ajar sekali anak-anak ini. Wajarlah jika itu membuatnya tersinggung bukan main. Kamipun meminta maaf dengan tulus atas kelancangan kami dan merasa sangat menyesal atas perbuatan kami. Lalu si empunya rumah menunjukkan letak kamar mandi yang ternyata ada diujung lorong tempet kami berdiri tadi, kamipun bergegas masuk, bertiga. Kami gadis-gadis kecil yang belum matang mandi bertiga di dalam kamar mandi kuno yang sangat luas dan redup, menurut saya kamar mandi ini mampu menampung 10 orang dewasa saking luasnya. Suasana mistis mulai merayapi kami apalagi saat itu adzan maghrib mulai berkumandang. Selesai mandi, pakaian ganti yang kami bawa sudah kami pakai, dan kamipun keluar dari kamar mandi untuk kemudian berpamitan sambil mengucapkan banyak terima kasih pada si empunya sambil tertunduk malu. Sepanjang perjalanan pulang dari rumah itu menuju tenda kami, saya memikirkan keteledoran kami atau keteledoran saya tadi karena yang meminta ijin adalah saya, kenapa tidak kami dengarkan perkataan si empunya rumah ketika mengijinkan kami untuk menumpang mandi. Kejadian tersebut benar-benar menampar saya, membuat saya malu karena merasa kurang menghargai orang lain terutama si empunya rumah dalam kasus ini karena ketidak sabaran dan sikap sok tau saya. Padahal beliau sudah berbaik hati kepada kami, jadi wajar kalau beliau merasa tersinggung dan kemudian marah.

Sejak saat itu saya menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran yang sangat berharga yang akan selalu saya ingat dan jadi titik balik dalam hidup saya. Jangan pernah meremehkan apapun karena sikap sok tau atau tidak sabar, meskipun itu hanya mendengarkan jawaban dari pertanyaan yang kita ajukan. Hargailah perasaan orang yang kita tanyai, coba posisikan kita sebagai orang yang ditanyai, sudah berbaik hati menjelaskan tapi ternyata cuma masuk telinga kanan keluar telinga kiri, apa nggak jengkel? :D. Jadi, kalau kita merasa ragu atau memang tidak tau sebaiknya bertanya karena bertanya bukanlah suatu kesalahan dan nggak akan nurunin derajat kita juga kok, justru dari ketidaktahuan itu mungkin kita akan menemukan pencerahan yang tak ternilai harganya. Jangan sampai gara-gara kita malu untuk bertanya ternyata tindakan kita justru membahayakan orang lain, seperi membetulkan kabel listrik yang putus di saluran antara rumah kalian dengan tetangga. Iya kalo betul, salah-salah nanti malah terjadi kebakaran, lebih baik segera telpon petugas yang berwenang saja ya. Jadi sekali lagi jangan malu untuk bertanya ya guys, dan jangan lupa untuk berterima kasih sebelum dan sesudahnya juga. Masa iya kita kalah sama BNI, BNI aja punya tagline Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan #AskBNI.

Selamat menuai berkah :D

Wednesday, January 27, 2016

Tetangga Masa Gitu?


Tetangga, bisa didefinisikan sebagai seseorang/ keluarga yang tinggal atau rumahnya berdekatan dengan kita. Bisa disamping kanan, kiri, depan, belakang, bahkan seberang jalan. Jadi kalau dipikir-pikir nggak mungkin kan kalau ada orang yang bilang kalau dia nggak punya tetangga, kecuali dia hidup di hutan! padahal kan nggak ada manusia yang bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain, termasuk tetangga. Betul juga ya, tapi banyak lho yang ngomong begitu, atau secara halus dia bilang nggak kenal atau masa bodoh sama "tetangga"nya itu. Usut punya usut ternyata dia nggak akur sama si tetangga, Kenapa? sebenarnya sih ada banyak faktor salah satunya adalah sifat dari tetangga itu sendiri. Berikut beberapa jenis tetangga yang kemungkinan ada di sekitar kita :D

1. Tetangga Kepo
Tetangga jenis ini adalah yang bawaannya pengen tau apapun yang kita lakukan..bahkan kadang cenderung memata-matai. Intinya mereka seneng banget ngurusin urusan orang lain, kaya nggak ada kerjaan lain.

