Membangun Lingkungan yang Berkelanjutan Lewat Hal Kecil



Kerusakan Alam dan Pemanasan Global

Tak terasa pandemi sudah hampir dua tahun berjalan dan selama kurun waktu itu ada banyak perubahan yang terjadi di sekitar kita. Hal baik dan buruk yang terjadi salah satunya adalah akibat campur tangan manusia yang kadnag di luar kendali. Berawal dari kebiasaan yang dianggap sepele namun sering membuat kerusakan yang ada semakin parah, misalnya saja penebangan hutan secara liar (pembalakan), pembukaan lahan untuk industri, membuang sampah sembarangan (sungai, laut, hutan) yang akhirnya mencemari ekosistem yang ada. Hal sepele namun rutin selama puluhan atau ratusan tahun itulah yang membawa bencana pada kita saat ini. 

Lapisan ozon menipis bahkan berlubang karena tingginya emisi rumah kaca di atmosfer bumi. Semua kalang kabut dan menggalakan usaha mitigasi bencana karena perubahan iklim yang ekstrim salah satunya. Kutub utara yang terdiri dari lapisan es tebal sejak ribuan tahun mulai mencair dan menimbulkan bencana banjir di negara sekitar serta kenaikan permukaan air laut di belahan bumi lain, perubahan iklim dan musim yang tidak menentu. 

Perubahan ekstrim yang ada saat ini mulai menakuti kita hingga datang wabah diseluruh dunia, pandemi covid-19. Menewaskan jutaan umat manusia, memporak porandakan ekonomi dunia, dunia kesehatan dipaksa berinovasi dan keseharian yang berubah 360 derajat. Dunia sedang tidak baik-baik saja,waspadalah!!

Perubahan iklim adalah perubahan pola dan intensitas unsur iklim dalam periode waktu yang sangat lama. Bentuk perubahan berkaitan dengan perubahan kebiasaan cuaca atau perubahan persebaran kejadian cuaca (sumber: Wikipedia).

 



Aksi Nyata untuk Lingkungan yang Berkelanjutan

Berangkat dari keprihatinan yang berlangsung di seluruh dunia, Indonesia sebagai salah satu negara pemasok udara bersih sekaligus negara penyumbang gas emisi terbanyak keempat di dunia pun ikut memikirkan solusi. Salah satunya adalah dengan digalakkannya kegiatan menanam pohon berdasarkan Keputusan Presiden No 24 tahun 2008 tentang menetapkan tanggal 28 November sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia. Hal ini sebagai salah satu pengingat dan edukasi secara tidak langsung pada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Seperti kita ketahui pohon memiliki fungsi yang sangat penting dalam meredam kenaikan gas emisi rumah kaca penyebab utama pemanasan global. 

Pohon juga menyerap karbon dioksida yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilakukan manusia dan makhluk hidup lain. Apalagi hutan di Indonesiasekarang sudah banyak yang rusak karena pembalakan liar, perambahan hutan juga deforstasi untuk pembangunan lahan secara masif yang menyebabkan hutan rusak dan tidak bisa menyerap karbon dengan baik. Untuk itu perlu dilakukan penanaman hutan kembali (reboisasi) agar fungsi hutan kembali. 

Penanaman Pohon di lahan kampus UNDIP

Pemerintah juga gencar melakukan pembangunan Hutan Rakyat, Hutan Kemasyarakatan dan Hutan Tanaman Industri serta pembangunan ruang terbuka yang banyak ditanami pohon. Kita sebagai generasi muda yang tangguh dan aktif harus mampu membaca situasi apalagi manusia dan lingkungan saling berkaitan. 

Kita harus mampu mengembangkan life skills untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. Hal ini sebagai upaya kita agar bisa beradaptasi dalam dinamika perubahan lingkungan. Manusia sebagai makhluk sosial yang saling berkaitan termasuk dengan lingkungan harus bisa menempatkan diri dalam perannya sebagai sistem pendukung kehidupan yang berkelanjutan. 

Penyebab Perubahan Iklim

Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk sempurna yang dibekali otak/akal untuk berfikir dan bertindak sehingga bisa menjadi pemimpin diantara makhluk yang lain. Oleh karena itu kita harusbisa memberikan solusi bagi permasalahan perubahan iklim yang kita hadapi. Sebenarnya jika mau belajar dari kesalahan kita bisa mengetahui penyebab perubahan iklim lebih cepat. Berikut hal-hal yang memicu perubahan iklim ekstrim yang terjadi beberapa tahun belakangan:

1. Pembalakan dan Pembakaran Hutan

Kasus penebangan liar dan pembakaran hutan dan lahan menjadi penyebab utama stok oksigen/udara bersih yang kita butuhkan menipis.Kerusakan parah yang terjadi pada hutan juga menyebabkan konsentrasi emisi rumah kaca di atmosfer semakin meningkat dan merusaklapisan ozon yang berefek pada pemanasan global.

2. Penggunaan Bahan Bakar Fosil

Seperti yang kita ketahui penggunaan bahan bakar fosil meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca yang merusak lapisan ozon.

3. Pencemaran Laut

Pencemaran laut oleh sampah dan limbah industri menjadi salah satu penyebab musnahnya ekosistem di laut. Hal ini menyebabkan laut tidak bisa menyerap karbon dioksida lagi, padahal sepertiga emisi karbon di dunia diserap oleh lautan di bumi. Duh ngerinya...

Jika hal tersebut tidak dihentikan makan pemanasan global akan semakin parah. Padahal suhu bumi yang naik bisa menjadi efek domino pada permasalahan yang sudah ada.Suhu bumiyang meningkat bisa menyebabkan kebakaran hutan, kekeringan yang menyebabkan gagal panen, kelaparan dan paceklik berkepanjangan. Duh amit-amit deh jangan sampai terjadi aamiin...

