Thursday, December 28, 2017

Review Sakura Collagen, Cream Anti Aging by PT. Meiji


Desember sudah hampir berakhir tapi pekerjaan akhir tahun masih berbaris rapi menunggu untuk diselesaikan.  Niat hati ingin santai apa daya pekerjaan nggak mau diajak kompromi.  Nasib kuli tinta macam saya, udah kerjaan nggak kelar-kelar.. banyak pikiran duh gimana ini kalau ngaruh ke tampilan muka?  Jerawat.. Keriput?  Oh no...

Apalagi.. apalagi akhir tahun ini saya genap berusia 30 tahun. Well, welcome to the "3" club dan saya pun harus semakin waspada mengingat di usia 30 an kulit wajah akan mengalami perubahan. Hal ini alami terjadi , kita tidak bisa menghindarinya tapi kita bisa mengusahakan untuk memperlambatnya. Pada usia 30 kulit wajah secara umum akan menjadi lebih kusam, kering dan gelap. Hal ini terjadi akibat dari produksi minyak alami di tubuh kita berkurang. Nah lo..

Salah satu pemicu perubahan pada kulit kita adalah stres karena kerjaan. Apalagi akhir tahun  gini load kerjaan luar biasa banyaknya yang butuh perhatian ekstra macam suami dan anak. Fiuuh.... pengen cantik memang butuh usaha :D. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan perawatan wajah yang tidak hanya merawat dari luar namun juga merawat dari dalam. 

Untungnya kemaren dapet rekomendasi dari temen buat nyobain produknya Sakura Collagen by PT Meiji dan ternyata cocok. Seperti namanya, Sakura Collagenmengandung ekstrak bunga sakura yang diperkaya dengan bahan-bahan aktif yang mencegah proses penuaan. Sakura Collagen ini juga mengandung anti AGE's yang bekerja mencegah proses penuaan dari dalam kulit. Keren ya...

Apa sih anti AGE's itu?

Menurut situs GoSehat, AGE's atau Advanced Glycation End Products adalah senyawa yang terbentuk saat kadar gula dan protein dalam tubuh yang berlebih menyantu. AGEs adalah produk yang dihasilkan dari gaya hidup dan kebiasaan seseorang. Makanan yang kita makan, jumlah jam tidur kita, dan stres yang kita alami mengambil bagian dalam membantu menentukan tingkat AGEs dalam tubuh. Secara kasat mata AGEs dalam tubuh bisa dilihat melalui munculnya kerutan dan bintik hitam di kulit. Itulah mengapa AGE dapat menyebabkan penuaan dini. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menghambat efek AGEs d wajah adalah dengan menggunakan produk yang mengandung anti AGE's.
 
Sakura Collagen Anti AGE's dengan ekstrak Sakura dan bahan aktif lainnya bekerja mencegah proses penuaan wajah dari dalam kulit. Beberapa bahan lain yang terkandung di dalamnya antara lain :


Kandungan Sakura Collgen Anti AGE's
SAKURA EXTRACT yang berguna untuk menghambat proses penuaan
HYDROLYZED FISH COLLAGEN TYPE 1 berfungsi untuk menambah collagen di kulit kita
PRO VITAMIN B5 yang berguna untuk meregenerasi sel kulit
HYALURONIC ACID yang berguna untuk melembabkan kulit.
dan VITAMIN E yang berguna sebagai antioksidan.


Cream Sakura Collagen ini berwarna pink lembut dengan bau harum yang tidak berlebihan. Ketika diusapkan ke wajah cream terasa dingin, lembut dan mudah terserap sehingga tidak terasa lengket. Pun setelah saya pakaikan bedak tabur andalan tekstur kulit tidak berubah, tetap halus dan ringan dan bedak menempel dengan sempurna. Kemasannya yang berwarna silver menambah kesan feminin dan elegan.


Sebulan menggunakan produk ini secara rutin pagi dan malam hari kulit saya berangsur-angsur menjadi lebih kenyal, cerah dan lembut. Secara klinis hasil maksimal baru bisa di dapatkan setelah pemakaian selama 56 hari. Tapi dalam sebulan saya pakai sudah menunjukkan hasil yang cukup signifikan. 