2. Tetangga Super Jealous
Jenis ini biasanya gampang "panas" kalo liat tetangganya melakukan sesuatu, beli sesuatu, dan punya sesuatu. Bawaannya pengen eh harus punya lebih dari yang dipunyai tetangganya. Nah lo, berabe banget kan kalo misalnya dia nggak sepunya tetangga yang di jealousin? Bisa besar pasak daripada tiang.

3. Tetangga Sombong
Kalau tadi tetangga kepo kebanyakan naya, yang ini kebalikannya, sombong banget. Boro-boro mau nanya atau ditanyain. Waktu kamu lewat di depan dia, kamu udah berusaha senyum, eh dianya malah buang muka. Ya kali mukanya udah nggak kepake, makanya dibuang. eh...

4. Tetangga Anti sosial
Tipe jenis ini adalah mereka yang suka sibuk dengan dirinya sendiri, tanpa mau berinteraksi dengan tetangga yang lain. Mereka seakan-akan memiliki rahasia besar dan nggak ada orang lain yang boleh tau. Sikapnya kadang sok misterius dan menjengkelkan

5. Tetangga Tukang Gosip
Diliat dari judul aja udah ketauan kalo tetangga jenis ini sukanya ngomongin tetangga lain. Apa aja bisa jadi bahan gosip termasuk barang belanjaan di tukang sayur. Parahnya, mereka bisa jadi orang bermuka dua dan pengadu domba. Jadi, semisal lagi marahan sama tetangga satu, mereka bisa pindah ngegosip sama tetangga lain, semacam menikam dari belakang gitu

6. Tetangga Baik Hati 
Mereka adalah jenis tetangga yang royal, alias suka berbagi dan menolong tetangga kanan-kirinya. Pokoknya sayang sama tetangga.

Nah, kalian sendiri jadi tetangga jenis mana nih guys? Kalo aku sendiri masih berusaha supaya bisa jadi tetangga baik hati biar punya banyak saudara bukannya musuh :D.

Rasulullah sendiri pernah bersabda: "Saudara yang paling dekat adalah tetangga" karena bisa jadi disaat kita sedang tertimpa musibah orang yang pertama kali menolong adalah tetangga kita sendiri karena saudara (kandung/sedarah) kita tinggal jauh dari kita. Kalo kata ibuku "luwih apik pager mangkok ketimbang pager tembok"  maksudnya kalo sama tetangga lebih baik saling memberi (disimbolkan dengan mangkok) daripada saling menjauhi karena dibatasi pagar tinggi. Sebagai contoh, kalo kita lagi masak dirumah dan tetangga yang paling dekat dengan kita mencium bau masakan kita, maka kita wajib memberi sebagian masakan kita untuk tetangga kita. Jadi apapun bentuk dan keadaannya sebisa mungkin sayangilah tetanggamu. Yuk, kita bikin tetangga kita sayang sama kita dan juga tetangga yang lain dengan apapun yang bisa kita lakukan. Minimal perilaku yang santun, juga sikap saling menghargai dan menghormati bukannya saling melukai.


Monday, January 25, 2016

KETUPAT VS ORANG GILA

Waktu itu saya kelas 2 SMA, masih imut, sekarang mah ya tetep imut juga... lebih malahan, berat badannya maksud saya hahhahaha. Maap jadi gagal fokus gegara liat-liat foto jaman dulu sampe sekarang, hmm...balik lagi ke atas. Banyak yang bilang masa SMA itu salah satu masa yang paling menyenangkan, banyak hal terjadi di fase awal gejolak kawula muda itu. Fase pubertas, fase pencarian jati diri katanya. Bagi saya sendiri masa putih abu-abu itu adalah masa dimana saya lagi aktif-aktifnya berorganisasi, OSIS salah satunya. Tau kan OSIS?? Semacam BEMnya anak kuliahan gitu :D (Ngapain sih pake dijelasin segala, padahal pasti kan udah pada tau! rempong deh ). Waktu itu saya kelas dua SMA, pada suatu sore yang mendung kami mengadakan rapat OSIS, kami membahas alternatif pencarian dana yang bisa kami lakukan sekreatif mungkin dengan dana seminim mungkin. Lalu saya usul tentang membuat ketupat untuk di jual, kebetulan banyak yang punya pohon kelapa di rumah, jadi bisa dimanfaatkan janurnya sebagai bahan baku utama membuat ketupat, dan  alhamdulillah ide disetujui tinggal menunggu eksekusi. :D

