WAJAH BARU CIMORY ON THE VALLEY BAWEN


Liburan selain sebagai sarana merefresh pikiran dan hati yang gundah juga merupakan salah satu gaya hidup yang dilakukan para generasi milenial tak terkecuali saya dan keluarga. Setelah beberapa hari yang lalu kasih janji ke si sulung mau diajak main pas hari libur akhirnya kami bertandang ke Cimory on the Valley di hari Sabtu. 

Maklum keluarga kami termasuk salah satu penggemar berat produk olahan Cimory baik susu, yoghurt, coklat, pie maupun kuenya.  Akhirnya kami bisa berkunjung ke Cimory lagi setelah sekian lama, dan ternyata ada banyak spot tambahan yang makin kece lho, penasaran dengan wajah barunya? Yuk simak cerita kami...


Tiket


Kami sampai di Cimory pukul 10.00 suasana sudah padat dan panas. Kebetulan kami parkir di area bawah dekat area resto jadi kami langsung menuju loket karcis yang ada di area dekat kandang sapi. Kami membeli tiket terusan sekaligus seharga 35 ribu per kepala, anak umur 2 tahun keatas sudah di hitung beli tiket. Tiket terusan ini sudah termasuk area Cimory Farm (hewan dan tanaman), Rumah Hobbit dan juga Mini Mania (Taman Miniatur Dunia). Jika kalain cuma pengen pepotoan di area miniatur dunia harga tiketnya pun tidak mahal hanya 25 ribu saja. Selesai membeli tiket kami menuju pintu masuk, di sana tiket kami disobek dan tangan kami di stamp sebagai bukti kami sudah membeli tiket.



Farm Area

Selepas pngecekan tiket, kami langsung disambut kawanan sapi yang besar-besar dan kuat malahan ada satu sapi yang mengamuk saat kami baru sampai. Sapinya menabrakkan kepalanya di palang bambu yang dipakai untuk mengikat mereka, serem deh soalnya tenaganya kuat banget takutnya sapinya loncat dan menyerang pengunjung, untungnya sih enggak. Si sapi tidak jadi mengamuk selepas diguyur air oleh petugas, mungkin sapinya kepanasan ya soalnya hari itu matahari sangat terik.




Selain sekawanan sapi, dibelakang kandang sapi ternyata juga ada unta dan rusa. Di seberang kandang sapi ada kelinci dan iguana juga ada area bermain memanah untuk anak-anak lalu maju lagi sedikait akan sampai di area unggas, ada ayam, merpati, dan aneka jenis burung yang susah dilafalkan namanya. Kami sempat berhenti sebentar untuk bermain-main dengan sekawanan merpati yang terbang kesana kemari.



Meninggalkan kawanan unggas, sekitar 20 m  ada satu petak pekarangan berisi 3 ekor burung unta yang besar-besar. Meski sudah dikandang burung unta ini bisa menjulurkan kepala mereka yang panjang dan mematuk lho, jadi stay safe ya dengan menjaga jarak aman.



Di seberang kandang burung unta ada sebuah jembatan kayu yang berisi sekumpulan biri-biri, kambing , kuda dan wahana kereta untuk anak-anak. Rumpun bunga warna-warni juga sengaja dibuat untuk menambah keasrian dan menjadi spot foto yang cantik. (read: saya juga asyik pepotoan disini).





Kami pun sempat mengelilingi area ini meski hanya sebentar karena panas yang semakin menyengat. Dari sini kami menuju Rumah Hobbit tapi sebelumnya sempat ambil foto di beberapa spot di bawah Rumah Hobbit. Ada sebuah perahu, sarang burung dan juga rumpun bunga warna warni yang menarik hati untuk disambangi.


Rumah Hobbit

Rumah Hobbit termasuk area baru yang ditambahakan pihak pengelola Cimory on the Valley, karena saat kami bertandang kesini tahun 2018 spot ini belum ada. Saat sampai di area Rumah Hobbit suasana sangat lengang sehingga kami bebas ambil foto cukup lama. Lumayan bisa untuk bahan feed instagram hihihi. Anak-anak pun senang di area ini karena bentuk rumahnya yang kecil dan unik mereka sempat bermain sebentar sambil istirahat.


Semilir angin bertiup manja diantara rimbunnya pepohonan. Total ada 3 Rumah Hobbit di area ini namun kami hanya menyambangi 2 saja maklum, Rumah Hobbit yang terakhir penuh pengunjung dan panas.


Kami pun istirahat sebentar di tempat penukaran tiket untuk mendapatkan yoghurt mini gratis. Kami juga memanfaatkan potongan harga untuk membeli es krim dan es lemon tea yang ada di tiket sebelum menuju spot terakhir . Masing-masing dari kami mendapat potongan harga sebanyak 20%, es krim yang tadinya 15.000 turun jadi 12.000 dan es lemon tea yang tadinya 10.000/cup turun jadi 8.000 saja. Hati senang, haus hilang.

Mini Mania

Tak ubahnya dengan Rumah Hobbit, Mini Mania merupakan the latest spot yang sedang hype di Cimory on the Valley. Ada yang unik dengan spot wisata yang satu ini lho pengen tahu nggak ada apa selain miniatur landmark dari berbagai tempat di dunia? Nah yang unik dari tempat ini adalah orang kerdil yang sengaja di pekerjakan sebagai salah satu interpretasi dari mini mania. Selain landmark mini dari berbagai tempat oarang-orang yang di tempatkan di area ini juga mini. 


Sebuah terobosan dan ide cemerlang karena hal ini membantu dan memberikan peluang pekerjaan bagi para miniers yang sulit bekerja. Nah ini dia beberapa hasil jepretan adik-adik saya yang masuk ke Mini Mania. Saya skip ke Mini Mania karena anak-anak kicik mulai rewel dan tidak tahan dengan teriknya matahari pukul 12 siang. Mana perut sudah lapar akhirnya ngendon di store sambil jagain gendhis yang asyik berkeliling lihat boneka dan bola.



Ini dia beberapa miniatur yang ada di dalam Mini Mania, ada Eiffel Towe, Tulip Park, Taj Mahal, Monas, Egypt Piramid, Sydney Opera, Merlion Singapore, dan juga Stonehenge. Selamat menikmati ya gaes. 


Oiya selain tiga spot wisata yang sudah saya sebutkan di atas Cimory on the Valley juga memiliki store yang menjual aneka produk olahan yang bisa di jadikan olahan seperti susu, yoghurt, kue, pie, coklat, boneka, kaos dan masih banyak lagi. Jika lapar kalian juga bisa makan di restonya tapi kalau tidak salah harus reservasi dulu mengingat jumlah pengunjung yang membludak di akhir minggu. Jika mau lebih hemat bisa juga bawa bekal dari rumah dan dimakan bersama keluarga tercinta di bawah pohon yang rindang sembari menikmati semilir angin yang berhembus. 




Happy reading and start your own holiday story... bye ^__^