Makanya kemarin saat ada event Harbolnas di Lazada dari Sakura Collagen saya ikutan borong juga dong. Gimana enggak tergiur? Beli 1 gratis 1 cihuyy banget kan? oiya mereka juga sedang ada event menyambut Tahun Baru lho, beli 1 gratis 1 lagi.. buruan gih di serbu biar bisa ikut merasakan manfaat dari ekstrak bunga sakura dalam kandungan anti AGE's nya :D.


Tuesday, December 26, 2017

PIKNIK SERU KE PUNTHUK SETUMBU



Hai gaes nggak kerasa sudah sampai di akhir tahun 2017 aja ya..minggu depan sudah tahun baru 2018 lho.. time flies ya, semoga di tahun yang baru nanti akan ada lebih banyak keberuntungan serta kesuksesan yang menyertai kita amin.

Akhir tahun selain identik dengan harapan baru untuk setahun ke depan juga identik dengan liburan panjang akhir tahun bersama keluarga. Gimana enggak coba, sebelum menyambut tahun baru kita disuguhi liburan Hari Natal menyusul libur Tahun Baru yang membuat jalanan macet. Kalian sendiri ada rencana liburan akhir tahun kah gaes?

Akhir tahun ini saya skip liburan akhir tahun karena saya sedang menanti kelahiran anak kedua yang pada akhir masa kehamilan ini agak rewel karena kecapekan. Maklum load kerjaan akhir tahun memang luar biasa, sayanya sih ngerasa baik-baik saja tapi ternyata yang di dalam protes hehehe. Tapi beberapa waktu lalu tepatnya bulan awal bulan Oktober saya sempat mencicipi liburan bersama teman-teman kantor alias outbound ke Magelang. Lumayanlah ya masih kebagian liburan tipis-tipis meski tidak bersama keluarga.

Menginap di salah satu hotel berkonsep resort di Magelang kami menginap selama 3 hari 2 malam, untuk mengikuti beberapa agenda kegiatan yang cukup seru yang sudah di susun oleh panitia. Kami berangkat tanggal 6 Oktober 2017 selepas sholat Jumat dan sampai di tujuan sekitar pukul 15.30 untuk check in dan istirahat sebentar di kamar karena malamnya kami ada Workshop tentang K3.

Hari kedua kami masih mengikuti Workshop K3 di pagi hari disusul dengan kegiatan rafting selepas makan siang yang dimulai langsung dari area hotel. Kebetulan hotel tempat kami menginap memang menyediakan paket rafting karena mereka persis berada di jalur aliran sungai progo. Cuaca cerah hari itu, rombongan kantor kami menyambut antusias kegiatan rafting ini maklum selain refreshing juga sekalian olahraga karena jarak yang harus ditempuh sekitar 10 km.

Saya sendiri skip kegiatan ini karena usia kandungan yang sudah menginjak 6 bulan dan tidak disarankan untuk ikut. Demi keselamatan ibu dan bayi akhirnya saya hanya ikut sesi foto-foto sebelum berangkat dan menjadi tempat penitipan kunci kamar dan juga barang berharga yang harus di lepas. Pukul 16.30 kegiatan rafting sudah selesai dan mereka basah kuyup maklum ternyata di tengah perjalanan hujan lebat mengguyur plus banyak permainan yang mengharuskan mereka masuk ke air. Wajah-wajah lelah namun bahagia menghiasi raut muka mereka.



Malamnya kami ada acara malam keakraban dimana kami karaokean bersama. Tiap bagian diwajibkan menunjuk anak buah maupun bapak buahnya untuk tampil menyanyi. Suasana ramai karena banyak yang menyanyi dengan suara sumbang namun tetap pede dan menjadi bahan olok-olok. Pun para pejabat juga di daulat untuk menyanyi tidak peduli suara selaras dengan nada atau tidak yang penting tampil. Lucu kalau mengingat moment ini. Acara ini berakhir pukul 23.00 dan kami didaulat untuk langsung istirahat karena pukul 03.00 kami harus kumpul untuk menuju destinasi selanjutnya yaitu Punthuk Setumbu.

Punthuk Setumbu? Yang jadi salah satu lokasi syuting AADC2? Iyalah Punthuk Setumbu yang itu. Kami berangkat dari hotel pukul 03.15 dan sampai di desa bawah pos pendakian pukul 04.15 bertepatan dengan adzan subuh. Kami pun berhenti untuk sholat subuh sembari menunggu mobil elf yang akan mengantarkan kami ke depan pos pedakian untuk menghemat waktu dan tenaga karena jalanan sangat menanjak.