Dua minggu berlalu, tibalah pada hari H pengeksekusian ketupat, kami para anggota OSIS sibuk sendiri, maksudnya ada berbagai jenis kegiatan yang kami lakukan. Ada yang ngangkutin janur dari rumah, ada yang bikin ketupat, ada yang ngitung ketupat untuk diikat per 10 buah, dan ada yang memasarkan. Semua kegiatan ini berlangsung di sekolah, dan itu hari libur- kami lembur (gayanya lembur padahal di sekolah cekikikan ga karuan). Kami bahu membahu hari itu biar dapet dana maksimal, karena saya termasuk orang yang cerewet hehehe.. saya pun kebagian tugas untuk memasarkan ketupat bersama beberapa teman lain. Kami, cewek-cewek kece berseragam putih abu-abu harus menghalau teriknya mentari, menerobos jalanan pasar yang becek tapi ga ada ojek dan bersaing dengan para pedagang yang lebih eksis, dan jualan dari rumah ke rumah macam sales. Kami harus menerima berbagai penolakan dari ibu-ibu yang sudah lebih dulu membeli ketupat di pasar. Namun semangat kami tak tergoyahkan, jam silih berganti, pagi jadi siang dan siang jadi sore..(idih..lebay amir dah ini yang cerita). Alhamdulillah, saya dan tim sudah berhasil menjual delapan ikat ketupat, tersisa dua. Kami bertiga, waktu itu saya (Dani) jualan sama Fina (ketua OSIS) dan Mbak Tutik (saya lupa dia dulu jadi bendahara ato sekretaris). Sore itu, sambil menenteng dua ikat ketupat kami menyusuri jalan di daerah Kauman sembari mengetuk pintu tiap rumah yang kami lewati, menawarkan dua ikat ketupat kami. Namun hasilnya nihil, belum ada yang tertarik memborong ketupat terakhir kami. Lama kami berjalan....kaki rasanya udah gempor, rambut lepek, baju apek bau keringet, ga banget deh pokoknya lalu di jalan pertigaan depan kami, kami ternganga...(pegangin mulut biar ga jatoh ke selokan) karena eh karena akhirnya kami ketemu juga sama IMAM!!

IMAM??? Who is IMAM?? well, he is a crazy or just say insane man alias orang gila!! Si Imam ini adalah orang gila yang hobi ngejar orang yang ditemuinya. Dan kali ini orang yang beruntung ketemu Imam adalah kami, kami bertiga sontak merasa ngeri karena sudah sering mendengar
track record si Imam yang luar biasa dalam mengejar "korban". Kami saling berpandangan dan siap-siap mengambil langak seribu takut kalo-kalo si Imam ngeh dengan keberadaan kami. Beberapa detik berlalu, dan moment itu datang, Imam memandang kami dan kamipun langsung lari berhamburan sambil menjerit kencang diantara gang-gang sempit-di kejar Imam. Keringat mengalir deras, menetes di jalanan yang kami lalui, serasa ada di film action menghindar dari kejaran penjahat. Sumpah rasanya lama benget waktu lari tanpa henti dari kejaran Imam, apalagi sepatu saya sempat lepas, saya lari terpincang-pincang sambil berusaha memakai sepatu, pengen nangis saking takutnya. Untungnya kami tiba di jalan raya dan mulai berpencar, pura-pura masuk ke toko sambil ngos-ngosan, lirik kanan kiri takut Imam tau persembunyian kami. Semenit, lima menit berlalu, tak ada tanda-tanda kemunculan Imam, kami pun keluar dari toko dan meneruskan perjalanan kembali ke sekolah sambil tertawa mengingat kejadian itu. Untung nggak ketangkep Imam kalo sampe ketangkep nggak tau deh bakal diapain...sepatu saya yang sempat terlepas sudah kembali ke peraduan, baca kaki saya hahaha...

