Wednesday, December 5, 2018

DARI SEMARANG, JOGJA HINGGA BALI

credit to google
BUNTU!! itulah yang sedang terjadi saat ini pada saya. Masuk ke tantangn hari ke 16 saya dilanda bosan dan ide yang mandeg.Betapa hal ini sangat mengganggu saya, maklum saya dari awal sudah semangat mengerjakan tantangan 30 hari ngeblog dari Blogger Perempuan Network ini. Tapi akhir-akhir ini load kerjaan semakin tinggi, dan saya merasa agak kewalahan dalam mengatur segala sesuatunya. Berhubung saya merasa kesulitan dengan tema hari ke 16 ini, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil tema pengganti yaitu Kota-kota yang pernah Ditinggali. Untungnya saya memiliki pengalaman pernah tinggal di beberapa kota yang berbeda setelah keluar dari rumah untuk menempuh pendidikan kampus. Dan inilah kota-kota yang pernah saya tinggali dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

1. SEMARANG

sebagai anak sulung dari empat bersaudari yang selama 17 tahun terakhir ngusel di keteknya bapak ibu, pengalaman ngekost untuk pertama kali membuat saya sangat excited. Tapi tidak begitu bagi ibu saya, beliau nggak bisa makan hampir seminggu karena cemas. Sedangkan saya happy-happy saja menjalani kehidupan kost di awal perkuliahan. Saatnya melebarkan sayap pikir saya waktu itu. Benar saja, di sebuah rumah kost yang terdiri dari 11 kamar segala kehebohan terjadi. 

Saya berhasil mendapatkan teman dekat dan begitulah kamar kos saya jadi basecamp karena selain tempatnya nyaman lokasi juga dekat dengan kampus. Semarang adalah kota pertama tempat saya melabuhkan hati. 4 tahun tinggal disini selama kuliah tapi balik lagi ke kota ini sampai akhirnya kerja, nikah dan beli rumah disini , banyak suka dan duka yang terjadi. Disini, saya belajar banyak nggak cuma ilmu selama duduk di bangku kuliah, tapi juga tentang pahit manisnya kehidupan.

2. JOGJA

Saya pernah tinggal di Jogja selama beberapa bulan, saat mengambil mata kuliah Kerja Praktek di sebuah Majalah Seni dan Budaya. Awal tahun 2009. Disini kehidupan sangat menyenangkan, setiap malam selalu ada kegiatan komunitas yang bisa diikuti. Dasarnya saya suka bersosialisasi, kegiatan kerja praktek alias magang yang kadang membosankan jadi sarana menjalin koneksi. 

credit to google

Dulu saya juga dapat tugas liputan, tahu nggak siapa yang saya wawancarai dulu? SOIMAH!! jauh sebelum dia jadi artis saya sudah pernah bertatap muka langsung dengan beliau. Orangnya ramah, rame dan humble banget. Kebetulan rumah kontrakan soimah ini di area perumahan belakang rumah tante tempat saya tinggal selama magang. Oiya bapak ibu saya juga asli Jogja, jadi Jogja adalah rumah kedua saya karena setiap liburan dan lebaran selalu pulang kesana.

3. BALI

Tak jauh berbeda dengan Jogja, saya juga tidak lama tinggal di Bali. Hanya beberapa bulan, kelihatannya hanya 3 bulan.. Maret-Mei 2010. Dulu ke Bali untuk bekerja, meskipun saat tiba disana saya belum mendapatkan pekerjaan. Untung ada om saya yang tinggal di sana. Saya tinggal di Tanjung Benoa, Bali bagan Selatan dekat Nusa Dua. Kehidupan disana lebih dinamis, dan peacefull tidak seperti daerah Kuta yang crowded

Tanjung Benoa dan Nusa Dua adalah tujuan liburan bagi keluarga mapan, pasangan yang baru menikah dan menghindari suasana ramai. Cocok untuk family holiday. Banyak Hotel Bintang 4 dan 5, Vila pribadi dan Spa Resort di area ini. Rumah om saya ada di bibir pantai yang dekat dengan tempat penangkaran penyu dan disana terdapat banyak vila pribadi yang disewa para wisatawan dan ekspatriat.

credit to google

Dua minggu setelah kedatangan saya di Bali, saya mendapatkan panggilan kerja di sebuah Spa Resort, Thalasso Bali Spa. Sore datang interview, besok paginya langsung disuruh berangkat. Hari-hari saya sangat menyenangkan, setiap hari bertemu orang baru. Oiya, market dari tempat saya kerja adalah wisatawan asing, terutama orang Rusia, Eropa, dan Jepang, Korea. 

Pernah juga ada wisatawan lokal yang melakukan treatment tapi itu jarang mengingat harga perawatan yang sangat mahal masih ditambah pajak 21%. Thalasso Bali Spa ini merupakan salah satu dari 10 tempat spa terbaik di Bali  lho jadi tidak heran ya kalau berbiaya tinggi. 

Saya juga pernah mengalami nyepi di Bali, dimana kita tidak boleh keluar rumah, menyalakan televisi, listrik selama satu hari tersebut. Seru sih, lumayan juga bisa menjauh sejenak dari hiruk pikuk kehidupan dan yang pasti belajar untuk respect the ambience :D

Itu tadi cerita saya tentang kota-kota yang pernah ditinggali, kalau kalian pernah tinggal dimana aja nih gaes?


#Day16#BPN30DayBlogChallenge2018

8 comments:

  1. Setuju kalo Yogya malam hari penuh kegiatan komunitas. Dulu pernah ikut tes sekolah kedinasan lokasi di dekat ISI Yogya, terus malemnya diajakin Mba kosan ikut nonton pertunjukan teater anak ISI. Bali, belom pernah ke sana btw suka katlimat respect the ambience. Semarang juga tempatku belajar kehidupan :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kangen ngebolang di Jogja malam-malam :D yuk toss dulu..

      Delete
  2. Masyaallah. Dirimu suka bergaul ternyata ya. Jadi asyik bgt tinggal di mana pun. Enaknya tinggal tanjung benoa ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah sempet ngerasain tinggal disana sebentar dan memang asyik :D

      Delete
  3. Waah ini dlm rangka BPN30daybloggingchallenge yaa Mbaa...aku masih harus ngejar ketertinggalan niih. Btw, aku pingin bgt bisa tinggal di Bali...atau stay agak lama di kota tsb

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Nia...sama kadang aku juga suka terseok-seok dan baru bisa post larut malam nunggu anak-anak tidur..semoga suatu saat nanti bisa tercapai ya mbak Nia keinginannya amin

      Delete
  4. Kayaknya aku mau juga sejenak tinggal di Bali Mbak, kisahnya bikin mupeng :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba mbak seminggu atau sebulan gitu stay disana..ganti suasana :)

      Delete