Perjalanan di mulai dan saya mulai ngos-ngosan di tiga per empat rute terakhir maklum selain jalanan licin juga curam dan pegangan tangga tanah terbuat dari bambu yang juga basah. Untung teman-teman kantor siap siaga membantu meski peluh menetes dengan derasnya akhirnya kami sampai tujuan. Di atas sudah banyak pengunjung lain yang mencari posisi untuk memotret keindahan sunrise yang sayangnya tidak begitu jelas pagi itu karena terhalang kabut yang turun. Daripada bosan akhirnya saya jalan-jalan disekitar situ dan menemukan beberapa spot foto menarik yang jadi landmark untuk diunggah di sosial media.

salah satu spot foto di Punthuk Setumbu


Puncak Gereja Ayam Bukit Rhema




Selesai pepotoan cantik, kami disuguhi teh hangat dan juga camilan berupa gorengan tempe, kacang rebus dan juga clorot yang merupakan  makanan khas sana. Kenyang dengan suguhan tadi ternyata separuh rombongan kami sudah berjalan ke Gereja Ayam Bukit Rhema kamipun bergegas menyusul. Astaga ternyata jalanan dari Punthuk Setumbu menuju Bukit Rhema lebih wow lagi alias lebih tajam dan berbahaya apalagi jalanan cenderung turun dan licin sisa hujan. Di rombongan kami kebetulan ada 3 ibu hamil termasuk saya yang harus dibantu saat akan menuruni undakan tanah yang super licin. Bapak-bapak memposisikan diri di depan untuk membantu kami turun perlahan sungguh perjalanan tak terlupakan. Terima kasih ya teman-teman yang sudah siap siaga mengevakuasi kami :D.

Satu jam berlalu kami pun sampai di Gereja Ayam, setelah puas foto-foto sebentar dan melepas lelah dengan membeli camilan serta minum akhirnya kami turun menuju bus untuk kembali ke hotel. Di dalam bus kami tidur karena lelah dan bangun ketika bus sudah memasuki pelataran parkir hotel. Yak, itulah sepenggl kisah liburan akhir tahun saya bersama rekan-rekan kantor yang sangat berkesan menjelang akhir tahun 2017 ini.

Terima kasih untuk Mbak Uniek yang merupakan salah satu founder Gandjel Rel tercinta, blogger kondang asal Semarang yang eksis abis dan juga Mbak Novi seorang lifestyle blogger dan pecinta kopi yang sudah melempar dadu kocokan arisan blog ke 18 ini dengan tema Liburan Akhir Tahun. Semoga sedikit cerita tadi bisa mengobati kerinduan akan liburan yang belum terwujud.


Happy holiday gaes 
xoxoxo.

Sunday, December 17, 2017

IBUKU SAHABATKU



Mom and Me

Hai gaes apa kabar nih bulan desember?  Semoga selalu sehat ya.. Kebetulan banget bulan Desember ini banyak momen spesial buatku dan keluarga.  Ohya?  Apa tuh?  Well,  bulan desember adalah bulan kelahiranku,  ibuku,  dan juga kedua adikku. Wah ultahnya rombongan ya?  :) Iya..bisa hemat budget makan-makan di luar :P.

Oiya selain sebagai bulan kelahiran untuk sebagian besar anggota keluarga kami, desember juga identik dengan Hari Ibu dimana akan ada peringatan khusus untuk hari spesial tersebut.  Tahu kan kalau pemerintah meneapkan tanggal 22 desember sebagai Hari Ibu Nasional dan selalu ada upacara khusus untuk memperigati hari tersebut. Diberkatilah kita sebagai seorang Ibu yang diapresiasi sedemikian rupa apalagi mengingat perjuangan seorang Ibu selama mengandung, melahirkan dan membesarkan anak-anaknya dengan cinta yang tanpa pamrih.

Ngomong-ngomong soal hari Ibu, ini sejalan banget dengan tema arisan blog Gandjel Rel yang sedang berlangsung dan mengangkat tema tentang momen spesial bareng Ibu. Tema ini digagas oleh Mbak Chela yang merupakan seorang guru sekaligus blogger aktif yang tinggal di Purwodadi dan juga Mbak Noorma yang juga seorang pengajar di salah satu perguruan tinggi islam di Kota Pekalongan yang juga hobi menyanyi dan ngeblog aktif.