Imam oh imam kamu adalah hal terindah yang mewarnai hari-hari kami di tahun kedua putih abu-abu itu. Hilang sudah rasa capek keliling jualan ketupat, digantikan adrenalin yang terpacu di sore gerimis kala itu. Ah, tak ada yang lebih nyangkut di hati kalo bukan karena di kejar orang gila. Itu tadi adalah kisah nostalgia putih abu-abuku, bagaimana dengan kamu?

Selamat mengenang ya ^___^



Friday, January 22, 2016

Apple Crumble Cake


Weekend minggu lalu saya iseng nyobain resep baru :D dan tentunya masih ngintip dapurnya mas ganteng Donal Skehan dong :D hihihihi... Maaf ya suam kalo aku naksir mas donal, eh kok malah jadi ngelantur. Yap, kali ini saya nyobain resep Irish Apple Crumble...iki panganan opo to? kalo kata orang jawa. Soalnya namanya agak-agak gimana gitu hehehe... ternyata si Irish ini mengacu ke jenis apel di Irlandia sono, soalnya mas ganteng kan dari Irlandia. Hmmm...karena saya nggak punya Irish Apple...akhirnya saya ganti sama Apel malang, hasil akhirnya tak mengecewakan. Penasaran kan?? yuk diintip resep dan prosesnya disini :

110gr mentega dan sedikit untuk mengolesi loyang
150gr gula palem bubuk
2 butir telur ukuran besar
210gr tepung serba guna
1 sdt baking powder
sepucuk garam
1 sdt kayu manis
300gr apel kupas dan potong dadu

Taburan atas:
50gr gula halus
50gr tepung serba guna
50gr mentega

Cara Membuat:

Panaskan oven di suhu 180, olesi loyang cake ukuran 20cm.
Mixer mentega dan gula palem di mangkok agak besar hingga pucat.
Tambahkan telur, satu per satu hingga tercampur rata.
Setelah itu tuangkan pada tepung terigu, baking powder, garam, dan kayu manis hingga membentuk adonan kental. masukkan potongan apel, aduk hingga rata.
Tuangkan adonan ke dalam loyang.

Sebelum dimasukkan ke oven, buat dulu taburan untuk bagian atas adonan. Caranya adalah campur jadi satu semua bahan (gula halus, tepung, dan mentega) aduk rata hingga mendapatkan hasil adonan yang bergumpal-gumpal dan kasar seperti ini:







Setelah itu taburkan diatas adonan dalam loyang, panggang selama 40 menit hingga kecoklatan sambil sesekali di cek. Jika sudah matang keluarkan dari oven dan angin-anginkan selama 15 menit.
Cake siap dipotong dan disajikan bersama teh hangat atau bisa dinikmati dengan 1 scoop ice cream, sesuaikan dengan selera.
Selamat mencoba ya moms

Happy weekend :D

BUKU, DUNIA YANG INGIN AKU BAGI DENGAN KAWANKU

Aku diantara koleksiku di kantor
Jika aku diminta untuk menggambarkan diriku melalui tiga hal, aku akan memilih ini: Membaca, Berkelana, dan Tertawa. Kenapa? Karena hidup terlalu singkat untuk tidak dinikmati, dan aku memilih untuk menikmatinya sedapat mungkin melalui tiga hal itu. Aku, perempuan 28 tahun yang gemar membaca bahkan terlalu menikmatinya. Aku tak ingat kapan pertama kali aku jatuh cinta pada buku, yang jelas aku sudah senang membaca sejak aku sudah bisa membaca dan selalu menjadi salah satu pengunjung setia perpustakaan sekolah sejak aku masih SD hingga jenjang pendidikan tertinggi-kuliah. Cerita rakyat adalah bacaanku kala SD yang sedikit banyak mempengaruhi genre bacaan yang aku sukai hingga saat ini-fiksi, meskipun non fiksi kadang cukup menarik dan sayang untuk dilewatkan. Membaca bukan hanya sekedar hobby bagiku, tapi menjadi sebuah kebutuhan dan keharusan. Tak ada yang bisa menggantikan kepuasan dari adrenalin yang terpacu ketika melewati lorong-lorong gelap dan sempit yang meliuk rumit dalam labirin kepanikan novel detektif, hati yang berbunga-bunga dalan novel romantis, dan jiwa yang penuh semangat ketika membaca buku motivasi, pun tawa yang terbahak ketik membaca cerita konyol. Jadi, bagaimana mungkin aku tidak jatuh cinta setengah mati pada membaca jika hanya dengan membaca sebuah buku seharga 5 ribu, 10 ribu bisa membahagiakan hati. Benar, apalagi buku tidak akan terasa panas membakar ketika kita memegangnya terlalu lama saat kita membaca, berbeda dengan tablet atau hand phone yang kita gunakan ketika membaca e-book dan sejenisnya.

