Wish List Tempat Wisata di Semarang Setelah Pandemi Berakhir


Apa kabar teman-teman? Masih betah di rumah atau sudah mulai piknik tipis-tipis di masa pandemi? Kalau saya tim betah-betahin di rumah karena belum yakin mau membaur dengan orang-orang yang nggak tau dari mana aja hehehe...

Alhamdulillah anak-anak juga pengertian banget dan kepikiran kalau di luar masih ada virus jadi mereka nggak pernah minta keluar paling banter sepedaan di dalam komplek.  Meski kadang seklai aktu mereka akan bertanya juga "Bu, kapan kita nginep di hotel lagi?" atau "kapan ke pantai? kalau virusnya udah ilang ya? soalnya kan dik Gendhis sama dik Tita belum pernah ke pantai" kata anak sulung saya. Saya pun hanya bisa tersenyum seraya mengiyakan dan perpikir kalau anak sekecil ini saja paham masa kita yang sudah dewasa masih gagal paham sih. 

Tahu sendiri kan banyak orang yang mengasumsikan bahwa new normal ini artinya virus sudah hilang padahal ini adalah adaptasi terhadap keadaan dimana virus masih ada tapi kehidupan dijalankan mendekati normal seperti dulu. Tapi tahu kan gimana netizen di negara berflower ini cueknya luar biasa dan malah berpikir ini konspirasi politik semata.  Oh..oh...kamu salah ferguso... it's not that simple!!

Sudah denger kan kalau Ibukota bakal lockdown lagi per 14 September 2020 mendatang? Itulah makanya saya dan suami termasuk tim garis keras yang ngendon di rumah. Takut aja sama hal yang beginian meskipun kami kangen banget sama wisata keluarga. Gila aja sudah hampir setahun nggak pernah jeng jeng pasti kangenlah meskipun itu cuma main di seputar Semarang aja. Padahal kalau mau ada banyak tempat wisata Semarang yang bisa dikunjungi tapi ya itu tadi menurut saya nggak sepadan dengan resiko yang harus kita tanggung kalau nekat.

Tapi kalau misalnya nanti masa pandemi sudah berakhir saya ingin seklai mengajak anak-nak untuk mengunjungi beberapa tempat berikut ini:

1. Grand Maerakaca

Tinggal di semarang belasan tahun sejak 2005 saya belum pernah meluangkan waktu khusus untuk menjelajahi salah satu tempat wisata yang dikenal sebagai taman mininya Jawa Tengah ini dna sekarang makin hits dengan area mangrovenya yang cantik. Padahal sama temen kantor sering diajak makan di Kampung Laut, Tanjung Laut dan Juga Kampung Laut KW 2 alias warungnya Bu Ana yang hits itu.

2. Taman Sri Gunting

Nah meski sudah beberapa kali berkunjung kesini tapi main bersama tim lengkap keluarga purwono belum pernah. Si sulung main kesini bersama guru dna teman-teman PAUDnya. Saya jelas bersama teman-teman grup Goodreads dan blogger. Kacau banget ya... semoga nanti setelah pandemi berakhir bisa main kesini dan mengabadikan momen di tempat ikonik tersebut. 

Pengen juga foto di beberapa tempat yang cakep di sana seperti pohon tua, Semarang Art Gallery, Ngopi-ngopi di bebrapa cafe yang lucu di sana. Aaaah pokoknya pengen lakuin banyak hal even cuma menikmati suasana di sana Aamiin...

3. Dusun Semilir

Sedikit naik ke daerah Kabupaten Semarang atau ke arah selatan tepatnya di daerah Bawen, ada tempat wisata baru eh nggak baru-baru amat sih tapi cukup ikonik dan punya wahana asyik dan instagramable. Meski sekarang juga sudah ramai tapi kami masih menahan diri, semoga pandemi segera berakhir dan kami pun bisa berkunjung kesana. Aamiin.

4. Hutan Kampus Fakultas Teknik UNDIP

Nah ini nih spot keren yang dimiliki kantor saya. Yap sebagai warga UNDIP khususnya Fakultas Teknik kami punya sebuah area publik yang bisa dibanggakan yaitu Hutan Kampus Fakultas Teknik atau biasa disebut TaHuKaTe. Ini adalah public space yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa, dosen dan juga karyawan untuk melepas penat. Ada banyak gazebo dan open space yang dikelilingi pepohonan daa taman bunga matahari yang indah. Kami juga pernah melakukan khataman tadarus Al Quran disana seru deh. Anak-anak pasti seneng banget kalau diajak kesana. Bebas lari-larian dan tinggal dibawain bekal aja dari rumah sambil bawa tikar.

Kalau teman-teman punya wish list tempat wisata yang ingin dikunjungi?

 

11 comments for "Wish List Tempat Wisata di Semarang Setelah Pandemi Berakhir"

  1. Aku penasaran dg Semilir mba..klo pas klewatan kan terlihat sebagian bangunannya dari jalan ya..tapi blm sempat2 juga ke sana. Membaca post mba Dani ini jadi keingat deh hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul Mbak sama..penasaran sma adalamnya seperti apa...semoga pandemi lekas usai ya mbak biar bisa klinong-klinong lagi

      Delete
  2. Aku belum pernah wisata nih selama pandemi. Tapi katanya lebih aman yang outdoor ya. Kangen juga padahal maerokoco deket rumah

    ReplyDelete
  3. Penasaran sama yang hutan kampus undip belum pernah kesana. Kayaknya menarik, kapan kapan kesana ah

    ReplyDelete
  4. Kalau aku selama pandemi ini wisata rutinnya mengejar matahari terbit saja mba di gombel/undip dan matahari terbenam di kompleks rumah. Lumayan mba jadi segar.

    ReplyDelete
  5. Jadi kangen sama hutan kampus beserta kampusnya juga. Semenjak pendemi jarang2 bgt ngampus. Sabar sek semoga semua ini segera berakhir ya

    ReplyDelete
  6. Wah, aku baru tahu Mbak kalau ada hutan kampus di Fakutas Teknik. Kapan2 ngajak suami ah yang alumni sono buat reunian sama fakultasnya. hehe. Aku juga penasaran Mbak pengen ke Dusun Semilir. Kok tiap kali lewat penuuuuh terus parkirannya. Mau mampir mikir berkali-kali lipat dulu karena kondisi masih belum aman. Semoga semuanya segera kondusif ya, Mbak, Sehat selaluuu...

    ReplyDelete
  7. Dusun semilir ini yg ruameee buanget mbaak... Kmrn udah rencana buat kesana cuma kok pengunjungnya membludak. Jadi yaaa... Diurungkan dulu ke dusun semilir

    ReplyDelete
  8. Aku penasaran banget sama Semilir, Dan.

    Btw baru tahu kalau ada hutan kampus FT. Asyik juga ya jadinya kalau jalan ke Undip. Bisa lihat rusa sama ke hutan kampus

    ReplyDelete
  9. Aku lewat depan Dusun Semilir juga kaget, kok rame banget sampai tempat parkir aja luber. Tapi aku niat kesana sih, malah pilihanku camping aja dan ternyata tempatnya sepi

    ReplyDelete
  10. Wuih baru tahu kalau Fak. Teknik punya hutan kampus. Kapan-kapan main aaah ke sana. Aku tuh kalau ke kampus Undip ya cuma ke Fisip. Itupun langsung ke Departemen Komunikasi untuk sowan dosenku dulu dan ketemu teman yang jadi dosen di sana. :)

    ReplyDelete

Post a Comment