Well, menjawab tantangan dari mbak-mbak kece di atas, inilah cerita momen spesialku bersama Ibu. Ibu, adalah belahan jiwaku yang lain yang mempertaruhkan nyawanya untuk meahirkanku ke dunia, yang menyayangiku tanpa pamrih. Beliau adalah sosok yang aku kagumi karena dedikasinya terhadap pendidikan, tak hanya untuk anak-anaknya tapi juga anak-anak orang lain yang memiliki semangat untuk belajar. Ya, beliau adalah seorang Guru SD di sebuah desa kecil namun ramai di selatan kota kendal. Dari beliau aku belajar arti ikhlas, semangat memperjuangkan apa yang menjadi cita-citaku, dan juga berbagi di saat lapang maupun sempit.

Sebagai anak terua di keluarga, aku harus bisa menjadi panutan alias contoh yang baik bagi adik-adikku. Mudah? tentu tidak..mana mungkin tuntutan untuk selalu menjadi anak baik bisa di katakan mudah apalagi jika sudah masuk usia pubertas dimana adrenalin sebagai anak yang penuh semangat dan rasa ingin tahu meletup dengan ganasnya. Untungnya, ibu saya bisa mengambil peran sebagai seorang sahabat yang siap mendengar keluh kesah anaknya yang super aktif ini. Jadilah saya anak rumahan yang aktif. Gimana maksudnya tuh?

Yup, aku diberi keleluasaan untuk bergaul dan ikut aktif di berbagai macam organisasi baik di dalam maupun luar sekolat tapi di sisi lain aku adalah tipikal anak rumahan yang jarang kemana-mana. Malahan seringnya teman-teman yang main ke rumah dan nongkrong di kamarku sampai berjam-jam. Trus berarti aku jadi anak kuper dong? kalo nggak pernah pergi-pergi keluar gitu? Ya enggaklah... walaupun doyan di rumah aku dan keluarga sering pergi bareng ke luar kota dan aku adalah navigator terbaik mereka. Aku bisa menghafal jalan meski hanya sekali lewat, so no need too woories to be lost :D.

Aku juga sering pergi sendiri ke Jogja naik bis sejak aku SMP. Modal mengingat nama bus aja aku bisa sampai rumah saudara atau nenek dengan selamat sampai depan pintu. Kayaknya darah petualang ada di dalam diriku. Ini juga yang membantuku bergaul selama kuliah dan ikut berbagai event di luar kota bahkan memandu beberapa tourist traveling keliling Jawa-Bali. Benar-benar suatu pengalaman yang sangat berharga dimana komunikasi yang baik antara anak dan orang tua bisa membukakan berbagai pintu rejeki untuk anaknya. Rejeki berupa persahabatan, pengalaman, dan juga uang yang tidak selalu bisa didapatkan sekaligus. I'm a lucky girl in a big world.

So, itulah salah satu momen spesialku bersama Ibu yang selalu kuingat hingga sekarang saat aku juga sudah jdi seorang Ibu. Satu hal yang aku pegang sampai sekarang adalah bahwa komunikasi yang baik itu sangat penting untuk menciptakan hubungan yang baik juga.

Kalau kalian punya cerita spesial apa nih gaes dengan Ibu? feel free to share ya :D

Monday, December 4, 2017

GURU, INSPIRASIKU...

Illustrated by google

Hai gaes apa kabarnya di penghujung akhir tahun 2017 ini? Semoga sehat selalu ya..amin. Nggak kerasa udah masuk musim hujan ya..hampir setiap hari hujan turun mulai dari pukul 12.00 ke atas... antara seneng dan sedih. Seneng karena cadangan air berlimpah tapi sedih juga karena cucian jadi lama keringnya. Aduh ini kok emak malah curhat :D.

Anyway di akhir bulan November lalu Indonesia baru saja merayakan Hari Guru lho, tepatnya di tanggal 25 November 2017. Waaah seru ya..selain diperingati dengan upacara khusus hari guru di beberapa daerah juga ikut dimeriahkan dengan acara jalan sehat atau lomba untuk para guru sebagai wujud apresiasi. Selamat Hari Guru ya untuk seluruh Guru yang ada di Indonesia, semoga bisa membantu mencetak dan mewujudkan generasi yang bisa memajukan bangsa kelak! Amin.