Dari pengamatanku sejak masuk bangku sekolah hingga kini sudah bekerja dan berumah tangga, tak banyak orang yang kutemui yang mempunyai kegilaan membaca seperti aku. Kebanyakan mereka menyentuh buku dan serius membaca saat ada tugas atau sebagi persiapan ujian, sepertinya kegiatan membaca dan mengoleksi buku masih dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang, atau mempunyai sebuah koleksi buku pribadi belum menjadi budaya masyarakat kita.

Jorge Luis Borges, penulis kenamaan Argentina, pernah mengungkapkan, diantara semua instrumen manusia yang paling penting, tak diragukan lagi, adalah buku. Menurutnya, seperti juga mikroskop/teleskop bagi penglihatan, lalu telepon bagi pendengaran/suara, maka buku adalah kepanjangan dari ingatan dan imajinasi. Aku setuju sama pendapat beliau. Buku bisa membuat kita menengok jauh sekali ke masa lalu, mengenal sejarah, dan mengenal bangsa kita. Hal ini tentu saja bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng. Bahkan Sastrawan terbaik Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, pernah berkata, "tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya. Apalagi kalau tak pernah berbuat sesuatu kebajikan untuknya".


Tumpukan koleksi buku di ruangan kantor
Membaca yang bukan menjadi budaya dalam bangsa kita ini bukannya tidak ada sejarahnya, Pertama, rezim orde baru sangat alergi dengan pemikiran kritis yang mengancam kekuasaannya. Untuk tujuan itu, Orde Baru menghancurkan jutaan literatur, membredel koran, membunuh dan memenjarakan banyak sekali penulis, dan memusnahkan pemikiran-pemikiran progressif—khususnya marxisme. Kedua, mahalnya harga buku di Indonesia. Konon, harga buku di Indonesia termasuk yang termahal di dunia. Penyebabnya, harga kertas yang sangat tinggi dan ruwetnya tata-niaga buku di Indonesia. Akibatnya, buku menjadi sesuatu yang eksklusif di tangan mereka yang sanggup membeli. Sementara mayoritas rakyat miskin kesulitan mengakses buku. Ketiga, minimnya peran pemerintah dalam memupuk minat membaca di kalangan rakyat. Pemerintah jarang sekali memproduksi buku secara massal untuk rakyat. Perpustakaan juga belum meluas dan massal. Pemerintah juga kurang berperan aktif untuk menekan harga buku agar bisa semurah mungkin dan bisa dijangkau oleh kantong rakyat.
Sedih banget ya, karena membaca belum mengakar kuat disekitar kita, makanya aku sering beli buku dan aku taruh di lemari kantor biar temen-temen yang punya hobi baca bisa tersalurkan minat bacanya dengan pinjem buku-buku yang aku punya, dan ketika ada temen-temen yang ulang tahun, biasanya aku kasih kado buku biar mereka jadi lebih seneng baca. Temen-temen di kantor malah ngusulin supaya aku menarik iuran ketika ada yang meminjam buku, misalnya dua ribu rupiah per tiga hari supaya aku bisa mengumpulkan uang dan bisa membeli buku baru, jadi terharu. Mereka tau aku pengen banget punya perpustakaan pribadi suatu saat nanti, seruangan penuh buku, karpet tebal dan bantal-bantal berwarna warni untuk bersandar kala membaca dan secangkir teh atau kopi hangat sebagai selingan. Jadi ngelantur deh hehehhee… Nah, kebetulan banget Stiletto Book mengadakan lomba blog ulang tahun yang kelima dan aku ingin ikut berbagi cerita tentang hobbyku  membaca. 


