Friday, May 3, 2019

HIJRAH SAMPAH DEMI HIDUP LEBIH BAIK

HIJRAH

Secara harfiah bisa diartikan sebagai meninggalkan atau berpindah (pergi). Dulu Nabi Muhammad SAW bersama para sahabat beliau melakukan hijrah dari Mekah menuju Madinnah dengan maksud mencari tempat baru yang lebih baik untuk menegakkan syariat islam karena Mekkah sudah tidak bisa diperbaiki. Seiring perkembangan jaman hijrah bisa memiliki banyak makna seperti Prinsip Hidup atau tekad untuk mengubah diri demi meraih rahmat dan ridha Allah SWT. Nah seseorang bisa dikatakan berhijrah jika memenuhi dua syarat yaitu ada sesuatu yang ditinggalkan dan ada sesuatu yang dituju (tujuan).  

Kedua-duanya harus dipenuhi oleh orang yang berhijrah, misalnya dengan tidak buang sampah sembarangan dan mulai membuang sampah pada tempatnya dimanapun berada termasuk jika melihat ada orang lain yang buang sampah sembarangan berani menegur atau memungut sampahnya. Sejatinya, orang yang telah bertekad untuk berhijrah yaitu yang mengubah hidupnya menjadi lebih baik akan memperoleh derajat yang lebih tinggi di mata Allah, insyaAllah.

Janji Allah ini sudah tertulis di Al-Quran ya, " Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan." (QS At-Taubah: 20).

Saat ini saya dan suami sedang mencoba hijrah untuk mengelola sampah dengan baik sehingga bisa bermanfaat untuk lingkungan sekitar. Kami terinspirasi dari kolega suami yang sudah menerapkan pengelolaan sampah terpadu di lingkup RT dan RW nya sehingga berdaya guna. Selain merasa tertohok dengan berita yang wara-wiri akhir-akhir ini tentang Indonesia sebagai negara yang menyumbang sampah terbesar kedua di dunia kami juga ingin menjalankan syariat agama kami dengan menjaga kebersihan yang baik dan benar. 

Kebersihan sebagian dari Iman adalah salah satu poin penting dalam kehidupan beragama dan kehidupan sehari-hari. Sampah yang menjadi masalah utama negara dan juga rumah tangga ini sangat membutuhkan perhatian khusus dan mendalam agar tercipta solusi yang mampu memaslahatkan umat.

Mulai dari Diri Sendiri

Hijrah itu paling enak dan gampang ya mulai dari diri kita sendiri, kita adalah bos bagi diri kita sendiri. Nggak perlu nunggu yang lain hijrah apalagi yang keras kepala. Bukannya mau egois tapi setidaknya kita bisa jadi leader yang mampu berbuat lebih dan kasih contoh ke yang lain kalau apa yang kita lakukan itu memberikan dampak positif. InsyaAllah yang lain akan mengikuti jejak kita alias jadi follower.

Saya dan suami, terutama suami sudah memberikan penyuluhan mengenai pengelolaan limbah rumah tangga (sampah organik) seperti sisa makanan atau sayuran yang tidak dimasak untuk diolah menjadi pupuk. Caranya gimana? caranya dengan memakai takakura composting, seperti ini...





Di rumah, kami pun menerapkan metode ini untuk mengolah sisa makanan juga sayuran sehingga limbahnya bisa dipakai untuk memupuk tanaman yang ada disekitar rumah. Kebetulan kami menanan bunga, kaktus, daun sirih, jahe, kunyit, palem dan juga tanaman lain yang membutuhkan tambahan nutrisi untuk perkembangannya. Jadi pupuk buatan sendiri ini alhamdulillah sangat bermanfaat. Intinya adalah kami ingin menerapkan teori rantai makanan untuk kelangsungan hidup agar tetap bermanfaat seperti ilustasi gambar berikut. Jadi apa yang kita makan dan tidak bisa tetap bermanfaat.


Saya sendiri meski kadang lupa sudah mulai mengurangi sampah plastik dengan membawa kantong sendiri saat belanja. Entah itu belanja lauk, ke tukang sayur atau belanja kebutuhan bulanan di swalayan. Walaupun sepele tapi kumpulan plastik kantong belanja di rumah berangsur-angsur menipis lho berkat metode ini. 

Selain itu lingkungan perumahan kami juga mewajibkan warganya untuk memilah sampah seperti kardus dan botol plastik yang layak jual. Lalu minggu keempat setiap bulan kami akan berkumpul di balai warga untuk membawa sampah kami dan memanggil tukang rongsok untuk menimbang seluruh sampah, hasilnya untuk kas RT. Lumayan bisa untuk tambahan kas RT yang sering defisit karena dipakai untuk kegiatan. Kalau bukan kita yang memulai siapa lagi.. yuk hijrah untuk kehidupan yang lebih baik serta bermanfaat :D

ini sampah saya bulan lalu

Kalau kalian sudah melakukan perubahan apa nih gaes?

No comments:

Post a Comment

Follow Us @soratemplates