Saatnya Muda Mudi Berkontribusi

Sebagai generasi milenial yang lekat dengan gaya hidup masa kini, saya dan suami memiliki hobi yang bertolak belakang. Saya suka traveling doi suka dirumah. Tapi ada satu hal yang sama-sama kami sukai yaitu berkebun. Hobi kami dalam berkebun terbukti mampu mempercantik tampilan rumah dan sebagai obat stres dari rutinitasyang ada. Kami percaya setidaknya langkah kecil kami dalam berkebun dna juga hal lain yang kami lakukan bisa ikut menyelamatkan bumi. Apa saja itu?

1. Berkebun

Sebagai anak yang berasal dari keluarga petani, saya dan suami gemar bercocok tanam. Saat ini kami sedang mencoba membudidayakan jahe di rumah. Modal polibag dan juga wadah bekas minyak goreng kami menyulapnya menjadi media tanam untuk tanaman jahe dan juga tanaman lain dirumah. Meski tak punya lahan luas kami mencoba memaksimalkan lahan yang ada dan menatanya agar bisa digunakan untuk menanam beragam tanaman. 

Apalagi manfaat tanaman di rumah juga baik seperti menambah suplai udara bersih di rumah, membuat rumah semakin sejuk dan asri. Selain menekuni hobi berkebun kami juga melakukan beberapa hal yang bisa mengurangi pemanasan global jika rutin dilakukan.

2. Hemat Air

Kegiatan bercocok tanam membutuhkan suplai air untuk menyirami tanaman, agar tidak boros kami biasa menampung air bekas wudhu untuk menyirami tanaman. Kami juga menampung air cucian beras yang ternyata sangat bagus untuk menyuburkan tanaman. Dengan menghemat air kita bisa menyelamatkan ribuan tetes air yang mungkin dibutuhkan oleh saudara kita diluar sana. Yuk bijak dalam bertindak..

Saya bersumpah untuk selalu menghemat air agar bumi ini tidak cepat kering 

3. Matikan yang tidak dipakai

Saya sering ngomel di rumah kalau menemukan ada lampu yang masih menyala padahal hari sudah terang, charger yang masih menancap di stop kontak padahal sudah selesai, TV yang tidak dicabut kabelnya. Karena kalau dibiarkan itu tetap memakan daya dan itu terbuang sia-sia. So saya selalu memastikan listrik yang tidak digunakan untuk menghemat energi dan meminimalisir resiko konslet.

4. Tidak Menyisakan Makanan

Ternyata salah satu penyumbang masalah pemanasan global adalah sampah makanan. Jadi usahakanuntuk mengambil makanan sesuai porsi yang bisa kamu habiskan. Kadang saya mencoba mengolah makanan sisa menjadi makanan bentuk lain agar tidak terbuang. 

Jika memang harus membuang makanan sebaiknya sisa makanan diolah menjadi kompos agar bisa dimanfaatkan lagi sebagai pupuk. Saya dan suami membuat pupuk sendiri dari limbah makanan yang kami punya setiap hari.




5. Memilah Sampah

Membuang sampah pada tempatnya dan memilah sampah termasuk salah satu kontribusi kecil yang bisa kita lakukan agar sampah bisa terurai secara maksimal sesuai kelompoknya. Kebetulan diperumahan saya digalakkan bank sampah dimana setiap rumah wajib mengumpulkan sampah untuk disetor setiap bulan dan di jual ketukang rongsok untukdi daur ulang.

6. Membawa Kantong Belanja Sendiri

Meski awalnya terkesan ribet tapi setelah menjadi kebiasaan hal itu bukan masalah. Kegiatan berbelanja juga lebih terkontrol karena menyesuaikan kapasitas kantong belanja yang kita bawa.Jangan sampai anggaran belanja membengkak.


Kontribusi Bersama untuk Lingkungan yang Berkelanjutan

Menjadi #MudaMudiBumi yang memiliki hobi dan concern terhadap perubahan iklim memang tidak mudah. Tapi kalau tidak kita mulai dari diri sendiri mau siapa lagi? Apa yang akan kita banggakan dan sisakan untuk anak cucu kita kelak?

Pokoknya #UntukmuBumiku kita harus teguh pendirian dalam melakukan kontribusi terhadap lingkungan sekecil apapun itu demi mengurangi risiko perubahan iklim sekaligus melestarikan dan melindungi dunia untuk generasi selanjutnya.

Peran kita adalah sebagai kontrol sosial, yang mengontrol kehidupan di masyarakat. Mengamati kondisi dan menggali permasalahan yang ada hingga menemukan solusinya. Intinya kita harus bertanggung jawab atas perbuatan kita.

Mari kawan, kita bersama #TimeforActionIndonesia lakukan mitigasi perubahan iklim!


Yuk lakukan hal-hal sederhana tapi mampu membuat perbedaan besar.
We can do it if We Believe it



Bahan Bacaan:
https://id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_iklim#cite_note-8

3 comments for "Membangun Lingkungan yang Berkelanjutan Lewat Hal Kecil"

  1. Setuju, kebiasaan kecil dan sederhana juga berarti untuk bumi kita ya Dan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul meski kayaknya kecil tapi dampaknya bisa terasa kalau kita tekun melakukannya

      Delete
  2. Sekarang saya sedang hobi berkebun.. Berarti saya telah berkontribusi dalam penyelamatan lingkungan.. :D

    ReplyDelete

Post a Comment