Membaca buku di sela-sela kesibukan kantor
Bagiku membaca adalah hal yang sangat mengasyikkan, kita bisa berkeliling dunia hanya dengan membaca. Banyak yang bilang kalau membaca itu harus punya waktu luang, siapa bilang? Aku bisa membaca dimana saja dan kapan saja. Sebagai contoh, aku bisa membaca ketika di mobil/kendaraan apapun ketika bepergian, menekuri halaman demi halaman diantara deru mesin yang melaju sembari menatap keluar jendela untuk menikmati pemandangan sesekali. Aku juga membaca sambil ngelonin anak, sebelum memulai ritual menyusui aku menumpuk bantal disekelilingku, mencari posisi nyaman untuk membaca ketika bayiku mulai menyusu. Aku membaca ketika menunggu, juga membaca kala memasak di dapur tanpa kesulitan. Aku membolak balik masakan di wajan seraya menekuri baris demi baris yang berganti lembar.


Kopdar Goodreads Semarang di Taman KB
Kemudian aku menemukan sebuah komunitas pembaca buku dimana anggotanya adalah orang-orang yang hobi membaca dan menimbun buku. Goodreads nama komunitas itu, aku bergabung sejak 2010 dan masih aktif hingga sekarang. Melalui komunitas membaca ini aku bisa berbagi banyak hal, beberapa diantaranya donasi buku, diskusi buku, juga saling meminjam buku diantara sesama anggota. Selain menambah wawasan, kita juga jadi punya banyak teman dari berbagai penjuru Indonesia.




Intinya membaca itu asalnya dari hati dan niat yang tulus, pasti deh dijamin kamu bakalan bisa dan ketagihan membaca. Apalagi kalau baca novel atau buku motivasi dari Penerbit Buku Perempuan yang tau pasti mood kita bakalan naik turun, dijamin bakalan tambah semangat deh! Secara kita kaum perempuan butuh banyak hiburan, dan membaca adalah salah satu hiburan murah yang bisa didapatkan :D. Selain hiburan murah dan menyenangkan, membaca terbukti memiliki banyak manfaat seperti mengurangi stress, dan menambah wawasan serta pengetahuan. Pernah suatu waktu aku pergi mengantar beberapa teman-teman asing dari Eropa untuk menjelajah beberapa kawasan wisata di Jawa Tengah, kala itu kami menyambangi Candi Borobudur dan disana aku jadi guide dadakan karena mereka nggak mau sewa guide. Untung aku sudah baca sejarah tentang Borobudur sebelumnya jadi aku bisa membagikan informasi yang aku dapat ke mereka. Tengsin dong kalo kita sampe nggak tau sejarah budaya bangsa sendiri :D. Pun ketika si kecil rewel di awal aku menjadi seorang Ibu, buku-buku panduan merawat bayi membantuku melewati hal-hal buruk yang kurasakan kala itu. So guys, kita nggak akan rugi kok kalau membaca! justru kita akan jadi orang yang lebih berwawasan dan berpengetahuan. Menurutku ada hal-hal yang nggak bisa diukur dengan uang, pengetahuan salah satunya dan berbagi bisa melalui apa saja, tak terkecuali cerita menarik dari sebuah buku.

Bahkan, sampai sekarang ada beberapa temen kuliah yang masih meluangkan waktu maen ke rumah cuma buat pinjem buku. Seneng banget rasanya ketika ada orang lain yang juga punya minat baca yang baik. Sayangnya ada juga beberapa teman yang tidak bertanggung jawab, meminjam buku dan tak pernah mengembalikannya, semacam resiko yang selalu ada  buat para book lover. Tapi itu tidak menyurutkan semangatku untuk menularkan virus baca  di sekitarku. Senyum dulu ah…

Semoga pemerintah makin gencar dalam mensosialisasikan manfaat membaca dan membangun fasilitas penunjang supaya negara kita bisa menjadi negara dengan penduduk yang cerdas karena doyan baca dan ke depan Indonesia bisa menjadi "bangsa pembaca buku" sehingga kita tidak lagi susah menemukan orang membaca di dalam bis, kereta api, bandara,dan juga taman. Seperti masyarakat di negara maju yang tidak malu untuk membawa buku kemana-mana sebagai teman perjalanan.