Guru, kata orang jawa adalah kepanjangan dari “digugu lan ditiru” maksudnya adalah seseorang yang bisa dipercaya baik perkataan maupun perbuatannya dan bisa dijadikan panutan untuk hal-hal yang baik tentunya. Di keluargaku sendiri profesi guru sangatlah membumi dimana pakde, budhe, om tante bahkan kedua orang tuaku sendiri berprofesi sebagai guru. Alamak.. jadi profesi ini seperti profesi utama di klan keluarga besar simbah hehehe tapi entah mengapa dunia mengajar tak menarik minatku, tapi tetep aja ujung-ujungnya dapet jodoh pengajar juga walaupun levelnya lebih tinggi..pengajar mahasiwa :P. Lah jadi curhat lagi...

Memiliki keluarga yang di dominasi oleh profesi guru pernah membuatku agak tertekan juga ketika tiba saatnya untuk melanjutkan jenjang pendidikan di universitas. Aku sempat berdebat sengit dengan kedua orang tuaku. Mereka ingin aku menjadi guru, tapi itu bukanlah panggilan hatiku. Mereka ingin aku masuk jurusan pendidikan bahasa inggris tapi aku maunya sastra inggris. Berkali-kali kucoba yakinkan mereka bahwa peluang kerja untuk lulusan sastra inggris juga banyak termasuk menjadi pengajar kalau mau. Akhirnya mereka pun luluh dan membiarkanku mengambil jurusan yang aku pilih dengan catatan aku akan menanggung segala resikonya dan belajar dengan sungguh-sungguh.

Sebagai anak pertama dalam keluarga, aku dituntut untuk selalu menjadi teladan yang baik untuk adik-adikku. Beban yang cukup berat untuk ditanggung, namun support keluarga menjadikan semua itu tak terasa sebagai beban. Untungnya aku memiliki orang tua yang berpandangan terbuka, terutama soal pendidikan anak-anaknya. Selama menempuh pendidikan tuntutan orang tua soal prestasi kadang bikin sakit hati ataupun sakit gigi tapi nyatanya tuntutan itu pula yang mengantarkan kesuksesanku. Terima kasih ya Pak, Bu sudah mau mengerti keinginan anakmu yang satu ini.

Oiya selain punya keluarga yang selalu support, aku juga punya beberapa guru keren yang penuh inspirasi. Salah satunya adalah dosenku semasa kuliah dulu. Beliau termasuk salah satu dosen yang sangat disiplin terutama soal waktu, Ibu Christine namanya. Beliau sudah sepuh tapi jangan ditanya soal disiplin..beliau jagonya. Kuliah jam 07.00 pagi, tapi jam 06.50 sudah stand by di ruangan sambil menunggu mahasiswanya yang datang tergopoh-gopoh karena takut terlambat, termasuk aku wkwkwk ketahuan deh :P.

Well, meskipun ibunya super disiplin tapi menurutku beliau ini sangat asyik. Beliau punya logat khas ketika berbicara dan beliau senang berbagi pengalamannya ketika tinggal di beberapa negara saat masih kecil hingga remaja yang banyak menginspirasi dan lagi beliau juga suka membaca dan beberapa pengarang favorit beliau juga merupakan pengarang favoritku. Kami sering bertukar pikiran dan setelah lulus pun kami kadang masih saling berkirim salam karena kebetulan beliau mengajar di beberapa jurusan tempatku bekerja. Terima kasih Bu Christine karena telah berbagi begitu banyak pengalaman yang bisa saya ambil hikmahnya dan menjadikan saya orang yang berdedikasi terhadap apa yang saya tekuni.

Nah, itu dia sepenggal pengalaman bersama guru-guru kehidupanku yang sangat berharga. Terima kasih juga untuk mbak icha dan mbak yuli yang sudah mengangkat tema pengalaman berkesan bersama guru dalam rangka memperingati hari guru dan juga tema arisan ke 16 Blogger Gandjel Rel. Semoga berkenan ya..

Kalau kalian sendiri punya pengalaman berkesan bareng guru semasa sekolah dulu nggak gaes?