Salam membaca




Nama        : Dani Ristyawati
Facebook  : Dani Ristyawati
Twitter      : @daniaku7
Email        : daniristyawati@gmail.com


Thursday, January 14, 2016

OKINAWA, The Hidden Paradise

Bila anda belum pernah ke Jepang dan ingin berkunjung, mungkin anda bisa memilih Okinawa sebagai salah satu destinasi wisata liburan. Tidak seperti beberapa tempat wisata di Jepang, Okinawa lebih menawarkan keindahan alam dibandingkan kota modern seperti Tokyo, Kyoto, dan beberapa kota besar di Jepang. Okinawa menjadi salah satu destinasi wisata dari H.I.S yaitu penyedia jasa travel nasional dan internasional baik tur individu maupun kelompok. Selain H.I.S, ada juga HAnavi silakan dipilih sesuai budget yang dipunyai :D.

Pantai Kondoi
Okinawa, salah satu kepulauan yang terletak di ujung barat daya Kepulauan Jepang dan merupakan daerah penghasil gula hitam yang terkenal di Jepang. Kepulauan ini terkenal akan keindahan pantainya, dan merupakan kepulauan subtropis. Bisa dikatakan, Okinawa adalah Bali-nya Jepang. Jadi kalau anda ingin melihat salju saat winter jangan ke Okinawa, anda akan kecewa karena disana tidak ada salju. Kepulauan ini dijuluki sebagai kepulauan teraman di dunia yang menyimpan perpaduan eksotis pesona alam dan budayanya yang unik.   Jika anda di Okinawa, jangan lupa mampir ke Pantai Kondoi yang merupakan salah satu pantai tercantik di dunia. Pantai ini terkenal sangat bersih dan jernih airnya dan termasuk wilayah dengan koral terbanyak di Jepang. Jika anda menyukai kegiatan selancar dan berenang sambil menikmati eksotisme laut yang sangat bersih, jernih, dan menawan, datanglah ke Pantai Akajima. Dijamin anda akan merasa betah disana. Lalu ada juga Akuarium terbesar kedua di dunia, Akuarium Churaumi dimana anda bisa melihat beragam biota laut yang menakjubkan sangat cocok untuk wisata keluarga bersama anak-anak. 

Salah satu kota yang wajib di kunjungi ketika berada di Okinawa adalah Kota Naha. Jika beruntung, anda bisa turut serta dalam acara tahunan Naha Great Tug of War Festival. Acara tarik tambang terbesar di dunia yang melibatkan ribuan orang dan tercatat dalam Guiness Book of Record. Selain Pesona alam yang mengagumkan, Okinawa juga memiliki warisan budaya dan sejarah yang menjadi warisan budaya dunia yaitu Istana Shuri bekas istana dari Kerajaan Ryukyu yang patut dikunjungi. Bagi pecinta flora, anda juga bisa mengunjungi Fukushu Garden dan Shikina Garden, anda bisa berjalan-jalan sembari memotret sudut terindah dari taman tersebut. Ada juga Okinawa Fruit Land dimana selain buah-buahan juga terdapat fauna seperti burung dan kupu-kupu yang berasal dari Kepulauan di Selatan.

Kue Beniimo
Berkunjung ke tempat baru, belum afdhol kalau belum mencoba makanan khas dari daerah tersebut. Ada Goya Champuru yaitu masakan dari pare, tahu, dan telur yang ditumis. Kata teman saya yang pernah tinggal di Okinawa, rasanya pahit tapi akan berangsur-angsur menghilang di suapan berikutnya. Bagi pecinta donat, jangan sampai tidak mencicipi Tofuyo. Makanan ini mirip dengan donat pada umumnya namun Tofuyo terbuat dari tahu yang difermentasikan. Donat khas Okinawa ini lebih padat dengan olesan madu yang lembut dan dibalut cokelat yang renyah. Okinawa ternyata juga terkenal akan olahan ubi ungunya, mulai dari cake, cookies, dan es krim. Salah satu yang terkenal adalah kue Beniimo. 
Terkait makanan, bagi umat Muslim, perlu diberitahukan kepada penjual bahwa tidak megkonsumsi makanan dari Babi. Tidak ada salahnya menggambar babi yang disilang sehingga pesan kita tersampaikan, karena masih sedikit warga Jepang yang berbahasa Inggris. Oleh karena itu, pilihan kitapun terbatas pada makanan Jepang yang sudah kita kenal seperti ramen dan sushi.

Akses menuju Okinawa bisa ditempuh melalui jalur udara yang dilayani oleh Bandara Naha International. Bandara Internasional Naha merupakan bandara utama yang besar dan padat di Pulau Okinawa yang juga menjadi pintu gerbang utama ke Naha dan area Okinawa. Bandara juga melayani penerbangan internasional ke Taipei, Seoul, Shanghai, dan Hongkong yang hanya berjarak empat kilometer di sebelah barat kota Naha dan terhubung dengan monorail untuk menuju pusat kota Naha dan Istana Shuri. Untuk berkeliling Okinawa, alternatif moda transportasi yang bisa digunakan adalah bus, atau bus yang diperuntukkan tur keliling yang beroperasi di daerah Naha. Perjalanan ke Okinawa, Jepang, itu menyenangkan karena ruas-ruas jalan tertata rapi. Cukup dengan peta ditangan, Okinawa bisa dijelajahi. Namun, jangan lupa untuk tetap menjunjung tinggi budaya setempat terutama perilaku.





Eksotisnya Lemon Poppy Seed Cake

Beberapa waktu yang lalu saya lagi hobby ngubek-ubek resep masakan dari Donal Skehan, terutama roti/cake buatannya. Selain bahan yang simpel, cara membuatnya juga tak kalah simpel :)
Waktu pertama kali mencoba resep ini, ada beberapa bahan yang saya ganti karena kebetulan ga nemu bahan yang dimaksud. But, so far so good. Suami, anak, adik, ortu dan mertua juga suka loh. Apalagi rasanya tidak biasa...ada manis gurih dan rasa lemon yang menggigit membuat lemon poppy seed cake ini cocok jadi kudapan ditemani teh hangat.

Oke, yuk cuss ke bahan-bahan yang dibutuhkan :


Adonan A:
- 110gr Tepung terigu serba guna
- 110gr tepung gandum/ganti dengan oatmeal
- 2 sdt baking powder
- 1/2 sdt garam
- 1 sdm biji selasih

Adonan B:
-150gr gula pasir
- 3 butir telur ukuran besar
- 100 ml yoghurt plain/susu cair
- 1/2 sdt vanil aekstrak
- air perasan dan parutan kulit lemon 1 buah/lebih

- 100ml minyak sayur

Icing:
-50gr gula halus
- 3 sdt perasan lemon

Cara Membuat:
Panaskan oven di suhu 180C/350F. Olesi loyang ukuran 21cmx11cmx6cm atau loyang yang ada dirumah. waktu itu saya pakai loyang bolu ban diameter 26 cm dengan mentega. Lalu taburi tepun sedikit supaya nanti adonan tidak lengket.

Campur adonan A dalam satu wadah, aduk hingga tercampur. Pastikan wadah yang dipakai agak besar karena nanti akan dicampur dengan Adonan B.
Dalam wadah terpisah kocok adonan B hingga tercampur rata lalu tuang ke Adonan A dan aduk hingga adonan tercampur baik dan cukup kental. Setelah itu tuangkan minyak sayur/mentega kedalam adonan, aduk lagi hingga benar-benar menyatu.
Tuang adonan dalam loyang, panggang selama 40-50 menit sambil sesekali dicek dengan cara menusuk kue dengan lidi. Jika lidi bebas dari adonan lengket dna warna sudah kuning kecoklatan, tandanya cake sudah matang.
Keluarkan cake dan angin-anginkan selama 10-15 menit dan siap ditambahkan icing.

Sebenarnya icing hanyalah opsi, sesuai selera. Saya sendiri lebih suka cake ini apa adanya, tanpa tambahan icing karena rasanya akan jadi lebih asam. Tapi kalau mami-mami suka sensasi kuat dari lemon, berikut cara membuat icingnya:

Campurkan gula halus dan perasan lemon hingga tercampur dan oleskan diatas cake dan tambahkan juga parutan kulit lemon sebagai pemanis.

Dan, voila hasilnya... cantik kan... 
Courtesy of Mona Martinasari


Berhubung saya tidak sempat memotret waktu itu, akhirnya saya meminjam salah satu koleksi teman kantor yang kebetulan sudah mempraktekkan resep ini juga.

Untuk mami-mami sekalian, Selamat mencoba resep ini ya..pasti bakalan tambah disayang suami, anak, ortu, dan mertua deh karena pinter bikin makanan yang yummy.

Cheriiooo